Penjara Liberia Kekurangan Makanan: Kami Cuma Diberi Sepiring Nasi Sehari

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 31 Januari 2022 | 18:08 WIB
Penjara Liberia Kekurangan Makanan: Kami Cuma Diberi Sepiring Nasi Sehari
BBC

Suara.com - Pasokan makanan bagi narapidana di penjara utama di Liberia makin menipis. Hal ini mengungkapkan kondisi mengerikan yang telah lama terjadi di penjara negara itu.

Kurangnya jatah makanan ini berdampak terhadap 15 penjara di negara tersebut, memaksa dua di antaranya harus berhenti menerima narapidana baru.

Hal ini diketahui setelah dua hari sebelumnya seorang dermawan lokal dan badan amal badan amal turun tangan untuk menutupi kekurangan pasokan makanan bagi narapidana. Namun, persoalan yang lebih umum yaitu jumlah narapidana yang melebihi kapasitas penjara dan minimnya anggaran - belum teratasi.

Di Penjara Pusat Monrovia, yang menghadap ke Samudra Atlantik, sebanyak 1.400 orang berdesakan di dalam ruang penjara yang semestinya ditempati kurang dari 400 orang.

Bagian luar dinding penjara ini telah dirombak berwarna abu-abu cerah--bisa menyesatkan siapa pun yang melewatinya karena menganggap kecerahan juga terjadi di dalamnya.

Dalam kesempatan yang langka saat seremoni pembukaan pondok kunjungan yang baru, sekelompok narapidana melampiaskan rasa frustasi mereka menyusul krisis makanan di dalam penjara, kepada wartawan.

Seorang narapidana kasus pemerkosaan yang sedang menjalani masa tahanan di tahun ketiga, berbisik berulang kali saat menjelaskan bagaimana ia frustasi karena kekurangan makanan.

"Pemerintah hanya memberi kami satu piring nasi setiap hari; sekali sehari," katanya.

Saat ia bicara, puluhan narapidana lainnya ikut mengangguk; kemarahan dan frustasi terpancar dari wajah mereka.

Pria yang bertanggung jawab atas Pejara Pusat Monrovia, Varney G Lake, mengakui bahwa kepadatan penjara saja sudah merupakan "pelanggaran hak asasi manusia".

Dia juga mengeluhkan infrastruktur yang buruk, dan persoalan fasilitas yang kurang terpelihara, seperti diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar lokal, FrontPage Africa.

Saat kekurangan makanan melanda, Upjit Singh Sachdeva, seorang pengusaha terkenal di Monrovia, ikut menyumbang makanan. Ia segera bergegas ke penjara dengan jatah makanan darurat untuk menenangkan kecemasan narapidana di dalam penjara.

Pria yang dikenal dengan nama "Jeety", mengatakan kepada BBC bahwa sumbangannya itu "dimaksudkan untuk membantu proses transformasi narapidana".

Selain itu, dalam keyakinan agamanya terdapat prinsip "ketika kamu punya makanan, berbagilah dengan yang lain".

Tindakannya ini kemudian diikuti oleh kelompok advokasi, Prison Fellowship Liberia yang menyumbang beras dan dan minyak.

Di sisi lain, untuk jangka panjang, pihak berwenang tak bisa terus bergantung dari amal untuk mempertahankan layanan di penjara.

'Semua penjara kami sudah usang'

Direktur lapas nasional Liberia, Rev S Sainleseh Kwaidah, mengkonfirmasi bahwa kekurangan makanan yang layak bagi tahanan, merupakan satu dari banyak persoalan yang ia hadapi.

Dia menuding kekurangan tersebut akibat keterlambatan anggaran dari pemerintah yang semestinya disalurkan setiap bulan.

Contohnya, anggaran yang semestinya digunakan untuk membeli makanan pada September, baru cair setelah Desember.

Akibatnya, para pengawas penjara harus "pinjam uang ke sana ke sini," untuk memberi makan narapidana.

Salah satu masalahnya, kata Rev Kwaidah, anggaran makanan narapidana tersebut dijadikan dalam satu item yaitu "kebutuhan dasar penjara".

"Anggaran ini juga meliputi makanan, akomodasi, pengobatan, operasional, perawatan, perbaikan yang rusak-rusak"

"Semua penjara yang ada di negara ini sekarang sudah usang, termasuk Penjara Pusat Monrovia; semua butuh perbaikan," tambahnya, dengan nada tinggi.

Dia juga menyoroti kekurangan fasilitas medis dan kelayakan seragam bagi narapidana maupun sipir penjara.

Seragam penjara terakhir kali dipasok oleh PBB lebih dari 10 tahun lalu.

Dan, tidak ada kendaraan dan bahan bakar untuk mengantar para narapidana.

"Sejauh ini, kami memindahkan para tahanan ke banyak penjara menggunakan 'kek-keh' [kendaraan roda tiga]," katanya. Tak ada pintunya, jadi tidak layak digunakan sebagai transportasi tahanan.

Kendaraan dari PBB yang ditinggalkan saat misi perdamaian di sini sudah lebih dari enam tahun lalu "sudah terbakar dan rusak".

Menteri Hukum, Frank Musa Dean yang bertanggung jawab atas sistem pidana, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah menyadari persoalan-persoalan ini, karena telah disorot dalam audit resmi.

Tapi ia tak punya rencana perbaikan jangka pendek.

"Kami percaya bahwa legislatif akan mengalokasikan dana dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatasinya," katanya.

Kesempatan untuk rehabilitasi

Pada 2011, pemerintah menyusun rencana 10 tahun untuk mengembangkan fasilitas, dan Dean mengatakan, meskipun ini "sedang dilaksanakan... ada tantangannya" termasuk kenyataan bahwa jumlah narapidana meningkat dua kali lipat.

Juga, di negara ini di mana banyak orang masih kelaparan, kemungkinan tak banyak yang simpati terhadap para narapidana. Bagaimana pun, sistem pidana semestinya menerapkan konsep rehabilitasi di samping pemenjaraan.

Dalam sejumlah kasus, para tahanan dimanfaatkan untuk membantu dalam pembangunan infrastruktur, dengan keterampilan baru yang bisa membantunya ketika bebas dari penjara.

Sebuah proyek terbaru di Pusat Penjara Monrovia mempekerjakan para tahanan untuk membangun pondok pengunjung di dalam kompleks penjara.

Dengan menggunakan seragam biru tua yang disumbang dari badan amal Unity Alliance Incorporated, mereka diizinkan untuk berkumpul di luar sel mereka untuk membangun pondok pengunjung.

Para tahanan memberi sinyalemen kepada BBC, bahwa mereka semestinya diberikan kesempatan kedua.

Jonathan, 37 tahun, yang terlibat dalam kasus pembunuhan, sudah mendekam selama delapan tahun di penjara. Ia mengaku senang karena bisa mengambil bagian dari pekerjaan untuk melakukan renovasi.

Dia mengaku bahwa ia "adalah orang yang kejam di luar penjara, tapi saya bekerja dan pikiran saya sekarang berubah.

"Saya duduk, melihat dan menyesali tindakan saya, saya meminta pengampunan kepada Tuhan terlebih dahulu dan mencoba berbicara pada orang-orang yang pernah saya sakiti."

"Dan saat Tuhan menjawab, segala sesuatu bergerak ke arah sana." Tapi ketika ada perubahan besar dalam sistem penjara, Jonathan dan yang lainnya, mungkin akan menunggu lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:27 WIB

Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis

Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:24 WIB

7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya

7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:22 WIB

Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI

Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:22 WIB

Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan

Target Besar Tambang RI, Smelter Pakai 100% Energi Terbarukan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:20 WIB

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:19 WIB

3 Rekomendasi Lipstik Purbasari yang Tidak Luntur Meski Makan Gorengan

3 Rekomendasi Lipstik Purbasari yang Tidak Luntur Meski Makan Gorengan

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 08:17 WIB

Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar

Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:16 WIB

7 Motor Listrik yang Kuat Buat Boncengan dan Anti Macet di Tanjakan

7 Motor Listrik yang Kuat Buat Boncengan dan Anti Macet di Tanjakan

Otomotif | Rabu, 08 April 2026 | 08:09 WIB

Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-17 2026

Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia untuk Piala AFF U-17 2026

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 08:06 WIB

Terkini

Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis

Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:24 WIB

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:19 WIB

Penderitaan 21 Tahun Warga Bintaro: Akses Jalan Tersandera Pungli, DPRD Desak Pemkot Bertindak!

Penderitaan 21 Tahun Warga Bintaro: Akses Jalan Tersandera Pungli, DPRD Desak Pemkot Bertindak!

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:01 WIB

Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:59 WIB

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:51 WIB

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:48 WIB

Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!

Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:44 WIB

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:39 WIB

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:31 WIB