Jatuh dari Helikopter, Menteri Madagaskar Ini Selamat setelah Berenang 12 Jam

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 22 Desember 2021 | 13:25 WIB
Jatuh dari Helikopter, Menteri Madagaskar Ini Selamat setelah Berenang 12 Jam
Serge Gelle (kiri), selamat dari kecelakaan helikopter setelah berenang selama 12 jam.[Twitter]

Suara.com - Seorang menteri pemerintah Madagaskar mengatakan dia harus berenang selama 12 jam setelah helikopternya jatuh di tengah laut saat melakukan misi penyelamatan.

Menyadur Sky News Rabu (22/12/2021), Menteri Kepolisian Serge Gelle harus berenang selama 12 jam setelah helikopternya jatuh di tengah laut saat menjalankan misi penyelamatan.

Serge Gelle menjadi bagian dari tim pencari korban tenggelamnya kapal kargo ilegal yang membawa 130 penumpang tenggelam di laut Madagaskar.

Gelle berhasil ditemukan oleh penjaga pantai dan langsung diberikan pertolongan. "Ini bukan waktu saya untuk mati," katanya kepada media lokal.

Dua petugas keamanan lain yang ikut bersama Gelle di dalam helikopter juga selamat.

Presiden Andry Rajoelina memberikan penghormatan kepada Gelle dan dua perwira lainnya, yang tiba di kota tepi laut Mahambo secara terpisah.

Pria 57 tahun tersebut mengatakan kepada media lokal, setelah kecelakaan itu dia berenang dari pukul 07.30 malam hingga 07.30 pagi ke Mahambo.

Gelle mengatakan dia tidak mengalami cedera serius, namun menambahkan bahwa dia hanya merasa kedinginan.

"Saya hanya ingin Anda menyiarkan video ini untuk dilihat keluarga saya, rekan-rekan, pegawai pemerintah karena Saya masih hidup dan sehat," kata Gelle.

baca juga

Kepala polisi Zafisambatra Ravoavy mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Gelle telah menggunakan satu kursi helikopter sebagai pelampung.

"Dia selalu memiliki stamina yang luar biasa dalam olahraga, dan dia menjaga ritme ini sebagai menteri, seperti yang berusia 30 tahun... dia memiliki mental baja," kata Presiden Andry Rajoelina.

Gelle bertugas di kepolisian Madagaskan selama tiga dekade sebelum ditunjuk pada bulan Agustus sebagai menteri.

Kapal Francia telah meninggalkan kota Antanambe pada Senin (20/12/2021) dini hari sebelum menuju selatan. Akibatnya, sedikitnya 19 orang tewas dan 66 lainnya hilang.

Kapal itu terdaftar sebagai kapal kargo sehingga tidak berwenang untuk mengangkut penumpang dan Antanambe bukan pelabuhan resmi, kata Jean Edmond Randrianantenaina, direktur jenderal Badan Pelabuhan Maritim dan Sungai.

"Berdasarkan informasi yang berhasil kami kumpulkan, air masuk ke ruang mesin. Air mulai naik dan menelan semua mesin," kata Bapak Randrianantenaina.

"Kemudian kapal mulai tenggelam. Kami tidak tahu persis jam berapa air mulai naik, tapi intervensi kami mulai sekitar jam 9 pagi," tambahnya.

Tiga kapal dari angkatan laut nasional dan badan maritim melanjutkan pencarian korban yang masih hilang.

Presiden Andry Rajoelina mengatakan jika negara sepenuhnya akan memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada para korban tenggelamnya kapal kargo tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemen PPPA Ungkap 5 Isu Perempuan yang Jadi Sorotan di Hari Ibu Nasional

Kemen PPPA Ungkap 5 Isu Perempuan yang Jadi Sorotan di Hari Ibu Nasional

Health | Rabu, 22 Desember 2021 | 10:30 WIB

Ogah Berdamai dengan Menteri AH, Rifa Handayani Beri Pesan Menohok

Ogah Berdamai dengan Menteri AH, Rifa Handayani Beri Pesan Menohok

Jawa Tengah | Rabu, 22 Desember 2021 | 10:01 WIB

Tak Mau Kalah Sama Anaknya, Emak-Emak Berdaster Kompak Lompat Nyebur ke Sungai

Tak Mau Kalah Sama Anaknya, Emak-Emak Berdaster Kompak Lompat Nyebur ke Sungai

Hits | Rabu, 22 Desember 2021 | 09:34 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×