Produksi Vaksin 11 M Dosis, 40% Warga Dunia Belum Divaksin: Apa yang Salah?

Siswanto, BBC

Senin, 14 Februari 2022 | 12:44 WIB
Produksi Vaksin 11 M Dosis, 40% Warga Dunia Belum Divaksin: Apa yang Salah?
BBC

Suara.com - Pada pekan ini, tercatat satu miliar dosis vaksin Covid-19 telah disumbangkan ke negara-negara yang kurang mampu. Angka ini mungkin tampak seperti tonggak baru yang menggembirakan. Namun ternyata, 40% populasi dunia masih belum menerima vaksin Covid sama sekali.

Sebanyak 11 miliar vaksin Covid telah diproduksi, yakni jumlah yang cukup untuk memvaksinasi setiap orang dewasa di dunia sebanyak dua kali. Jadi, apa yang salah?

"Bahkan sampai sekarang, lebih dari 70% vaksin diterima oleh negara-negara G20, yang berarti 175 negara lainnya ketinggalan," kata mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, yang sekarang berperan sebagai duta Organisasi Kesehatan Dunia untuk pembiayaan kesehatan global.

Akibatnya, sebagian besar negara kaya telah memvaksinasi lebih dari 60% dari populasi mereka, sementara rata-rata di antara negara-negara berpenghasilan rendah hanya mencapai 10% penduduk.

Baca juga:

Inisiatif Covax didirikan pada tahun 2020 untuk memastikan akses vaksin yang setara, tetapi pada paruh pertama tahun lalu, persaingan terhadap akses itu menjadi sangat ketat.Negara-negara kaya menuntut pesanan mereka dipenuhi terlebih dahulu.

Pada April 2021, Inggris meminta lima juta dosis AstraZeneca dari pabrik produksi di India. Tetapi pada pertengahan Mei, lebih dari 4.000 orang meninggal karena Covid di India setiap hari. Kondisi itu mendorong India untuk menerapkan larangan ekspor.Covax kemudian kalah saing dalam prioritas antrean akses vaksin. Covax kemudian menjadi bergantung pada sumbangan dosis berlebih yang tidak dibutuhkan oleh negara-negara kaya. Tapi ini berarti pasokannya tidak menentu."Untuk pengiriman pertamanya tahun lalu, Kenya mengharapkan tiga juta dosis dan malah menerima 1,1 juta. Kemudian selama tiga bulan mereka tidak menerima apa pun," kata Dr Catherine Kyobutungi, dari Pusat Penelitian Kependudukan dan Kesehatan Afrika, yang berbasis di Nairobi.

Kenya harus mengubah rencana vaksinasinya beberapa kali untuk beradaptasi dengan pengiriman yang tidak dapat diprediksi. Dr Kyobutungi meyakini bahwa hal ini menyebabkan gangguan serius pada upaya vaksinasi negara itu."Ketika orang siap untuk divaksinasi, mereka pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan vaksin mereka dan mereka ditolak. Siapa yang punya waktu untuk pergi ke tiga tempat berbeda untuk mendapatkan vaksin?"Pada bulan Oktober dan November, sejumlah besar dosis akhirnya mulai diberikan. Namun selang beberapa bulan, jumlah orang yang divaksinasi di Kota Nairobi hanya mampu mencapai 40%. Banyak bagian pedesaan negara itu hanya mendekati 5%."Dan pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi bulan depan ketika sebagian dari dosis itu kedaluarsa? Kita mungkin akan kembali ke posisi semula."Pada bulan Januari, Uganda mengatakan harus memusnahkan 400.000 dari 500.000 dosis vaksin Moderna yang diterimanya, karena tidak mungkin untuk memberikannya sebelum tanggal kedaluwarsa.Nigeria menghancurkan satu juta dosis vaksin pada bulan Desember, dan mengumumkan tidak akan lagi menerima dosis dengan sisa masa simpan yang pendek. Sekitar sepertiga dari satu miliar vaksin yang disumbangkan belum disuntikkan - tidak jelas berapa banyak yang terbuang.

Beberapa negara Afrika juga menjadi frustrasi saat berupaya membeli vaksin. Sama seperti yang terjadi pada vaksin Covax yang disumbangkan, pesanan sering gagal datang saat dibutuhkan.

baca juga

Sementara itu virus dibiarkan menyebar dan bermutasi.Dr Kyobutungi mengatakan penting untuk bergerak cepat."Menunggu sampai akhir tahun depan untuk memvaksinasi dunia tidak ada gunanya."Jika varian kebal vaksin muncul, banyak juru kampanye khawatir bahwa dunia akan kembali ke pertempuran sengit yang sama atas vaksin baru.Satu-satunya cara untuk meningkatkan pasokan di seluruh dunia, banyak yang berpendapat, adalah berbagi pengetahuan untuk memungkinkan lebih banyak produsen membuat vaksin mRNA yang berpotensi untuk diadaptasi dan diproduksi dengan cepat.WHO tampaknya setuju. Pemimpinnya, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, bertolak ke Afrika Selatan pada hari Jumat (11/02) dan mengunjungi proyek yang didukung WHO untuk memproduksi vaksin mRNA sendiri di Afrika. Para ilmuwan di sana telah berhasil membuat salinan vaksin Moderna.Sejauh ini, Pfizer menolak membagikan teknologi dan pengetahuannya secara lebih luas. Dalam sebuah artikel di British Medical Journal, BioNTech selaku mitra Pfizer dituduh mencoba untuk menggagalkan upaya Afrika Selatan.

BBC meminta BioNTech untuk menanggapi klaim ini, tetapi sejauh ini mereka belum menjawab.

Meskipun merupakan salah satu vaksin termahal, vaksin Pfizer BioNTech adalah yang paling banyak disumbangkan. Sebagian besar sumbangan ini berasal dari Amerika Serikat dan Uni Eropa yang telah membelinya dari perusahaan itu, menurut perusahaan analitik sains Airfinity.Airfinity telah menghitung bahwa potensi pendapatan Pfizer dari donasi saja bisa mencapai US$2,4 miliar dan Moderna US$2,1 miliar. Sampai saat ini, AstraZeneca menjual vaksinnya dengan harga pokok.Moderna belum menanggapi permintaan BBC untuk memverifikasi jumlah ini. Pfizer mengatakan bahwa perhitungan itu "tidak akurat dan spekulatif" dan menunjukkan telah setuju dengan pemerintah AS untuk menjual satu miliar dosis dengan harga nirlaba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Anggaran Rp50 Juta per Unit, Pemprov Sultra Siap Bedah 602 Rumah Tak Layak Huni

Anggaran Rp50 Juta per Unit, Pemprov Sultra Siap Bedah 602 Rumah Tak Layak Huni

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

DPD RI Disebut Sukses Selenggarakan Sidang Bersama, Perkuat Peran Strategis Daerah

DPD RI Disebut Sukses Selenggarakan Sidang Bersama, Perkuat Peran Strategis Daerah

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×