Pria India Dapat 11 Dosis, Sakit dan Nyeri Badan Hilang, Saya Lebih Sehat

Siswanto, BBC

Sabtu, 08 Januari 2022 | 09:51 WIB
Pria India Dapat 11 Dosis, Sakit dan Nyeri Badan Hilang, Saya Lebih Sehat
BBC

Suara.com - India dibingungkan kasus seorang laki-laki yang setidaknya mendapatkan delapan kali vaksin Covid-19. Laki-laki ini mengaku mendapatkan 11 kali suntikan, "dua di antaranya didapatkan dalam waktu setengah jam".

Brahmdeo Mandal, demikian nama laki-laki berusia 65 tahun tersebut, mengaku menerima 11 dosis vaksin di negara bagian Bihar.

Pensiunan tukang pos ini mengatakan suntikan vaksin membantunya "mengatasi sakit, nyeri, dan agar tetap sehat".

Ia mengatakan "sejauh ini tidak ada efek samping dari 11 suntikan vaksin Covid yang ia terima".

Pekan ini ia berencana mendapatkan suntikan yang ke-12 di satu pusat vaksinasi, namun ia gagal mendapatkannya.

Tidak begitu jelas bagaimana petugas menolak memberikan vaksin kepada Mandal.

Baca juga:

Pemerintah sudah memulai penyelidikan untuk mengetahui bagaimana Mandal bisa mendapatkan banyak dosis vaksin.

"Kami sudah memiliki bukti bahwa ia mendapatkan delapan suntikan dari empat lokasi," ujar Amarendra Pratap Shahi, dokter yang bekerja di rumah sakit pemerintah di Madhepura, Bihar, kepada BBC.

baca juga

Data diunggah ke portal nasional

Sejak memulai program vaksinasi Covid pada 16 Januari 2021, India menawarkan dua dosis vaksin yang diproduksi oleh perusahaan lokal, Covishield dan Covaxin.

Dosis kedua vaksin Covishield harus diberikan 12-16 pekan setelah dosis pertama, sedangkan suntikan kedua Covaxin hanya boleh diberikan empat hingga enam pekan setelah suntikan pertama.

Vaksinasi bersifat sukarela dan diberikan melalui pusat-pusat vaksinasi di seluruh penjuru negeri yang berjumpat lebih dari 90.000.

Hampir semua pusat vaksinasi dijalankan oleh pemerintah.

Banyak di antara pusat vaksinasi yang tak memerlukan pendaftaran. Warga langsung datang dan menunjukkan kartu identitas, seperti kartu biometrik, kartu pemilik, dan surat izin mengemudi.

Data penerima vaksin kemudian diunggah ke portal nasional, CoWin.

Penyelidikan awal menunjukkan, Mandal pernah mendapatkan dua suntikan "hanya dalam waktu setengah jam" dan "data suntikan ini diunggah ke portal CoWin".

"Kami masih bingung bagaimana ini bisa terjadi. Sepertinya ada kesalahan di sistem. Kami juga ingin tahu apakah ada kelalaian petugas vaksinasi," kata Shahi, dokter yang bekerja di rumah sakit pemerintah di Bihar.

Pakar kesehatan masyarakat, Chandrakant Lahariya, kepada BBC mengatakan kasus ini hanya bisa terjadi jika "ada keterlambatan yang lama saat mengunggah data ke portal".

"Meski begitu, saya tetap bingung mengapa kasus ini tidak terdeteksi dengan cepat," kata Lahariya.

'Sembuhkan sakit dan nyeri'

Mandal mengaku mencatat semua suntikan vaksin Covid yang terima, mulai dari waktu, tanggal, hingga pusat vaksinasi yang ia datangi. Ia mengeklaim mendapatkan 11 suntikan mulai Februari hingga Desember 2021.

Kepada BBC, Mandal mengatakan ia mendatangi pusat-pusat vaksinasi di Madhepura dan dua distrik tetangga, salah satu lokasinya berjarak lebih 100 kilometer dari tempat tinggalnya, untuk mendapatkan suntikan.

Ia mengaku menggunakan kartu identitas yang berbeda.

"Setelah mendapatkan suntikan, rasa sakit dan nyeri di badan hilang. Tadinya saya punya masalah di lutut saya dan harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Sekarang, saya merasa sehat," kata Mandal.

Biasanya, orang yang menerima vaksin Covid merasakan demam, sakit kepala, nyeri, dan kelelahan.

Ada juga yang menunjukkan alergi parah, meski ini tergolong langka.

"Reaksi [demam, sakit kepala, nyeri badan, dan kelelahan] lumrah dialami setelah menerima dosis pertama dan kedua," kata Lahariya, pakar kesehatan masyarakat.

"Menerima suntikan vaksin [Covid] dalam jumlah banyak mestinya tak berbahaya karena tubuh sudah memiliki antobodi dan vaksin dibuat dengan memakai komponen yang tidak membahayakan," jelas Lahariya.

Data menunjukkan 65% penduduk India sudah menerima dua dosis vaksin dan sekitar 91% menerima dosis pertama.

Proporsi di Bihar lebih rendah dari angka nasional: 36% untuk dua dosis dan 49% untuk dosis pertama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Berperan Jahat di The Remarried Empress, Joo Ji Hoon Siap Dicaci Penonton

Berperan Jahat di The Remarried Empress, Joo Ji Hoon Siap Dicaci Penonton

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Penjelasannya

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:50 WIB

ASDP Jajaki Rute Feri DumaiMalaka, Konektivitas Indonesia-Malaysia Diperluas

ASDP Jajaki Rute Feri DumaiMalaka, Konektivitas Indonesia-Malaysia Diperluas

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ibu, Sefril Nggak Bisa Pulang: Video Terakhir Atlet Panjat Tebing Sebelum Gugur di Badai Api Bromo

Ibu, Sefril Nggak Bisa Pulang: Video Terakhir Atlet Panjat Tebing Sebelum Gugur di Badai Api Bromo

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Ditemukan di Dalam Gua, TNI Rebut Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

Ditemukan di Dalam Gua, TNI Rebut Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Profil Letjen Suharyanto, Eks Kepala BNPB yang Dicopot Prabowo usai Sang Adik Terjaring OTT KPK

Profil Letjen Suharyanto, Eks Kepala BNPB yang Dicopot Prabowo usai Sang Adik Terjaring OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:37 WIB

RuneScape Reignited Siap Meluncur! Petualangan Baru Dimulai 2 Desember

RuneScape Reignited Siap Meluncur! Petualangan Baru Dimulai 2 Desember

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Babymonster Konser di Jakarta Hari Ini, Intip Rundown Lengkapnya

Babymonster Konser di Jakarta Hari Ini, Intip Rundown Lengkapnya

Entertainment | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Buron 4 Tahun ke Jakarta, Perampok Bersenpi yang Sekap Pasutri di Lampung Utara Akhirnya Diciduk

Buron 4 Tahun ke Jakarta, Perampok Bersenpi yang Sekap Pasutri di Lampung Utara Akhirnya Diciduk

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Soal Wacana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, DPR: Jangan Buat Pegawai Gelisah!

Soal Wacana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, DPR: Jangan Buat Pegawai Gelisah!

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:25 WIB

×