Sejarawan yang Ungkap Kerja Paksa dan Bongkar Kejahatan Penguasa Soviet

Siswanto, BBC

Kamis, 30 Desember 2021 | 14:55 WIB
Sejarawan yang Ungkap Kerja Paksa dan Bongkar Kejahatan Penguasa Soviet
BBC

Suara.com - "Misi dalam hidupnya" adalah menyusun daftar nama dan memberikan penghormatan kepada mereka yang dicoba dihapuskan dalam sejarah Soviet, mereka yang dibunuh dalam masa-masa teror era Uni Soviet saat Josef Stalin berkuasa.

Yury Dmitriev, sejarawan terkenal Rusia yang selama berpuluh tahun mengungkap ribuan korban Stalin melalui pembunuhan bermotif politik serta kamp kerja paksa alias gulag, kini bakal menghabiskan waktu lebih lama di penjara.

Pada Senin (27/12), pengadilan di Kota Petrozavodsk memvonis Dmitriev dengan hukuman tambahan selama 15 tahun atas tuduhan kejahatan seksual terhadap anak.

Namun, para pendukung dan kerabat Dmitriev meyakini bahwa hukuman tersebut adalah konspirasi politik demi membungkam dia agar tidak terus-menerus membongkar kejahatan Stalinisme.

"Yuri Dmitriev mendapat vonis terkini: 15 tahun," cuit Memorial, organisasi HAM pertama di Rusia yang giat mengecam kejahatan Stalinisme dan kini terancam ditutup oleh pemerintahan Vladimir Putin.

Tapi siapa Yuri Dmitriev dan mengapa kasusnya begitu kontroversial?

Baca juga:

Dmitriev lahir pada 1956 di Petrozavodsk, Republik Karelia, dekat Finlandia. Dia kemudian diadopsi oleh keluarga seorang anggota militer Uni Soviet.

Tempat Dmitriev dilahirkan berada tak jauh dari Kepulauan Solovetsky, lokasi lahirnya gulag, sistem kerja paksa yang diterapkan di Uni Soviet dari 1930 sampai 1955.

Di kawasan ini, sebanyak puluhan ribu tahanan tewas, baik karena ditembak maupun saat menggali Selat Laut Putih demi rencana pembangunan lima tahun yang digagas Stalin.

baca juga

Hampir sebanyak 700.000 orang dieksekusi selama periode itu, menurut perkiraan resmi.

Selama bekerja sebagai penasihat untuk pemerintah daerah setelah Uni Soviet ambruk, Dmitriev mendapat akses ke beragam dokumen dan arsip pada masa Stalin.

Dari dokumen-dokumen itu, Dmitriev menemukan kuburan massal pertama yang mengungkap besaran gulag dan pembunuhan massal selama era Stalinisme.

Berkat penelitiannya, dua kamp pembasmian terbesar di Rusia, Sandarmokh dan Krasny Bor, ditemukan. Dmitriev lantas diberikan tugas mengidentifikasi korban-korban serta menciptakan "prasasti informal" untuk mengenang mereka.

Dmitriev dianggap sebagai salah satu akademisi yang paling berkontribusi dalam meneliti penindasan dan pelanggaran HAM selama kekuasaan Stalin. Karya-karyanya pun banyak diakui di dalam maupun di luar Rusia.

Akan tetapi, setelah Putin berkuasa, Dmitriev vokal mengritik pemerintah dan berulang kali bandingkan pemerintah saat ini dengan Uni Soviet era Stalin.

Dia pun mempertanyakan pencaplokan Krimea oleh Rusia. Kemudian, sesaat sebelum ditangkap, dia berpartisipasi dalam sebuah kegiatan yang mengungkap jaringan polisi rahasia Rusia.

Menurut lembaga Memorial, semuanya itu membuat Dmitriev dimusuhi pemerintah dan berujung pada penjara.

Apa yang dituduhkan pada Dmitriev?

Putusan pengadilan pada 27 Desember 2021 menuntaskan rangkaian persidangan yang berlangsung selama hampir lima tahun.

Dmitriev awalnya didakwa atas tuduhan "kepemilikan pornografi anak" pada 2016 setelah aparat mendapat "informasi anonim". Mereka menyita komputernya dan menemukan foto-foto telanjang putri angkatnya.

Dmitriev dan keluarganya berupaya meyakinkan aparat bahwa foto-foto itu digunakan sebagai alat memonitor bobot tubuh anak tersebut.

Sebab, si anak diadopsi dalam keadaan kekurangan gizi sehingga foto diperlukan demi memantau perkembangan tubuhnya secara berkala sebelum berkunjung ke petugas yang berwenang mengevaluasi adopsi anak.

Dua tahun kemudian, pada 2018, pengadilan menggugurkan dakwaan terhadap Dmitriev.

Akan tetapi, vonis tidak bersalah itu dimentahkan oleh Pengadilan Tinggi dan Dmitriev kembali menghadap meja hijau atas tuduhan memaksakan tindakan seksual terhadap anak.

Pada Juli 2020, pengadilan memvonisnya dengan hukuman penjara selama 3,5 tahun yang sebagian besar dijalaninya pada masa praperadilan.

Jaksa penuntut umum lantas mengajukan banding, meminta pengadilan menjatuhkan hukuman lebih berat.

Mahkamah Agung di Karelia kemudian menjatuhkan vonis pada September 2020 dengan hukuman penjara di Lapas Keamanan Tinggi selama 13 tahun.

Hukuman itu lalu diperpanjang menjadi 15 tahun melalui putusan pengadilan pada 27 Desember 2021.

