Adik Minta Baju Tiap Minggu Saat Mondok, Kakak Syok Lihat Jemuran Pesantren: Ini Alasannya...

Reza Gunadha, Ruth Meliana Dwi Indriani

Selasa, 22 Februari 2022 | 19:21 WIB
Adik Minta Baju Tiap Minggu Saat Mondok, Kakak Syok Lihat Jemuran Pesantren: Ini Alasannya...
Ilustrasi jemuran. (Pexels/Muhammadtaha Ibrahim Ma'aji)

Suara.com - Cerita adik yang meminta dikirimi baju saat berada di pondok pesantren menjadi viral. Pasalnya, sang adik meminta dibawakan baju dari rumah setiap minggu selama mondok.

Kisah ini dibagikan oleh sang kakak, Lintang di akun TikTok @lintangvilan miliknya. Ia menceritakan adiknya kerap curhat kehilangan baju selama mondok.

"Tiap telepon, laporannya mesti baju hilang," tulis akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Selasa (22/2/2022).

Sang kakak pun heran adiknya kerap meminta dikirimi baju setiap minggu. Namun, keheranannya itu akhirnya terjawab saat dirinya melihat tempat jemuran di pondok pesantren sang adik.

"Oh ini toh alesan adek gue di pondok tiap minggu minta dikirimi baju," lanjut sang kakak sebagai keterangan video.

Dalam video, terlihat salah satu halaman pondok pesantren itu dipenuhi dengan jemuran baju. Setidaknya panjang jemuran yang mencapai 10 meter itu benar-benar penuh dengan jemuran milik para santri.

Cerita Kakak Kerap Diminta Adik Bawain Baju Tiap Minggu ke Pesantren. (TikTok)
Cerita Kakak Kerap Diminta Adik Bawain Baju Tiap Minggu ke Pesantren. (TikTok)

Bahkan, ratusan jemuran pakaian itu ditata dengan begitu rapi dan terstruktur layaknya mau dijual di pasar. Tidak hanya digantung rapi, sejumlah pakaian bahkan harus digantung di atas tembok pondok pesantren karena halaman sudah penuh.

Tentu kasus kehilangan pakaian akan mudah terjadi. Pasalnya, para santri harus mengingat dengan tepat lokasi mereka menjemur pakaian di halaman yang begitu luas.

Tak hanya itu, sejumlah pakaian juga memiliki model dan warna yang sama. Hal itu tentu semakin meningkatkan potensi pakaian santri rawan tertukar antara satu dengan yang lainnya.

baca juga

Video adik yang minta dikirimin baju ini setiap minggu ini langsung mendapatkan atensi warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut sedikitnya telah disaksikan 6 juta kali dan mendapatkan 200 tanda suka.

Kakak Ungkap Penyebab Baju Hilang sampai Bisa Dilelang

Berdasarkan konfirmasi Suara.com, sang kakak, Lintang menceritakan adiknya duduk di bangku kelas 2 SMP. Ia mengungkap adiknya memang kurang bisa menjaga barang, sehingga kerap kehilangan bajunya sendiri.

"Adek saya cukup sering minta dikirimin baju. Saya gak tahu hilang atau dipinjem temannya, dia cuma bilang minta dikirimin baju hampir 2 minggu sekali. Adek saya emang rada kurang bisa menjaga barang-barangnya. Masih SMP kelas 2," kata Lintang seperti dikutip Suara.com, Selasa (22/2/2022).

Lintang mengatakan, adiknya itu kerap mencuci bajunya sendiri pondok pesantren demi hemat biaya. Meski demikian, ia terkadang laundry khusus seragam sekolah.

"Kalau sistem mencuci yang saya tahu dari adek saya, dia biasa mencuci sendiri. Laundry juga bisa tapi katanya mending dicuci sendiri kalau baju biasa, ngirit katanya. Kalau seragam paling di laundry," lanjutnya.

Lintang sendiri mengakui kaget saat melihat penampakan jemuran di pondok pesantren sang adik. Ia pun menduga banyaknya jemuran sebagai penyebab hilangnya baju adik.

"Saya juga kaget lihat jemurannya banyak banget. Mungkin karena itu pada hilang baju-baju santrinya," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mendapatkan info dari kakak kelas adiknya. Baju yang hilang kebanyakan tidak dicuri oleh orang lain, melainkan jatuh dari jemuran.

