facebook

Soal Penundaan Pilpres 2024, Bahlil Kena Semprot Presiden KSPI: Jangan Main-main!

Nur Afitria Cika Handayani
Soal Penundaan Pilpres 2024, Bahlil Kena Semprot Presiden KSPI: Jangan Main-main!
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. [ANTARA/Ade Irma Junida]

Said Iqbal memberikan teguran kepada Bahlil terkait pernyataan tentang penundaan Pilpres 2024.

Suara.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia disemprot Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Said Iqbal memberikan teguran kepada Bahlil terkait pernyataan tentang penundaan Pilpres 2024.

Dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, pernyataan Bahlil tersebut dapat membahayakan bangsa.

"Jangan main main Bahlil. Saya ingatkan Bahlil sebagai menteri investasi, kau dipilih oleh presiden untuk membantu presiden, bukan mengchaoskan negeri ini," kata Iqbal, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Tanggapi Isu Prabowo dan Cak Imin Dipasangkan di Pilpres 2024, Pengamat Pesimis

"Kau bertanggung jawab sebagai menteri ini mengungkapkan itu ke dalam publik menjadi diskursus yang membahayakan negeri ini," imbuhnya.

Iqbal mengatakan, sepanjang sejarah di Indonesia, pemilu tak pernah ditunda atau bahkan diundur.

Penundaan pemilu bisa saja terjadi jika situasi genting atau dalam kondisi perang.

"Negeri ini sepanjang Republik nggak ada itu (Pemilu diundur) kecuali perang, kecuali terjadi situasi genting pemilu bisa dimundurkan itu pun melalui sebuah proses referendum," bebernya.

Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan Bahlil bahwa yang menginginkan perpanjangan jabatan Jokowi merupakan penguasaha yang anti nasionalisme dan rakus.

Baca Juga: Tegur Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Soal Jokowi Hingga 2027, Presiden KSPI Said Iqbal: Jangan Main-main!

"Bahlil saya ingatkan, pengusaha yang bicara sama kau itu pengusaha yang anti nasionalimse, pengusaha yang rakus dan serakah hanya mementingkan kelompok dan dirinya membahayakan ini negeri," ungkap Iqbal.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar