alexametrics

Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Rapatnya Sambil Nonton Belly Dance dan Striptis

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Anggota DPRD Sebut Direksi Transjakarta Rapatnya Sambil Nonton Belly Dance dan Striptis
Sebuah bus TransJakarta menabrak Pos Lantas PGC Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (2/12/2021). [Twitter@TMCPoldaMetro]

"Kalau saya buat mecat bapak-bapak gampang. Saya datang ke Gubernur saya putar video bapak-bapak nonton belly dance, selesai."

Suara.com - Anggota fraksi Gerindra di DPRD Jakarta, Adi Kurnia Setiadi, mengatakan direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) pernah melakukan pertemuan sambil menonton tari perut atau belly dance dan striptis. Adi mengklaim memiliki bukti rekaman videonya.

Hal ini dikatakan oleh Adi saat rapat dengar pendapat TransJakarta bersama Komisi B. Petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu dipanggil DPRD setelah beberapa waktu terakhir ini armadanya mengalami kecelakaan.

Awalnya, ia menyinggung direksi TransJakarta yang disebutnya berkesan sombong dan sok pintar. Bahkan, mereka disebut Adi hanya datang ke DPRD ketika ada kepentingan yang memerlukan peran wakil rakyat itu.

"Jangan sampai bapak-bapak direksi kalau ada perlunya, pembahasan anggaran hadir. Kalau di WA lama balasnya," ujar Adi di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Dua Operator Dinonaktifkan, Begini Layanan Transjakarta Saat PPKM Level 2

"Saya tidak jahat. Nanti, saya saking baiknya punya video bapak-bapak nonton belly dance dengan striptis saya diem saja pak. Jadi tidak ada pembahasan," tambahnya menjelaskan.

Adi mengatakan hal ini karena ingin para direksi bersikap rendah diri. Ia menyebut kelakuan sok pintar direksi akhirnya malah berujung petaka dengan terjadinya rentetan kecelakaan.

"Jadi saya mau mengingatkan tidak ada yang hebat, tidak ada yang gagah. Ayo sama-sama kita beristighfar," katanya.

Ia pun mengaku bisa dengan mudah membuat direksi TransJakarta itu dipecat. Caranya dengan menunjukan video pertemuan tersebut ke Gubernur Anies Baswedan.

"Kalau saya buat mecat bapak-bapak gampang. Saya datang ke Gubernur saya putar video bapak-bapak nonton belly dance, selesai," ucapnya.

Baca Juga: Buntut Dua Kecelakaan Berturut-turut, PT. TransJakarta Dipanggil DPRD DKI Hari Ini

Ia pun juga menanyakan Plt Kepala Badan Pengawasan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) DKI Jakarta, Riyadi mengenai dibolehkan atau tidaknya membuat pertemuan sambil menonton striptis.

"Pak, BPBUMD ada itu SOPnya kayak gitu? Di assesmennya. Jadi biar rilek sambil nonton menari. Jadi biar jelas, saya gak mau jahat, saya mau carikan adalah solusi bagaimana sama-sama kita punya tanggung jawab moral ke masyarakat, di dunia dan akhirat," ungkapnya.

Meski demikian, tidak jelas video seperti apa yang dimaksud. Hingga Adi meninggalkan ruangan, akhirnya video tersebut tidak pernah diperlihatkan.

Bahkan ketika ditanya lagi oleh awak media, Adi tak mau membahasnya.

"Saya tidak bahas-bahas video ya. Itu shock therapy saja," pungkasnya.

Minta Penjelasan

Komisi B DPRD DKI Jakarta memanggil PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Senin (6/12/2021) pukul 10.00 WIB. Pemanggilan dilakukan karena kecelakaan berturut-turut yang terjadi pada pekan lalu.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz. Ia menyebut pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

"Iya benar, jadi Insya Allah pukul 10.00 WIB," ujar Aziz saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (6/12/2021).

Aziz mengatakan, nantinya pihaknya akan meminta keterangan rinci soal kecelakaan yang terjadi. Mengenai penyebab, pelaksanaan standar operasional prosedur, operator, hingga sistemnya.

"Karena ini pasti kecelakaan terjadi karena dua penyebab, bisa human error (kesalahan manusia) atau dari sistemnya yang jelek. Makanya nanti akan kita cek," katanya.

Selain itu, Aziz juga menyebut pihaknya sudah pernah memberikan rekomendasi untuk TransJakarta pada Oktober lalu setelah kejadian kecelakaan yang menewaskan satu orang di Jalan MT Haryono. Isinya adalah meminta TransJakarta memeriksa kesehatan sopir sebelum bekerja.

"Rekomendasi ini mau ditanya sudah dilaksanakan atau belum. Kalau belum kenapa, kan ini untuk mencegah kecelakaan," pungkasnya.

Diketahui, dalam kurun waktu 40 hari setidaknya ada lima kasus kecelakaan TransJakarta. Yakni di Halte Cawang, Jakarta Timur yang menyebabkan dua orang tewas, yakni sopir dan penumpang bus TransJakarta.

Selain di Cawang, juga ada insiden bus terbakar di Senen, Jakarta Pusat dan kecelakaan tunggal di Gandaria, Jakarta Selatan dan yang terbaru pada Kamis di depan Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan kecelakaan tunggal di dekat Halte Bundaran Senayan Jakarta, pada Jumat kemarin.

Komentar