Baju-baju yang jatuh dan kotor itu biasanya diamankan oleh santri atau pengurus ponpes yang melihat. Baju itu selanjutnya dikumpulkan di suatu tempat agar santri bisa mengambilnya lagi.

"Sedikit info dari kakak kelas adek saya yang juga mondok di sana, katanya kebanyakan baju yang hilang bukan diambil orang lain, tapi karena jatuh dari jemuran terus kotor," terang Lintang.

"Nah yang nemuin pas bukan pemilik, jadi diopeni (diamankan)? Sama yang nemu atau pengurus (ponpes)," sambungnya.

Setelah diamankan, baju-baju itu rupanya juga tidak dicari oleh pemiliknya. Alhasil, pakaian yang lama tidak diambil dan menumpuk kerap dilelang di pondok pesantren.

"Sebenernya bisa aja baju-baju itu diambil lagi, cuma kebanyakan pada gak diambil lagi. Katanya juga kalau yang udah lama gak diambil-ambil suka dilelangin, dipakai buat yang sudah alumni di sana," pungkasnya.

Komentar Warganet

Warganet yang menyaksikan video itu turut memberikan beragam pendapat. Mereka menuliskan saran sampai menceritakan pengalaman serupa selama berada di pondok pesantren.

Berikut beragam komentar warganet:

"Kalau ke pondok jangan bawa baju mahal, terus juga anaknya harus rajin. Karena biasanya baju anak hilang karena nggak open sama barang-barang sendiri," komentar warganet.

"Intinya kalau mondok jangan mager, harus merhatiin barang-barang lu, jangan lalai. Itu aja sumpah barang gue banyak yang hilang di pondok," curhat warganet dengan emoji menangis.

"Masih mending baju sandal, lah kalau keponakan aku kasur hilang, mukena sama sajadahnya sampai kacamata juga. Parah kan," cerita warganet.

"Saya juga santri, sebenernya bukan hilang, tapi jemuran jatuh gak mau ambil dan kegeser temennya sampai ke tempat lain. Caranya cuma satu: diopeni, jangan malas," pesan warganet.

Video ini bisa disaksikan di sini.

Video yang mungkin Anda lewatkan:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Pagar Rumah Mewah Ambruk, Warganet: Bahaya Banget Pagarnya

Detik-detik Pagar Rumah Mewah Ambruk, Warganet: Bahaya Banget Pagarnya

Jatim | Selasa, 22 Februari 2022 | 18:29 WIB

Cowok Tempel Benda Ini di Jok Motor, Warganet Geger: Tetap Tenang di Era Gempuran Ayang

Cowok Tempel Benda Ini di Jok Motor, Warganet Geger: Tetap Tenang di Era Gempuran Ayang

Lifestyle | Selasa, 22 Februari 2022 | 18:17 WIB

Pondok Pesantren Miftahul Khoirot Hentikan Sementara Kegiatan Usai Insiden Kebakaran yang Tewaskan 8 Santri

Pondok Pesantren Miftahul Khoirot Hentikan Sementara Kegiatan Usai Insiden Kebakaran yang Tewaskan 8 Santri

Jabar | Selasa, 22 Februari 2022 | 17:38 WIB

Viral Seorang Pria Ngamuk Ogah Ditegur Salah Kiblat saat Salat, Warganet: Si Paling Benar

Viral Seorang Pria Ngamuk Ogah Ditegur Salah Kiblat saat Salat, Warganet: Si Paling Benar

Video | Selasa, 22 Februari 2022 | 17:05 WIB

Sedang Tren, Ini Tips Pilih Piyama yang Nyaman Untuk Tidur dan Bepergian

Sedang Tren, Ini Tips Pilih Piyama yang Nyaman Untuk Tidur dan Bepergian

Lifestyle | Selasa, 22 Februari 2022 | 17:10 WIB

Livy Renata Disebut Sengaja Bangun Imej Polos, Warganet Malah Geram

Livy Renata Disebut Sengaja Bangun Imej Polos, Warganet Malah Geram

Entertainment | Selasa, 22 Februari 2022 | 17:04 WIB

Terkini

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

×