Seorang Pria Meninggal Akibat Overdosis Kafein Setara 200 Cangkir Kopi

Siswanto, BBC

Kamis, 03 Maret 2022 | 12:12 WIB
Seorang Pria Meninggal Akibat Overdosis Kafein Setara 200 Cangkir Kopi
BBC

Suara.com - Seorang pelatih kebugaran, personal trainer, meninggal dunia setelah mengonsumsi bubuk kafein yang setara dengan 200 cangkir kopi, menurut hasil penyelidikan di Inggris.

Pria bernama Tom Mansfield itu salah menghitung jumlah bubuk yang hendak dikonsumsi saat menimbangnya menggunakan timbangan dapur.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa pria berusia 29 tahun ini langsung jatuh sakit setelah minum kafein racikannya pada 5 Januari 2021 lalu.

John Gittins, selaku petugas penyelidik kematian, mengatakan penyebab kematian Tom Mansfield adalah keracunan kafein.

Gittins mengatakan Tom Mansfield sepertinya hendak mendapatkan "pertengahan dari dosis yang direkomendasikan" tapi "perhitungan matematikanya salah" sehingga menimbulkan "konsekuensi yang tidak disengaja".

Baca juga:

Kafein kerap digunakan oleh para pegiat olahraga di tempat-tempat fitness. Beberapa laman fitness bahkan merekomendasikan konsumsi beberapa dosis kafein untuk meningkatkan performa.

Akan tetapi, para pakar kesehatan mewanti-wanti agar khalayak berhati-hati mengonsumsi kafein melebihi batas yang dianjurkan.

Dalam pemaparan hasil penyelidikan pada Selasa (01/03) terungkap bahwa Tom Mansfield mulai memegang dadanya dan mengeluh jantungnya berdetak sangat cepat setelah minum kafein racikannya sendiri.

baca juga

Setelah berbaring beberapa menit kemudian, mulutnya mulai mengeluarkan busa. Istrinya, Suzannah, memberitahu para tetangga dan keluarga, serta memanggil ambulans.

Paramedis berupaya meresusitasi Tom selama 45 menit, namun beberapa saat kemudian dia dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Glan Clwyd di Bodelwyddan, Denbighshire, Inggris.

Hasil penyelidikan mengungkap timbangan yang dipakai Tom untuk mengukur bubuk kafein memiliki kisaran bobot dari dua gram hingga 5.000 gram. Adapun Tom berupaya mengukur dosis yang dianjurkan, yaitu 60 - 300 miligram.

Salah ukur itulah yang kemudian menyebabkan Tom mengalami overdosis.

Hasil penyelidikan menuturkan, Tom telah membeli sekantong bubuk kafein seberat 100 gram dari Blackburn Distributions.

Dalam pernyataan yang dibacakan dalam sidang pemaparan hasil penyelidikan, Ben Blackburn selaku direktur Blackburn Distributions menyatakan bubuk tersebut seharusnya diukur menggunakan ukuran miligram dan dosis yang dianjurkan adalah 60-300 miligram hingga dua kali sehari.

Menurutnya, timbangan untuk mengukur bobot miligram dapat dibeli di toko.

Perusahaan Blackburn Distributions, saat kematian Tom Mansfield, tidak memasukkan sendok ke dalam kantong kemasan karena ukurannya tidak selalu akurat. Namun, Ben Blackburn mengatakan kejadian ini membuat perusahaannya menempatkan sendok ke dalam kantong kemasan.

Perusahaan tersebut juga menekankan instruksi penggunaan dan menonjolkan potensi efek samping.

Pemeriksaan autopsi menunjukkan kadar kafein di dalam darah Tom Mansfield mencapai 392 miligram per liter.

Kadar kafein dalam darah seseorang biasanya mencapai dua hingga empat milligram per liter setelah orang itu minum secangkir kopi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:19 WIB

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:06 WIB

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:05 WIB

Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara

Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:58 WIB

KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen

KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:56 WIB