Cerita Mantan Tentara Soviet yang Kini Menyelamatkan Diri dari Invasi Rusia

Siswanto | BBC | Suara.com

Minggu, 13 Maret 2022 | 13:43 WIB
Cerita Mantan Tentara Soviet yang Kini Menyelamatkan Diri dari Invasi Rusia
BBC

Suara.com - Invasi Rusia ke Ukraina telah menghancurkan kehidupan jutaan orang. Banyak di antara mereka lahir di bawah pengaruh komunisme ketika Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Kini, mereka mulai meninggalkan negaranya. Wartawan BBC Fergal Keane bertemu dengan dua orang lansia di sebuah stasiun kereta api di Lviv, Ukraina barat, saat mereka mencoba menyelamatkan diri.

Ketika Volodymyr Dehtyarov menjadi tentara di Afghanistan, hanya ada dia dan rekan-rekannya sesama serdadu Soviet. Saat melawan mujahidin di Kandahar, mereka harus saling menjaga satu sama lain. Tidak ada orang yang lebih penting di antara yang lain. Mereka diberi perintah dan mereka bertempur.

Pada masa itu, Volodymyr adalah seorang tentara Uni Soviet. Dia sama sekali tidak tahu misi menyelamatkan rezim pro-Moskow di Kabul bakal gagal.

"Kami diberi perintah dan kami melakukan tugas kami," katanya kepada saya.

Mantan prajurit itu berdiri dalam antrean panjang di stasiun kereta api Lviv, menunggu dievakuasi ke Polandia bersama putri, menantu, dan empat cucunya. Putranya dan seorang cucu yang mengidap autisme harus tinggal di Mykolaiv, Ukraina selatan.

Baca juga:

Dalam foto-foto hitam-putihnya saat bertempur dalam perang lain, dia berdiri dengan percaya diri seraya membawa senjata di lengannya.

Foto-foto tersebut, bersama medali kedinasan di Afghanistan, adalah pengingat semasa dirinya masih gagah serta persahabatan yang ditempa dalam pertempuran.

Namun, Tentara Merah sudah lama tiada. Perang baru ini justru telah memisahkan persahabatannya dengan para veteran Rusia yang pernah berjuang bersama.

"Kami tidak lagi berbicara satu sama lain," katanya.

Volodymyr pensiun dari militer dengan pangkat letnan kolonel. Dia menyadari pemerintahnya menyampaikan propaganda ke Rusia bahwa Ukraina adalah negara yang dijalankan oleh Nazi dan fasis.

Ketika saya bertanya apa pendapatnya tentang label seperti itu, dia tertawa. Itu adalah tawa yang panjang dan pahit. Dia pun melambaikan tangannya ke arah seorang wartawan perempuan, anak-anak, dan orang tua di sekelilingnya.

"Benar-benar deh pertanyaannya. Di sini? Nazi? Fasis? Orang-orang ini? Apa yang kalian bicarakan? Ini bukan fasis atau Nazi? Lihat mereka. Ini orang Ukraina. Sederhana saja."

Veteran itu naik kereta api ke Polandia bersama keluarganya dan berharap bisa pergi lebih jauh ke barat, lebih jauh ke Uni Eropa. Seperti orang lain di sini, dia tidak tahu berapa lama pengungsiannya akan berlangsung.

Valentyna Malyshkina, 82 tahun, menuju ke arah yang sama dengan Volodymyr. Bedanya, dia sendirian. Dia berasal dari Kryvyi Rih di Ukraina tengah. Valentyna memiliki selembar kertas di tangannya, yang bertuliskan nomor telepon putrinya.

Dia mengaku tidak memiliki ponsel dan berharap bisa meminjam satu dari seorang sukarelawan ketika dia sampai di Polandia.

Ke mana tepatnya dia pergi? Dia juga tidak tahu. Apakah ada yang akan bertemu dengannya? Sekali lagi, dia tidak tahu apakah ada orang yang menunggunya di Polandia. Tapi sejauh ini para relawan itu baik hati. Mereka memberinya makanan.

