Israel Pesan 3 Kapal Selam Terbaru dari Jerman Seharga 3 Miliar Euro

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 24 Januari 2022 | 14:47 WIB
Israel Pesan 3 Kapal Selam Terbaru dari Jerman Seharga 3 Miliar Euro
DW

Suara.com - Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan pemesanan 3 kapal selam model terbaru dari perusahaan Thyssenkrupp, Jerman. Kesepakatan pembelian seluruhnya mencakup nilai 3 miliar euro (US$3,4 miliar).

Perusahaan Thyssenkrupp Marine Systems di Jerman akan membangun tiga kapal selam terbaru untuk Angkatan Laut Israel seharga 3 miliar euro atau senilai 3,4 miliar dolar, kata Kementerian Pertahanan Israel hari Kamis (20/1).

Kementerian Pertahanan selanjutnya mengatakan, para pihak juga menandatangani perjanjian kerja sama industri strategis senilai lebih dari 850 juta euro.

Kapal selam yang dipesan adalah dari seri terbaru kelas Dakar. Angkatan Laut Israel saat ini mengoperasikan lima kapal selam kelas Dolphin buatan Jerman, dengan yang keenam sedang dibuat di Jerman.

Tiga kapal selam kelas Dakar akan menggantikan tiga kapal selam Dolphin yang menua.

Desain baru dengan rancangan khusus

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jerman atas bantuannya dalam menggolkan perjanjian (pembelian), dan atas komitmennya terhadap keamanan Israel," kata Menteri Pertahanan Benny Gantz.

"Saya yakin bahwa kapal-kapal selam baru akan meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Israel dan akan berkontribusi pada keunggulan keamanan Israel di wilayah ini.”

Perjanjian pembelian itu juga mencakup pembangunan simulator untuk pelatihan di Israel dan pasokan suku cadang.

baca juga

"Kelas Dakar akan memiliki desain yang benar-benar baru, yang secara khusus dirancang untuk memenuhi persyaratan operasional Angkatan Laut Israel,” kata Thyssenkrupp Marine Systems dalam rilisnya.

Mantan pejabat tinggi Israel diusut dalam kasus pembelian senjata Pengumuman itu datang hanya beberapa hari sebelum kabinet Israel dijadwalkan membahas pembentukan panel untuk menyelidiki proses pengambilan keputusan di balik pembelian kapal selam dan kapal rudal dari Jerman senilai ratusan juta dolar di bawah perintahan Benjamin Netanyahu.

Kejaksaan Israel tahun lalu mendakwa beberapa warga Israel, termasuk seorang pengusaha, mantan perwira angkatan laut dan mantan menteri kabinet, terlibat dalam penyuapan, pencucian uang, dan penggelapan pajak sehubungan dengan perjanjian pembelian dari 2009 hingga 2016.

Ini melibatkan beberapa pejabat tinggi militer dan rekanan mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dua rekan terdekat Netanyahu dituduh melobi pejabat pertahanan Israel untuk memilih menandatangani kontrak dengan ThyssenKrupp.

Perusahaan Thyssenkrupp mengatakan, penyelidikan internal tidak menemukan bukti-bukti adanya korupsi dalam penanganan penjualan.

Sejauh ini, pemerintah Israel juga tidak mengambil tindakan terhadap terhadap perusahaan. hp/vlz (dpa, rtr, afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 17:42 WIB

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:40 WIB

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:36 WIB

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:25 WIB

Pembahasan RUU Pemilu Masih Tahap Awal, DPR Tegaskan Belum Ada Keputusan

Pembahasan RUU Pemilu Masih Tahap Awal, DPR Tegaskan Belum Ada Keputusan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:20 WIB

Prabowo Silakan KPK Tindak Anak Buah, Jubir Sebut Korupsi Mencekik Pelayanan Publik

Prabowo Silakan KPK Tindak Anak Buah, Jubir Sebut Korupsi Mencekik Pelayanan Publik

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:17 WIB

Review Film Once We Were Us: Ternyata Cinta Saja Tak Selalu Cukup

Review Film Once We Were Us: Ternyata Cinta Saja Tak Selalu Cukup

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:15 WIB

Plesir Malam di Bangkok: Menyusuri Chao Phraya dari Atas Kapal Pesiar

Plesir Malam di Bangkok: Menyusuri Chao Phraya dari Atas Kapal Pesiar

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 17:12 WIB

×