Jawab Tudingan Faisal Basri Soal Proyek di IKN, Adik Prabowo: Ini Kebohongan Besar, Tak ada Deal Politik

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 08 Februari 2022 | 16:22 WIB
Jawab Tudingan Faisal Basri Soal Proyek di IKN, Adik Prabowo: Ini Kebohongan Besar, Tak ada Deal Politik
Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Hasim Djojohadikusumo. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo buka suara terkait tudingan mendapatkan keuntungan dari proyek Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Terkait tuduhan itu Hakim mengaku kaget dan kecewa karena disebut bagian dari oligarki dan mendapatkan jatah proyek dari pemerintah.

"Saya terkejut dan saya kecewa dengan nama saya disebut sebut seolah olah bagian dari oligarki, seolah olah terus dapat rezeki dari pemerintah, dapat pembagian proyek dari pemerintah," ujar Hashim dalam jumpa pers secara virtual, Selasa (8/2/2022)

"Dan seolah-olah ini bagian suatu deal politik antara pak Prabowo dan pak Jokowi, agar Prabowo ditarik atau disambut sebagai bagian dari pemerintah Indonesia tahun 2019, ini isu yang beredar," sambungnya.

Pernyataan Hashim ini sekaligus menanggapi pernyataan Ekonom Faisal Basri yang menyebut rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur adalah modus pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk bagi-bagi proyek ke koleganya. Bahkan Faisal mencontohkan pengadaan air bersih untuk IKN akan digarap oleh Hashim Djojohadikusumo yang merupakan pengusaha dan adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Hashim menjelaskan bahwa pihaknya dalam hal ini Arsari Group telah memiliki lahan seluas 260 ribu hektar di daerah Balikpapan di Kalimantan Timur sejak 2007 silam, yang di dalamnya terdapat pelabuhan kecil seluas 450 hektar.

"Saya waktu itu memutuskan untuk membeli suatu HPH suatu perusahaan yang punya HPH yang cukup besar 260 ribu heketar sekaligus juga ada tanah yang dekat ada punya pelabuhan kecil dan sebagainya itu sejumlah kurang lebih 450 hektar dan waktu itu 2007," ucap dia.

Kemudian pada 2013, Hashim melepaskan ke masyarakat dan Pemda setempat seluas 93 ribu hektar. Kata Hashim, lahan tersebut ia lepaskan ke masyarakat tanpa mendapat kompensasi apapun.

"Lalu tahun 2015 dan 2016, tentunya menggambarkan konsep program kami untuk melakukan rebiosasi atau penanaman kembali hutan-hutan yang rusak secara tumpang sarim suatu konsep sebetulnya menjadi bidang usaha grup Arsari," kata dia.

Selanjutnya kata Hashim, pihaknya mengembangkan proyek untuk mensuplai air bersih pada 2015 ke sejumlah kota ke Kalimantan. Pihaknya juga mengajukan ke industri seperti kilang Pertamina, pabrik kertas, pabrik sawit, dimana industri tersebut memerlukan air bersih.

Lalu pada tahun 2016 kata Hasim, Arsari Grup menunjuk suatu perusahaan konsultan air bersih dari Belanda untuk melakukan studi kelayakan di lahannya. Hasilnya, bahwa proyek air bersih sangat layak dibangun.

"Study atau kelayakan apakah layak atau tidak dibangun proyek air yang besar di tempat yang saya miliki di Kaltim. Waktu itu dibuat satu studi cukup mahal yang saya bayar dan studi kelayakan tersebut menunjukkan bahwa proyek air bersih di Kaltim itu sangat layak dan visibel dan bisa dilaksanakan dan bisa dibangun," kata Hashim.

Ia menegaskan bahwa proyek air bersih tersebut telah ada sejak 2016 silam, sebelum pengumuman Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur oleh Presiden Jokowi

"Tujuan dari priyek air bersih saya tahun 2016 adalah untuk suplai air ke Balikpapan, Samarinda, Kota Bangun, Tenggarong, Kabupatan Penajam Paser Utara dan sekitarnya. Tujuan itu 3 tahun sebelum pengumuman oleh pak Jokowi akan letak lokasi IKN baru, ini 3 tahun sebelumnya," tutur Hashim.

Karena itu Hashim menegaskan bahwa tudingan Faisal Basri merupakan sebuah kebohongan besar dan sebuah fitnah.

Pasalnya kata dia, proyek air bersih untuk melayani kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur, dan tak ada deal politik apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Setujui Permohonan Menhan Prabowo Jual Dua Kapal Perang, KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyuk 513

DPR Setujui Permohonan Menhan Prabowo Jual Dua Kapal Perang, KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyuk 513

News | Selasa, 08 Februari 2022 | 15:47 WIB

Prabowo Puji KSAD Dudung: Beliau Peduli Kesejahteraan Prajuritnya

Prabowo Puji KSAD Dudung: Beliau Peduli Kesejahteraan Prajuritnya

News | Selasa, 08 Februari 2022 | 14:58 WIB

Prabowo Puji Kepemimpinan Jenderal Dudung: TNI AD Akan Makin Kuat dan Hebat Lagi

Prabowo Puji Kepemimpinan Jenderal Dudung: TNI AD Akan Makin Kuat dan Hebat Lagi

News | Selasa, 08 Februari 2022 | 14:35 WIB

Tidak Masalah Puluhan Tokoh Bikin Petisi Tolak IKN, DPR: Bisa jadi Tolok Ukur Berapa Banyak yang Minta IKN Ditangguhkan

Tidak Masalah Puluhan Tokoh Bikin Petisi Tolak IKN, DPR: Bisa jadi Tolok Ukur Berapa Banyak yang Minta IKN Ditangguhkan

News | Selasa, 08 Februari 2022 | 14:31 WIB

Terkini

Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah

Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah

News | Jum'at, 03 April 2026 | 10:06 WIB

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 09:22 WIB

Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai

Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai

News | Jum'at, 03 April 2026 | 09:10 WIB

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:52 WIB

Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!

Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:37 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:31 WIB

Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:24 WIB

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:12 WIB

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:10 WIB

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB