Ketika Kyiv Berubah Jadi Benteng Pertahanan, Apa Perubahan yang Terjadi?

Siswanto, BBC

Senin, 14 Maret 2022 | 16:03 WIB
Ketika Kyiv Berubah Jadi Benteng Pertahanan, Apa Perubahan yang Terjadi?
BBC

Suara.com - Ketika Rusia mulai menyerang Ukraina (24/2) dan sirene di Kyiv untuk pertama kalinya berbunyi, beberapa orang di sini khawatir kota itu akan jatuh ke tangan Rusia pada sore hari.

Berbagai laporan menyebut konvoi militer Rusia dengan kendaraan lapis baja yang dilengkapi senjata datang dari arah barat laut. Kala itu, para analis militer percaya bahwa tentara Rusia bisa menang karena mereka telah dilatih seprofesional mungkin, dengan pengalaman tak ternilai dalam menyempurnakan senjata dan mengerahkan pasukan dalam perang di Suriah.

Kesalahan taktis yang dilakukan Rusia adalah ketika mereka mencoba mengalahkan pemberontak di republik Chechnya pada 1995, yang menurut saya, adalah sejarah kuno.

Pada hari pertama perang, banyak pihak sepakat angkatan bersenjata Ukraina jauh lebih kuat dibanding 2014 lalu, ketika mereka tidak dapat menghentikan Rusia merebut Krimea, yang menyebabkan negara itu berhasil merebut dua wilayah di Ukraina timur. Rusia unggul dari segi jumlah pasukan dan senjata.

Saat itu, orang-orang Ukraina, konon, membuktikan kebenaran pepatah yang berhubungan dengan Stalin: "kuantitas memiliki kualitasnya sendiri."

Baca juga:

Namun, waktu membuktikan bahwa prediksi itu salah. Hal itu terlihat saat perang yang sudah berlangsung dua minggu. Rusia melakukan kesalahan dan orang-orang Ukraina melawan.

Di sekitar Kyiv, pergerakan Rusia terhenti. Di selatan, ceritanya berbeda. Mereka terus-menerus membuka koridor darat antara Krimea dan kantong-kantong teritori Moskow di Ukraina timur.

Tetapi sejak awal sudah jelas bahwa kendali atas Kyiv sangat penting untuk memenangkan argumen dalam politik maupun di medan perang. Ketika pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky masih menguasai kota itu, dia dapat mengklaim tidak bisa dikalahkan, dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin tidak dapat mengklaim kemenangan.

baca juga

Beberapa hari terakhir cuacanya sangat cerah, setelah mendung lebih dari seminggu. Artinya, satelit bisa menangkap pergerakan yang lebih jelas.

Satu kesimpulan, konvoi Rusia sejauh 40 mil di barat laut Kyiv perlahan-lahan bubar dan berubah bentuk. Kabar terbaru dari Departemen Pertahanan AS, kendaraan yang berada di belakang sedang mengejar ketertinggalan, tetapi kendaraan yang paling dekat dengan Kyiv tidak bergerak.

Pertempuran di sekitar Kyiv terkonsentrasi di barat laut dan berlangsung sejak hari pertama, ketika pasukan udara Rusia mendarat di bandara kargo dekat Hostomel dan Irpin, kota-kota komuter kecil, yang menurut para pengungsi kini rusak parah.

Mereka tampak berusaha mengamankan lokasi atau tempat persiapan para prajurit sebelum melakukan operasi atau misi kemiliteran untuk berusaha masuk ke Kyiv, tapi pasukan Ukraina menghentikan mereka.

Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat lebih banyak pasukan pertahanan Ukraina bergerak maju untuk melanjutkan pertarungan di sekitar Irpin dan bandara Hostomel. Saya juga mendengar tembakan artileri yang terus-menerus dari pihak Ukraina yang berasal dari posisi menembak taktis di hutan lebat.

Wilayah barat laut yang sangat diperebutkan itu hanya berjarak 20 menit berkendara dari pusat Kyiv, yang nyaris tidak tersentuh, meskipun sirene peringatan berbunyi secara rutin.

Selama seminggu atau lebih saya berada di sini, orang-orang Ukraina telah meningkatkan wilayah pertahanan mereka, yang di beberapa tempat nyaris tidak ada. Pos pemeriksaan yang hanya terdiri dari beberapa blok beton telah berubah menjadi barikade.

Di seluruh kota, para laki-laki membuat barikade dari karung pasir. Para pekerja logam Kyiv sedang sibuk. Di persimpangan yang strategis dan di jalur lalu lintas ganda Kyiv yang tidak memiliki barikade, baja penghalang tank atau landak Ceko siap siaga.

Kyiv adalah kota besar dengan jalan raya yang luas, yang dibelah oleh jalan-jalan sempit yang sering kali diaspal dengan batu kobel andesit yang tidak halus. Banyak bangunan memiliki ruang dan gudang bawah tanah yang luas. Pertempuran di jalanan, jika itu terjadi, bisa berlangsung berbulan-bulan.

Kota ini terbentang di sepanjang kedua tepi Sungai Dnieper, salah satu sungai besar di Eropa. Dermaga dan marina yang mengarah ke sungai masih membeku. Serangan melintasi sungai akan menjadi tugas militer yang berat. Tepian di sisi barat sungai, dekat gedung-gedung pemerintah dan katedral-katedral besar, curam dan berhutan lebat. Pasukan pertahanan akan memiliki banyak keuntungan.

