Pasien COVID yang Meninggal Dunia di Australia Kebanyakan Pendatang

Siswanto, ABC

Kamis, 17 Februari 2022 | 13:45 WIB
Pasien COVID yang Meninggal Dunia di Australia Kebanyakan Pendatang
Ilustrasi Covid-19 (Freepik)

Suara.com - Data korban meninggal akibat COVID-19 di Australia menunjukkan angka yang lebih tinggi di kalangan warga pendatang dibandingkan mereka yang lahir di negara ini.

Analisa data kematian COVID yang dilakukan Biro Statistik Australia (ABS) menemukan kemungkinan mereka yang lahir di Afrika Utara dan Timur Tengah 10 kali lebih besar meninggal dunia karena virus daripada mereka yang lahir di Australia.

Sementara warga pendatang dari Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Tengah mencatatkan jumlah kematian akibat COVID-19 dua kali lebih banyak.

Jumlah kematian pasien yang lahir di Inggris dan Irlandia, sama dengan warga yang lahir di Australia.

Juru Bicara Oposisi Urusan Multikultural dari Partai Buruh, Andrew Giles, menyebut angka-angka itu "tidak dapat diterima" di sebuah negara yang multikultural.

"Pemerintahan (PM) Morrison-Joyce telah menunjukkan bahwa mereka tidak belajar dari pandemi atau mendengarkan suara masyarakat. Konsekuensinya tragis," kata Andrew.

"Data ini mengejutkan dan mengkhawatirkan," ujarnya.

Pada awal pandemi, ABC News menyoroti penanganan yang dilakukan Pemerintah Federal terhadap kelompok berisiko tinggi misalnya kaum migran.

Dalam pertemuan dengan panel ahli dan politisi, tokoh-tokoh masyarakat pendatang telah menyampaikan bahwa mereka terlibat dalam respons COVID-19 Australia secara ad-hoc saja atau bahkan tidak sama sekali.

baca juga

Panel tersebut mengidentifikasi kaum migran dan pengungsi sebagai kelompok yang berisiko lebih tinggi tertular virus.

Mereka juga menularkannya tanpa disadari karena mereka lebih mungkin memiliki penyakit bawaan dan tidak mendapatkan informasi kesehatan mendasar dalam bahasa mereka.

Selain itu, upaya penerjemahan informasi kesehatan masyarakat dilakukan asal-asalan ke kalangan komunitas multikultural, termasuk informasi yang telah kedaluwarsa.

Ketua Federasi Komunitas Etnis Australia Mary Patetsos menyebutkan warga dengan latar belakang yang beragam secara budaya dan bahasa (CALD) juga lebih rentan terhadap COVID-19 karena mereka banyak berada di tempat kerja yang mencatat kasus tinggi.

"Mereka menjadi pengemudi truk, mereka bekerja di panti jompo, jadi perawat, serta bekerja di rumah sakit di garis depan," katanya.

Mary mengatakan perlu upaya lebih serius untuk mencegah angka kematian yang tidak proporsional, apalagi menurutnya pemerintah tidak terlibat penuh dalam penyebaran informasi kesehatan masyarakat di kalangan komunitas pendatang.

“(Pemerintah) seharusnya mengantisipasi dan merespons risiko secara lebih baik sehingga kita tidak ada anomali dalam hal kematian dan prevalensi di kelompok masyarakat tersebut,” katanya.

Pejabat Tertinggi Bidang Medis Profesor Paul Kelly dalam rapat Senat Australia menjelaskan data statistik kematian COVID ini mencerminkan wilayah yang paling parah dilanda pandemi.

"Selama ini kita sudah tahu ada masalah tersendiri yang dihadapi komunitas masyarakat yang beragam secara budaya dan bahasa," jelas Profesor Kelly.

"Jika kita melihat kembali wabah (varian) Delta di Sydney tahun lalu, wilayah Sydney barat daya menjadi pusat wabah untuk waktu yang sangat lama. Populasi warganya kebanyakan kelahiran luar negeri. Populasi multikultural," jelasnya.

Ketua satgas penanganan COVID-19 di kalangan komunitas beragam budaya dan bahasa, Lucas De Toca, dalam rapat di Senat mengaku pihaknya telah melibatkan para tokoh masyarakat.

"Kami melaksanakan berbagai kegiatan spesifik untuk komunitas tersebut. Para tokoh masyarakat ini menunjukkan kepemimpinan mereka secara mandiri, bekerja sama dengan berbagai jajaran pemerintah dalam mengelola kasus, dan juga vaksinasi,” paparnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:22 WIB

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

IHSG Ambruk ke 5.161, Makin Dekat ke Level Terendah Setahun!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Wajib Kunjungi! Spot Halloween Paling Hits di Jakarta dari Nuansa Pantai hingga Sirkus Mewah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Terkini

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:25 WIB

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Profil Eva Celia yang Ikut Aksi Demo 28 Oktober 2026

Profil Eva Celia yang Ikut Aksi Demo 28 Oktober 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan

Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×