Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba

Bernadette Sariyem

Senin, 16 Maret 2026 | 13:41 WIB
Presiden AS Donald Trump: Setelah Iran Selesai, Selanjutnya Kuba
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Presiden Trump menyatakan prioritasnya adalah menyelesaikan konflik dengan Iran sebelum mengalihkan fokus strategis ke Kuba.
  • Pemerintahan Trump menerapkan tekanan ekonomi signifikan terhadap Kuba, memicu demonstrasi domestik terkait krisis energi.
  • Amerika Serikat berupaya menggantikan peran Uni Soviet dengan menjadikan Kuba bergantung secara finansial pada Washington.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sesumbar setelah menyelesaikan perang melawan Iran, ia akan mengobarkan konflik dengan tetangganya, negara komunis yang masih bertahan sejak era perang dingin, yakni Kuba.

Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump memprediksi bahwa pemerintah komunis Kuba sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS.

Namun, ia menegaskan bahwa prioritas strategisnya saat ini masih tertuju pada konflik yang sedang berlangsung dengan Iran di Timur Tengah.

Langkah ini menunjukkan pola diplomasi "tekanan maksimum" yang menjadi ciri khas pemerintahan Trump, di mana ia mencoba menyelesaikan satu front pertempuran besar sebelum membuka front lainnya di halaman belakang Amerika.

Di hadapan para wartawan pada hari Minggu (15/3) lalu, Trump secara eksplisit menyatakan fokus militer dan diplomatik AS saat ini tidak bisa dibagi secara merata antara Teheran dan Havana.

Iran tetap menjadi target utama yang harus dituntaskan sebelum AS memberikan perhatian penuh pada pulau yang terletak hanya 90 mil dari pesisir Florida tersebut.

"Saya pikir kita akan segera membuat kesepakatan atau melakukan apa pun yang harus kita lakukan," ujar Trump, dikutip dari NDTV.com, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan penegasan mengenai urutan prioritas kebijakannya dengan kalimat yang lugas, "Kami sedang berbicara dengan Kuba, tetapi kami akan menangani Iran sebelum Kuba."

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di Teluk Persia, di mana serangan-serangan AS terhadap target-target terkait Iran terus berlanjut.

baca juga

Bagi Trump, menyelesaikan urusan dengan Iran adalah kunci sebelum ia dapat mengarahkan kekuatan penuh "Paman Sam" untuk merombak tatanan politik di Amerika Latin.

Pengetatan Blokade dan Gejolak di Havana

Selama masa jabatannya, Trump memang secara konsisten memperketat tekanan terhadap Kuba.

AS telah memberlakukan blokade bahan bakar yang hampir total, sebuah langkah yang berhasil melumpuhkan ekonomi pulau tersebut dan menyebabkan pemadaman listrik selama berjam-jam yang menyiksa warga sipil.

Strategi ini tampaknya bertujuan untuk menciptakan keresahan domestik yang dapat memicu keruntuhan rezim dari dalam.

Spekulasi mengenai penggulingan militer terhadap rezim Komunis Kuba pun mulai merebak di koridor kekuasaan Washington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:37 WIB

Tampan dan Pemberani, Javier Bardem Kritik Pedas Trump-Netanyahu di Panggung Oscar 2026

Tampan dan Pemberani, Javier Bardem Kritik Pedas Trump-Netanyahu di Panggung Oscar 2026

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:21 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:50 WIB

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:45 WIB

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:24 WIB

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 12:17 WIB

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

News | Senin, 16 Maret 2026 | 10:44 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×