Ketika tekanan darahnya naik dan dia merasa ingin pingsan, para relawan memberinya tablet untuk meredakan gejala pusing. Ada juga yang mengambilkan kursi untuknya.

Setiap kali antrean bergerak, seseorang membantunya untuk berdiri dan maju.

"Saya tidak tahu apa-apa. Saya akan pergi dan hanya itu," katanya. "Saya berharap ada orang baik. Itu saja. Saya yakin saya tidak akan ditinggalkan."

Saya berpikir sejenak. Dia begitu berani, mengandalkan rasa percayanya pada kebaikan orang asing.

Namun, semua yang saya lihat di stasiun Lviv, dan semua yang saya dengar tentang bagaimana para lansia diterima di Polandia, menunjukkan bahwa Valentyna benar.

Akan ada sambutan dan kenyamanan bagi perempuan tua itu saat dia pindah ke tempat yang tidak dikenal sepanjang hidupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan 1 Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Ini 3 Pembelajaran yang Bisa Dipetik

Peringatan 1 Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Ini 3 Pembelajaran yang Bisa Dipetik

Your Say | Jum'at, 24 Februari 2023 | 11:04 WIB

Lilin-lilin Kecil Untuk Para Korban Genosida Holodomor di Ukraina

Lilin-lilin Kecil Untuk Para Korban Genosida Holodomor di Ukraina

Foto | Minggu, 27 November 2022 | 12:00 WIB

Ukraina Mulai Evakuasi Penduduk dari Kherson Jelang Musim Dingin

Ukraina Mulai Evakuasi Penduduk dari Kherson Jelang Musim Dingin

News | Selasa, 22 November 2022 | 14:44 WIB

PBB Sahkan Resolusi yang Perintahkan Rusia Bayar Ganti Rugi Perang ke Ukraina

PBB Sahkan Resolusi yang Perintahkan Rusia Bayar Ganti Rugi Perang ke Ukraina

News | Selasa, 15 November 2022 | 15:44 WIB

Jokowi: Putin Diragukan Hadir di KTT G20 Bali Minggu Depan

Jokowi: Putin Diragukan Hadir di KTT G20 Bali Minggu Depan

News | Selasa, 08 November 2022 | 11:24 WIB

Volkswagen Dikabarkan Segera Jual Pabriknya di Rusia, Kemungkinan Kepada Pihak Ketiga

Volkswagen Dikabarkan Segera Jual Pabriknya di Rusia, Kemungkinan Kepada Pihak Ketiga

Otomotif | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:51 WIB

Menyusul Toyota, Nissan dan Mazda Tinggalkan Industri Otomotif Rusia

Menyusul Toyota, Nissan dan Mazda Tinggalkan Industri Otomotif Rusia

Otomotif | Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Dubes Vincent Piket: Uni Eropa akan Lewati Masa Sulit yang Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina

Dubes Vincent Piket: Uni Eropa akan Lewati Masa Sulit yang Dipicu Invasi Rusia ke Ukraina

Video | Minggu, 09 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Warga Ceko Patungan Beli Tank untuk Pasukan Ukraina

Warga Ceko Patungan Beli Tank untuk Pasukan Ukraina

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 12:21 WIB

Invasi Rusia ke Ukraina Belum Mereda, Toyota Hentikan Produksi di St Petersburg dan Tawarkan Pesangon

Invasi Rusia ke Ukraina Belum Mereda, Toyota Hentikan Produksi di St Petersburg dan Tawarkan Pesangon

Otomotif | Sabtu, 24 September 2022 | 14:40 WIB

Terkini

Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual

Viral Pedofil WN Jepang di Indonesia: Lecehkan WNI, Sebarkan Penyakit Menular Seksual

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 08:05 WIB

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:50 WIB

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:59 WIB

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB