Kasus Dugaan Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI, Korban MS: Diduga Dipicu Masalah Perbedaan Gaji

Chandra Iswinarno, Welly Hidayat

Senin, 07 Maret 2022 | 16:17 WIB
Kasus Dugaan Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI, Korban MS: Diduga Dipicu Masalah Perbedaan Gaji
Ilustrasi KPI [ANTARA]

Suara.com - Korban kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan oleh teman kerja di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS angkat bicara terkait perlakuan yang dialaminya selama bekerja di lembaga negara tersebut.

Ia menduga aksi perundungan dan pelecehan seksual kepada dirinya lantaran perbedaan gaji. MS mengungkapkan, jika ia mulai bekerja di KPI sejak tahun 2011.

Kemudian pada 2012, ia ditugaskan atasannya bertugas ke Divisi Visual Data KPI. Ketika itu, MS merasa rekan-rekan kerjanya saat itu tidak menerima kehadiran di divisi tersebut.

"Saya masuk tetapi kok teman-teman tidak welcome," kata MS dalam konferensi persnya melalui webinar, pada Senin (7/3/2022).

Dalam tugas barunya di divisi tersebut, MS mengaku ada pembagian jam kerja, yakni pada malam hari dan pagi hari. MS sendiri ketika itu mendapat bagian pada malam hari.

"Shif malam itu lima orang, termasuk saya," ucapnya

MS mengaku, selama tiga bulan bekerja dalam divisi tersebut sudah mendapatkan gaji sama dengan rekan kerjanya yang bekerja selama enam bulan. Lantaran itu, MS merasa bahwa perundungan terhadap dirinya akibat masalah perbedaan gaji.

"Disamakan gajinya, tapi saya masuk pas tiga bulan itu disamakan oleh yang empat orang ini enam bulan. Jadi, ada kecemburuan sosial dari situ, dan itu yang membuat saya dibuli dirundung,"kata MS

"Triger-nya ternyata adalah perbedaan kontrak, itu salah satunya," tambah MS.

baca juga

MS mengaku, mulai saat itu perundungan mulai terjadi pada dirinya. Kepada media peliput, ia mengaku tidak mampu melawan empat rekan kerjanya itu.

"Saya tidak bisa melawan, saya lemah di situ. Saya diperbudak suruh beli makanan," ucapnya.

MS menyebut alasan dirinya merasa diperbudak karena rekan kerjanya sama sekali tidak menyampaikannya dalam bahasa yang baik terhadap dirinya untuk meminta tolong.

"Beda antara menyuruh dengan menitip. Kalau menitip ada kata-kata minta tolong seperti ini 'apakah MS lagi sibuk apa nggak gitu.' Tapi itu nggak ada namanya basa basi, seperti itu semua dan langsung ngomongnya MS bikin makanan. Belikan makanan MS gitu," katanya

MS merasakan hal tersebut di tempat kerjanya tersebut hampir selama dua tahun, sejak 2012 sampai 2014.

"Nah itu sampai dua tahun dirundung seperti itu," ucapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulihkan Mental, MS Pegawai KPI Korban Pelecehan Dipindahkan ke Kominfo

Pulihkan Mental, MS Pegawai KPI Korban Pelecehan Dipindahkan ke Kominfo

News | Jum'at, 07 Januari 2022 | 21:47 WIB

KPI Tak Perpanjang Kontrak Delapan Terduga Pelaku Pelecehan dan Perundungan terhadap MS

KPI Tak Perpanjang Kontrak Delapan Terduga Pelaku Pelecehan dan Perundungan terhadap MS

News | Jum'at, 07 Januari 2022 | 19:32 WIB

Kasus Pelecehan MS Pegawai KPI, Polisi Akui Sulit Dapatkan Alat Bukti

Kasus Pelecehan MS Pegawai KPI, Polisi Akui Sulit Dapatkan Alat Bukti

News | Jum'at, 31 Desember 2021 | 19:59 WIB

Jalan Buntu Kasus Pelecehan Pegawai KPI: Suami Simpan 'Luka' hingga Istri Keguguran

Jalan Buntu Kasus Pelecehan Pegawai KPI: Suami Simpan 'Luka' hingga Istri Keguguran

Liks | Senin, 27 Desember 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:00 WIB

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:55 WIB

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:49 WIB

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:45 WIB

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:42 WIB

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:41 WIB

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

×