Sejumlah kalangan Rusia dan mancanegara mengecam putusan pengadilan yang memenjarakan Dmitriev. Mereka menganggap dakwaan terhadap Dmitriev adalah pola serupa yang diterapkan pemerintahan Putin terhadap lawan-lawan politiknya.

Sejak berkuasa, Putih berupaya memutihkan citra Stalin, sosok yang dia anggap sebagai "pemimpin kuat". Putin juga meratapi ambruknya Uni Soviet yang dia sebut "tragedi terbesar pada abad ke-20".

Monumen-monumen Stalin juga mulai bermunculan di berbagai kota di Rusia seiring dengan kemunculan Stalin pada peringkat teratas dalam jajaran sosok paling "terkemuka" Rusia sepanjang masa, menurut sebuah jajak pendapat tahun lalu.

Pemutihan citra Stalin tak berhenti sampai di situ.

Tahun lalu, media pemerintah Rusia melaporkan, tanpa landasan sejarah, bahwa kematian orang-orang di Sandormorkh (tempat pembunuhan massal pada era Stalin) sejatinya adalah "serdadu-serdadu Soviet yang dibunuh oleh orang-orang Finlandia".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Hari Menuju Piala Dunia 2026: Tonton Ulang Gol Roket Socrates yang Membungkam Uni Soviet

8 Hari Menuju Piala Dunia 2026: Tonton Ulang Gol Roket Socrates yang Membungkam Uni Soviet

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:30 WIB

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:41 WIB

Ungkit Uni Soviet, Puji-puji Prabowo ke Putin: Rusia Bantu Kita Tanpa Minta Cepat Kembalikan Utang

Ungkit Uni Soviet, Puji-puji Prabowo ke Putin: Rusia Bantu Kita Tanpa Minta Cepat Kembalikan Utang

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 08:12 WIB

Elon Musk Kembali Sentil PM Keir Starmer: Ini Inggris atau Uni Soviet?

Elon Musk Kembali Sentil PM Keir Starmer: Ini Inggris atau Uni Soviet?

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 05:00 WIB

Apa Sih Arti CCCP di Kaos Budi Adiputro Host Totpol yang Pro Dinasti Politik?

Apa Sih Arti CCCP di Kaos Budi Adiputro Host Totpol yang Pro Dinasti Politik?

Lifestyle | Kamis, 06 Juni 2024 | 11:02 WIB

Sejarah Hari Ini: Peristiwa Pembelotan Pilot Uni Soviet, Viktor Belenko

Sejarah Hari Ini: Peristiwa Pembelotan Pilot Uni Soviet, Viktor Belenko

Your Say | Rabu, 06 September 2023 | 13:21 WIB

Setelah 47 Tahun, Rusia Akhirnya Kembali Luncurkan Misi ke Bulan

Setelah 47 Tahun, Rusia Akhirnya Kembali Luncurkan Misi ke Bulan

Foto | Minggu, 13 Agustus 2023 | 13:28 WIB

Ukraina Bongkar Lambang Palu Arit di Monumen Ibu Pertiwi

Ukraina Bongkar Lambang Palu Arit di Monumen Ibu Pertiwi

Foto | Minggu, 06 Agustus 2023 | 16:22 WIB

Rekam Jejak Kraljevica-Class, Kapal Patroli TNI-AL Buatan Yugoslavia

Rekam Jejak Kraljevica-Class, Kapal Patroli TNI-AL Buatan Yugoslavia

Your Say | Rabu, 12 Juli 2023 | 11:44 WIB

Mengenal Kartika-1, Roket Ilmiah Pertama Buatan Indonesia di Era Orde Lama

Mengenal Kartika-1, Roket Ilmiah Pertama Buatan Indonesia di Era Orde Lama

Your Say | Kamis, 09 Februari 2023 | 18:21 WIB

Terkini

Turis Masuk Thailand Wajib Bayar Rp 241 Ribu Mulai Tahun 2027

Turis Masuk Thailand Wajib Bayar Rp 241 Ribu Mulai Tahun 2027

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?

Di Balik Slip Lidah Prabowo, Strategi Komunikasi atau Lemahnya Akurasi Data?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:23 WIB

DPR Tunggu Keputusan Pimpinan Terkait RUU Pemilu, Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pemerintah Disorot

DPR Tunggu Keputusan Pimpinan Terkait RUU Pemilu, Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pemerintah Disorot

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Tayang 16 September, Han So Hee Jadi CEO Muda dalam Film The Intern

Tayang 16 September, Han So Hee Jadi CEO Muda dalam Film The Intern

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya Indonesia Bullion Market Association

Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional, Indonesia Kini Punya Indonesia Bullion Market Association

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Rumus Volume dan Luas Permukaan Bola: Lengkap dengan Sifat, Jenis, dan Contoh Soal

Rumus Volume dan Luas Permukaan Bola: Lengkap dengan Sifat, Jenis, dan Contoh Soal

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:14 WIB

Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga

Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Mengenang Christopher McCandless, Ketika Keinginan Bebas Berujung Maut

Mengenang Christopher McCandless, Ketika Keinginan Bebas Berujung Maut

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Panas Bumi RI Bisa Tantang Batu Bara dan Diesel, Kapasitas Bakal Digenjot 5,2 GW

Panas Bumi RI Bisa Tantang Batu Bara dan Diesel, Kapasitas Bakal Digenjot 5,2 GW

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Susul Haechan, Semua Member NCT Dream Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM

Susul Haechan, Semua Member NCT Dream Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:10 WIB

×