Namun, menyeberangi Dnieper mungkin tidak ada dalam agenda Rusia sampai Rusia mampu merebut kendali di kedua tepi sungai itu. Sebuah teori menyebut, serangan yang terhenti dari barat dan barat laut bukan hanya karena perlawanan Ukraina, tapi juga kegagalan tentara Rusia menangani logistik.

Pasukan yang datang dari timur telah bergerak perlahan, dan para jenderal mungkin menunggunya untuk kemudian mengejar ketinggalan.

Rusia berusaha untuk memindahkan resimen tank ke timur Kyiv pada Kamis. Tank-tank itu diserang habis-habisan saat perlahan bergemuruh di jalan raya, di siang hari bolong. Gambar-gambar drone menunjukkan bahwa tank-tank itu menjadi sasaran empuk artileri atau drone Ukraina. Itu adalah kesalahan taktis lain dari Moskow.

Tidak jelas apakah Rusia berencana untuk mengepung Kyiv atau mencoba memaksa Ukraina menyerah dengan mendesak masuk ke ibu kota menggunakan kendaraan lapis baja yang dilengkapi pasukan angkatan darat. Pilihannya tidak bagus untuk mereka. Serangan langsung sejauh ini telah dihentikan. Mengepung kota besar mungkin membutuhkan terlalu banyak orang.

Salah satu kemungkinannya adalah Presiden Putin menduga pemerintahan yang dia tolak, yang dihina sebagai kolaborasi Nazi dengan Barat, bakal runtuh dengan cepat dan dia tidak menduga bahwa tentaranya perlu melakukan keduanya.

Sudah pasti bahwa Putin dan para jenderalnya sedang melakukan penilaian ulang, menyusun kembali strategi, dan tidak akan menerima kekalahan. Misi Putin adalah mengembalikan Rusia ke posisi yang dia yakini sebagai kekuatan dunia. Di negara sebesar Ukraina, kemenangan di Kyiv adalah cara paling cepat untuk menyatakan misinya tercapai.

Tanpa diragukan, angkatan bersenjata Rusia beroperasi dengan setengah kekuatan dan setengah kecepatan. Sebagian karena kesalahan mereka sendiri, dan sebagian lagi karena Ukraina terbukti menjadi lawan yang tangguh dan gesit.

Serangan yang terhenti di sekitar Kyiv berarti kelonggaran bagi para pasukan pertahanan di kota. Mereka punya waktu untuk memperbaiki pertahanan yang belum sempurna, dan mungkin untuk menerima beberapa senjata yang lebih canggih, yang dibawa NATO ke Ukraina.

Sebuah pertanyaan yang mengganggu kenyamanan di benak banyak orang di Kyiv adalah apakah Presiden Putin akan sampai pada kesimpulan bahwa waktu untuk mengubah senjata konvensional paling mematikan di gudang senjata Rusia telah tiba. Namun, sejauh ini hal itu belum terjadi. Jika itu terjadi, lebih banyak orang akan mati dan kerusakan parah akan terjadi.

Beberapa orang di sini tidak percaya Presiden Putin akan menjatuhkan Kyiv dengan cara menyerang kota-kota di timur dan selatan Ukraina. Mereka berpendapat Putin ragu untuk menghancurkan kota kuno yang telah menjadi pusat budaya, agama, dan sejarah Rusia. Beberapa orang yang sama juga percaya bahwa Rusia tidak akan menyerang.

Sementara itu, pihak lain khawatir jika kendaraan lapis baja beserta pasukan angkatan darat Rusia ditahan, Putin dan jenderalnya akan menggunakan taktik yang mereka gunakan di Mariupol di selatan, mengelilingi kota dan mencoba untuk membuat pasukan pertahanan menyerah dengan artileri dan serangan udara.

Ini adalah metode Rusia yang bekerja dengan baik di Suriah, dan pada 1990-an ketika Grozny, ibukota republik Chechnya Rusia yang memisahkan diri, dihancurkan.

Beberapa minggu ke depan akan menjadi periode kritis bagi masa depan Kyiv, dan untuk perang yang lebih luas bagi masa depan Ukraina. Jika Rusia tidak dapat mengaktifkan kembali serangannya di ibu kota, para pasukan pertahanan akan semakin percaya diri dan kekuatan serta moral pasukan Rusia, termasuk wajib militer, akan mendapat ujian yang lebih keras.

Jika rezim Putin dapat menemukan cara untuk mengakhiri perlawanan, presiden akan lebih dekat dalam mencapai tujuan perangnya, untuk mengakhiri kemerdekaan Ukraina. Memaksa negara itu kembali ke orbit Rusia dan kemungkinan besar menghadapi pemberontakan yang didukung NATO, akan menjadi pekerjaan yang jauh lebih sulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong

Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:58 WIB

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan

Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Momen Prabowo Sebut Upah Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo di Sidang DPR-DPD

Momen Prabowo Sebut Upah Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo di Sidang DPR-DPD

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Kondisi NTT Pascagempa: Bangunan Ambruk hingga Tanah Terbelah

Kondisi NTT Pascagempa: Bangunan Ambruk hingga Tanah Terbelah

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping

Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:54 WIB

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:25 WIB

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon

Daftar Harga HP TECNO Agustus 2026, Lengkap POVA hingga Camon

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:25 WIB

BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu

BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...

Penjualan Mobil Hybrid Suzuki Tembus 70 Persen, Ini Model Paling Diminati...

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa

Bukan Sekadar Horor Biasa, 'Munafik: Melawan Iblis' Hadir dengan Unsur Religi Serta Budaya Jawa

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan

Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×