DPR Minta Kasus Bumame Jangan Dibiarkan Berlalu, Perlu Investigasi Apakah Teledor atau Ada Kesengajaan?

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 03 Februari 2022 | 17:06 WIB
DPR Minta Kasus Bumame Jangan Dibiarkan Berlalu, Perlu Investigasi Apakah Teledor atau Ada Kesengajaan?
Seorang perempuan melayangkan protes langsung ke petugas Bumame Farmasi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, karena dinyatakan positif Covid-19. (tangkap layar/ist)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan mengatakan dugaan pemalsuan tes Covid-19 terhadap seorang perempuan di gerai Bumame Farmasi tidak bisa dibiarkan begitu berlalu begitu saja.

Ia sendiri menyayangkan kejadian itu bisa menimpa kepada masyarakat.

"Saya kira ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Artinya ya sangat-sangat kita sayangkan keteledoran apapun namanya sangat kita sayangkan, namun demikian tidak boleh dibiarkan demikian saja," kata Handoyo kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

Investigasi lebih lanjut kata Handoyo, perlu dilakukan untuk mencari tahu apakah kejadian itu karena faktor keteledoran manusia atau human error atau ada unsur kesengajaan.

"Perlu ada investigasi, pendalaman perlu ada penyelidikan, apakah ini hanya sebatas human error apakah ini sebatas keteledoran atau bisa jadi mungkin ada kesengajaan?" ujarnya.

Sementara itu LaporCovid-19 menyoroti peristiwa dugaan pemalsuan tes Covid-19 terhadap seorang perempuan di gerai Bumame Farmasi. Dalam video yang beredar, seorang wanita protes karena sudah mendapat surat yang menyatakan dirinya positif Covid-19. Padahal, dirinya belum datang untuk mengikuti tes PCR.

Yemiko Happy dari LaporCovid-19, mengatakan atas peristiwa tersebut dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap hasil tes Covid-19.

"Pertama-tama memang itu sangat merugikan dari perspektif masyarakat dan bisa menyebabkan penurunan kepercayaan masyarakat," kata Yemiko saat dihubungi Suara.com, Kamis (3/2/2022).

Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian pemerintah. Memastikan klinik tes Covid-19 melayani masyarakat sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

baca juga

"False positif bisa jadi karena alat tidak sesuai standar atau human error, tetapi kasus semacam ini kan sudah lama terjadi," ujar Yemiko.

Dari pemantauan LaporCovid-19 kejadian tersebut bukan kasus baru, namun telah terjadi secara berulang-ulang. Karenanya pemerintah dinilai gagal melakukan pengawasan terhadap perusahaan penyedia tes Covid-19.

"Tidak hanya sekali dua kali kasus ini terjadi, berarti menunjukkan pemerintah tidak bisa mengawasi dengan baik perusahaan-perusahaan tes. Jadi jika sudah terjadi hal ini, mungkin pemerintah bisa memberikan sanksi kepada pihak bersangkutan," ujarnya.

Viral

Aksi perempuan yang protes soal hasil tes Covid-19 di Bumame Farmasi menjadi konsumsi publik, setelah videonya viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang didapat Suara.com, peristiwa terjadi Kamis, hari ini.

Berdasarkan pengakuan perempuan perekam video, dirinya telah membuat janji menjalani tes covid-19 di laboratorium Bumame Farmasi, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Namun, belum sampai menjalani tes, ia malah sudah menerima hasilnya yang menyatakan positif mengidap covid-19.

"Sementara sayanya belum datang. Ini kan aneh sekali, orang saya belum datang kok sudah dikirimi hasil? Terus dua-duanya positif lagi," protes wanita yang merekam video tersebut.

Padahal, wanita tersebut sudah berencana terbang ke Bali, yang tentu saja memerlukan hasil negatif tes covid-19.

Dalam video tersebut, tampak pegawai laboratorium membandingkan hasil tes covid-19 yang dibawa si perekam video.

"Saya besok mau terbang ke Bali, saya enggak bisa dong. Karena kalian sudah bikin hasil tes palsu. Orang sayanya juga belum datang," sambungnya. "Ini parah sekali lho kesalahan kalian."

Pihak laboratorium lantas melakukan investigasi singkat mengenai penyebab situasi yang terjadi. Salah satu pegawai laboratorium yang lain menyebut hasil yang diterima tersebut sebagai human error.

"Oh maaf, itu ada human error dari kami," ungkap petugas lab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemalsuan Hasil Tes di Bumame Farmasi Bukan Kasus Baru, Pemerintah Dianggap Gagal Awasi Layanan Tes Covid-19

Pemalsuan Hasil Tes di Bumame Farmasi Bukan Kasus Baru, Pemerintah Dianggap Gagal Awasi Layanan Tes Covid-19

News | Kamis, 03 Februari 2022 | 16:32 WIB

Heboh Wanita Belum Ikut Tes Sudah Dapat Surat Positif Covid-19, Petugas: Oh, Maaf Human Error

Heboh Wanita Belum Ikut Tes Sudah Dapat Surat Positif Covid-19, Petugas: Oh, Maaf Human Error

Bekaci | Kamis, 03 Februari 2022 | 16:03 WIB

Viral Perempuan Protes Belum Tes PCR Tapi Sudah Keluar Surat Positif Covid-19, Ini Penjelasan Bumame Farmasi SCBD

Viral Perempuan Protes Belum Tes PCR Tapi Sudah Keluar Surat Positif Covid-19, Ini Penjelasan Bumame Farmasi SCBD

News | Kamis, 03 Februari 2022 | 15:53 WIB

Terkini

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×