facebook

Megawati Sapa Ahok 'Sahabat Saya', Hasto PDIP: Tak Ada Hubungannya Dengan Pilgub DKI 2024

Chandra Iswinarno
Megawati Sapa Ahok 'Sahabat Saya', Hasto PDIP: Tak Ada Hubungannya Dengan Pilgub DKI 2024
Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Achmad Ali)

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan sapaan hangat Megawati Soekarnoputri terhadap Basuki Tjahaja Purnama, tidak bisa disimpulkan sebagai bentuk dukungan politik.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (Sekjen DPP PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan sapaan hangat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam acara HUT Ke-49 Partai, tidak bisa disimpulkan sebagai dukungan politik.

Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan Ketua Umum Megawati menyapa berbagai pihak dalam rangka menjaga kehangatan persahabatan.

"Memang Ibu Mega ini membangun persahabatan,dan memang sekali klik itu terus berlangsung. Dengan Pak Prabowo Subianto, ibu membangun persahabatan, dengan Pak Ahok, ibu membangun persahabatan. Dengan tokoh-tokoh nasional, dengan Buya Syafii Maarif tadi sudah disebut, dengan Kiai Said Aqil Siradj," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022).

Di sisi lain, Hasto mengatakan, Megawati memiliki ketertarikan kepada orang-orang yang peduli lingkungan dan makanan seperti Ahok.

Baca Juga: Momen Megawati Sapa Ahok di HUT PDIP ke-49: Ada Sahabat Saya

"Pak Ahok ini punya mi khusus dari Bangka sana. Karena itu, seringkali dialog-dialog politik kebangsaaan itu dilakukan sambil menikmati kuliner surganya nusantara yang begitu luar biasa," ungkapnya.

Hasto kemudian menyebut posisi Ahok pada Pilgub 2017 merupakan korban politik. Padahal, lanjut dia, Ahok selama memimpin Jakarta sangat luar biasa, bahkan banyak membangun masjid. 

Ahok, lanjut Hasto, juga memiliki ketegasan ketika menghadapi pihak-pihak yang ingin mendapat keuntungan kapital. 

Untuk itu, Hasto menegaskan, sapaan akrab Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan kata 'sahabat' kepada Ahok tidak bisa disimpulkan sebagai dukungan politik termasuk soal Pilkada 2024.

"Jadi itu nggak ada hubungannya dengan Pilgub 2024. Pidato Ibu Ketum disampaikan langsung oleh beliau sebagai hasil kontemplasi, tujuannya agar PDIP dapat dukungan dengan masyarakat Indonesia agar masalah ini dapat diatasi bersama-sama. Tetapi kalau Bu Mega mau menetapkan Pak Ahok, juga itu kewenangan Bu Mega," tandasnya.

Baca Juga: Di Depan Megawati, Jokowi Beberkan Alokasi Dana Desa hingga Stop Ekspor Nikel Bahan Mentah

Sebelumnya, Presiden dan Wakil Presiden hingga jajaran menteri di kabinet turut hadir dalam acara puncak HUT PDIP ke-49 yang digelar secara hybrid atau virtual, Senin (10/1/2022).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar