facebook

Mendagri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak di Riau

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Mendagri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak di Riau
Mendagri, Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan vaksinasi anak di Riau. (Dok: Kemendagri)

Vaksinasi anak dibutuhkan agar anak-anak dapat melangsungkan pembelajaran tatap muka.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Riau pada Jumat, (21/1/2022). Tito meninjau pelaksanaan vaksinasi anak di SDN 36 Pekanbaru.

Tito didampingi oleh jajaran pejabat Kemendagri seperti Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil), Safrizal ZA; Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda), Agus Fatoni; Staf Khusus Mendagri Apep Fajar Kurniawan, serta Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan.

Dalam kunker tersebut, Tito disambut oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus, serta jajaran perangkat daerah lainnya.

Tito juga menyempatkan dialog dengan jajaran camat se-Pekanbaru secara virtual. Dialog tersebut untuk memastikan kondisi terkini mengenai upaya vaksinasi telah berjalan lancar di kecamatan masing-masing.

Baca Juga: Gibran Buka-bukaan Soal Efek Usai Divaksin Booster, Ada Nyeri di Bagian Ini

Tito menjelaskan, meskipun indikator kasus Covid-19 di Pekanbaru, baik secara kasus, angka kematian, hingga angka keterisian tempat tidur alias bed occupancy ratio (BOR) relatif menurun, penanganan Covid-19 tidak boleh lengah. Sebab, ancaman dari mutasi virus Covid-19 terus terjadi.

"(Kita tidak boleh lengah), karena apa? Saat ini ada varian baru bernama Omicron. Kedua, di negara lain terjadi ledakan," ujarnya saat memberikan arahan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru.

Lebih lanjut, Tito meminta agar penanganan Covid-19 fokus pada penegakan protokol kesehatan. Hal itu mencakup penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), serta mempercepat vaksinasi.

Dalam kaitan itu, Tito mengimbau agar penanganan vaksinasi difokuskan pada percepatan vaksinasi booster (vaksinasi dosis ketiga), vaksinasi anak, dan lansia (lanjut usia). Vaksinasi booster, ungkap Mendagri, diperlukan untuk memperkuat antibodi.

Sementara vaksinasi anak dibutuhkan agar anak-anak dapat melangsungkan pembelajaran tatap muka, sehingga tidak terjadi learning loss yakni kemunduran pengetahuan akademik akibat faktor tertentu.

Baca Juga: Tingkatkan Cakupan Vaksinasi, Austria Bagikan Vocer Lotre Bagi Para Peserta

"Sedangkan (vaksinasi) lansia ini diperlukan langkah door to door (pintu ke pintu). Karena lansia bila dibawa ke tempat vaksinasi, mereka susah kadang-kadang. Maka dibutuhkan tim kecil, karena kebanyakan yang meninggal dari lansia," tambahnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar