alexametrics

Tutupi Kebejatan Kekasihnya, Ibu Ini Salahkan Anjing atas Kasus Pemerkosaan Putrinya

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Tutupi Kebejatan Kekasihnya, Ibu Ini Salahkan Anjing atas Kasus Pemerkosaan Putrinya
Ilustrasi anjing pudel.[Pexel]

Ibu tersebut mengklaim jika anjing peliharaannya yang harus disalahkan atas jasus pemerkosaan putrinya.

Suara.com - Seorang ibu di Meksiko menuduh anjing peliharaannya melakukan tindak percobaan pemerkosaan pada anaknya, demi menutupi kesalahan sang pacar.

Menyadur The Sun Senin (6/12/2021), kecurigaan polisi muncul ketika seorang ibu di Meksiko justru menyalahkan anjing peliharaannya atas kasus pemerkosaan yang menimpa putrinya.

Anjing itu kemudian dilaporkan disita oleh pihak berwenang Tláhuac, Meksiko, setelah bocah sembilan tahun tersebut mengalami trauma.

Selama penyelidikan, ibu dari gadis itu selalu menyebut jika anjing keluarganya yang harus bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan tersebut.

Baca Juga: Polri Terjunkan Ribuan Personel dan Anjing Pelacak Untuk Penanganan Erupsi Semeru

Sang ibu mengklaim jika saat kejadian, hanya ada putrinya yang baru berusia sembilan tahun dan anjing peliharaannya.

Tetapi pihak berwenang curiga dengan cerita tersebut, dan memeriksa semua anggota keluarga korban, termasuk ayah tirinya.

Investigasi Kantor Kejaksaan Agung CDMX kemudian menangkap ayah tiri korban, dan mereka yakin sang ibu mengarang cerita untuk melindunginya.

Petugas telah mengambil sampel DNA korban, dan saat ini sedang dianalisis untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Bulan lalu seorang siswi diduga diperkosa dan dicekik oleh tiga temannya. Jasad korban kemudian dibuang ke tempat sampah oleh para pelaku.

Baca Juga: Viral Anjing Disidang, Hukumannya Ramai Disorot: Cari Pengacara Lalu Banding

Korban berusia 13 tahun, yang diidentifikasi oleh media Meksiko sebagai Rosa Isabel MC, dibunuh di kota Ciudad Juárez, tepat di selatan El Paso, Texas.

Rosa diduga diperkosa dan dibunuh, dan jasadnya ditemukan terbungkus di antara seprai dan plastik di tanah kosong pada 30 September.

Setelah serangan mengerikan itu, tiga anak di bawah umur ditangkap. Mereka diduga melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban.

El Diario melaporkan bahwa ketiga remaja tersebut mengaku kepada polisi bahwa mereka membunuh Rosa, yang dikenal oleh teman-temannya sebagai Rosita.

Komentar