Tebar Baliho di Area Erupsi, Puan Disebut Tak Tulus, Jadikan Warga Komoditas Politik

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 21 Desember 2021 | 15:27 WIB
Tebar Baliho di Area Erupsi, Puan Disebut Tak Tulus, Jadikan Warga Komoditas Politik
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok: DPR)

Suara.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengatakan masyarkat pada akhirnyabakan berpikir bahwa Ketua DPR RI tidak memiliki ketulusan, buntut dari bertebarnya baliho bergambar Puan Maharani di sekitar desa terdampak erupsi Gunung Semeru. 

Diketahui, warga setempat sebelumnya menyayangkan pemasangan baliho Puan. Warga menilai tidak sepantasnga baliho tersebut dipasang di area terdampak bencana alam .

"Akhirnya orang akan mulai berpikir enggak ada lagi ketulusan dari Puan yang tersisa sebagai seorang pribadi maupun sebagai seorang politisi dan Ketua DPR," kata Lucius kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

"Bagaimana mau dibilang tulus, jika pemasangan baliho justru dilakukan di tengah tuntutan situasi kritis warga terdampak yang  lebih membutuhkan bantuan ketimbang baliho?" sambung Lucius.

Lucius mengatakan sekalipun isi baliho terkesan memberikan motivasi kepada warga terdampak, namun sulit untuk melihat ketulusan dari motivasi itu ketika justru disampaikan secara masif melalui baliho dengan wajah Puan.

Baliho Puan Maharani di Desa Terdampak Erupsi Gunung Semeru. (CNN Indonesia)
Baliho Puan Maharani di Desa Terdampak Erupsi Gunung Semeru. (CNN Indonesia)

Alih-alih menunjukkan simpati, Lucius mengatakan baliho bergambar Puan itu justru terlihat menempatkan warga sebagai komoditas atau objek politik, di mana suara mereka akan dibutuhkan setiap menjelang Pemilu.

"Jadi baliho di tempat bencana itu bukan ekspresi politik yang bermartabat. Politik baliho di daerah bencana itu merendahkan warga korban dan itu jelas tidak bermartabat," ujar Lucius.

Baliho Puan Berkeliaran

Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani bertebaran di sekitar desa terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Warga setempat kecewa karena mengaku lebih membutuhkan bantuan ketimbang baliho.

baca juga

Baliho yang dimaksud itu bergambar potret diri Puan dengan latar foto para pengungsi. Selain itu ada pula logo ‘Relawan Puan Maharani‘ dilengkapi kalimat penyemangat.

“Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan,” bunyi tulisan dalam baliho Puan.

Seorang warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Ahmad Samiludin mengaku kecewa. Menurut dia, uang yang dipakai untuk membuat baliho itu lebih baik dialokasikan untuk membantu para pengungsi.

“Jujur kalau itu ndak pantas karena orang lagi berduka. Kalau mau bagi-bagi bantuan saja, jangan baliho,” kata dia.

Ahmad mengaku sudah melihat baliho Puan banyak terpasang sejak Senin hari ini 20 Desember. Ia menduga baliho dipasang sejak malam sebelum Puan datang ke lokasi.

“Baru pagi tadi saya tahu, kayaknya dipasang malam tadi. Saya enggak tahu siapa yang masang,” kata Ahmad.

Ahmad menyebut jumlah baliho Puan yang terpasang cukup banyak. Di sepanjang jalan dari Kantor Kecamatan Candipuro sampai menuju Balaidesa Sumberwuluh baliho itu berderet tiap 30 meter.

“Setiap 30 meter ada baliho, dari kecamatan sampai balai desa saya waktu lewat mungkin sampai ratusan jumlahnya,” ucap dia.

Sejumlah baliho bermuatan foto Puan Maharani di area pengungsian Gunung Semeru, Selasa (21/12/2021).[Twitter]
Sejumlah baliho bermuatan foto Puan Maharani di area pengungsian Gunung Semeru, Selasa (21/12/2021).[Twitter]

Relawan yang bertugas di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Christian Joshua Pale juga mengomentari baliho-baliho tersebut. Christian menyebut baliho-baliho bergambar Puan terpasang persis di depan posko relawan dan pengungsi di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

“Persis banget di daerah posko pengungsian Penanggal,” kata Christian, Senin (20/12/2021) dikutip Terkini.id--jaringan Suara.com.

Menurutnya, pemasangan baliho ini menyakitkan hati penduduk setempat. Sebab, baliho terpasang, tetapi kader PDIP tidak terlihat di wilayah yang terisolir.

“Jujur ini menyakitkan hati, kenapa juga balihonya panjang-panjang banyak terpasang seperti ini,” ucap dia.

“Di mana kader-kadernya pada saat di TKP, di zona hitam, di mana bu? Enggak ada, enggak ada,” lanjut dia.

Puan Maharani mengunjungi Kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk melihat kondisi warga terdampak erupsi Gunung Semeru pada Senin (20/12/2021). Dia berencana mengunjungi Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

“Kami ingin memastikan bagaimana kondisi para warga terdampak erupsi Gunung Semeru, khususnya di wilayah Pronojiwo yang saat ini cukup terisolasi akibat akses jalan utama di daerah tersebut terputus,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Tak Belajar Empati, Pakai Politik ala Cowboy Tebar Baliho di Area Terdampak Erupsi

Puan Tak Belajar Empati, Pakai Politik ala Cowboy Tebar Baliho di Area Terdampak Erupsi

News | Selasa, 21 Desember 2021 | 14:58 WIB

Habib Bahar Dilaporkan ke Polisi, Kuasa Hukum: Kita Mau Komunikasi Dulu

Habib Bahar Dilaporkan ke Polisi, Kuasa Hukum: Kita Mau Komunikasi Dulu

Bogor | Selasa, 21 Desember 2021 | 12:40 WIB

Perkawinan Sembarang Bisa Akibatkan Stunting, Puan: Menikah Bukan Hanya Foto Prewedding

Perkawinan Sembarang Bisa Akibatkan Stunting, Puan: Menikah Bukan Hanya Foto Prewedding

News | Selasa, 21 Desember 2021 | 12:30 WIB

Viral, Puluhan Baliho Puan Maharani Terpampang Besar di Area Pengungsian Korban Semeru

Viral, Puluhan Baliho Puan Maharani Terpampang Besar di Area Pengungsian Korban Semeru

Bekaci | Selasa, 21 Desember 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:34 WIB

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran  Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:32 WIB

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:04 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB