Kenapa Minyak Goreng Sekarang Mahal? HET Migor Naik, Kelangkaan hingga Perang Rusia-Ukraina

Rifan Aditya

Kamis, 17 Maret 2022 | 16:58 WIB
Kenapa Minyak Goreng Sekarang Mahal? HET Migor Naik, Kelangkaan hingga Perang Rusia-Ukraina
Kenapa Minyak Goreng Sekarang Mahal? - Suasana stand minyak goreng di Top 100 Batam Center. Kini menjadi primadona dan langsung diborong (partahi/suara.com)

Suara.com - Masyarakat menjerit, kenapa minyak goreng sekarang mahal? Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan minyak goreng harganya melambung tinggi akhir-akhir ini.

Bukan hanya karena kelangkaan stok, tapi alasan kenapa minyak goreng sekarang mahal juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang terbaru dan faktor eksternal.

Berikut ini Suara.com berikan beberapa penjelasan kenapa minyak goreng sekarang mahal.

1. Kelangkaan

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) beberapa kali menyampaikan penjelasan terkait alasan kenapa minyak goreng langka di pasaran. Sejumlah faktor pernah disebut sebagai penyebab minyak goreng langka yang sekaligus juga menjadi biang kerok kenapa minyak goreng menjadi mahal.

Ketersediaan stok minyak goreng di pasaran yang susah didapatkan ini juga dipengaruhi oleh upaya penimbukan oleh beberapa oknum. Seperti yang diungkapkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PPP Achmad Baidowi.

Ketersediaan kembali minyak goreng di pasaran memunculkan spekulasi adanya penimbunan. Achmad Baidowi mencurigai, kelangkaan minyak goreng di tengah masyarakat karena ada pihak yang sengaja menahan pasokannya. 

"Pasokan minyak goreng langsung tersedia di berbagai toko, bahkan dengam harga mencapai Rp 25 ribu. Ini berarti ada yang sengaja menahan pasokan alias menimbun, tunggu HET dicabut baru pasokan dikeluarkan," katanya pada Kamis (17/3/2022).

2. Harga Sudah Naik Sejak Akhir Tahun 2021

baca juga

Kenaikan harga minyak goreng telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir di tahun 2021. Pada bulan November 2021, harga minyak goreng kemasan bermerek sempat merangkak ke angka Rp 24.000 per liter.

Kenaikan harga minyak goreng berlangsung fluktuatif, namun masih tetap mahal dan jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Kemudian menjelang akhir tahun 2021, Pemerintah turun tangan dengan mematok kebijakan satu harga untuk minyak goreng adalah Rp 14.000 per liter.

Sejalan dengan hal itu, Kemendag juga menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO). Penerapan kebijakan DMO dan DPO minyak goreng tersebut berlaku mulai tanggal 27 Januari 2022.

Dengan kebijakan DMO dan DPO tersebut, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan HET yang baru untuk minyak goreng. Berikut ini adalah rincian harga eceran tertinggi minyak goreng mulai 1 Februari 2022:

  • Harga minyak goreng curah sebesar Rp 11.500/liter.
  • Harga minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp 13.500/liter.
  • Harga minyak goreng kemasan premium sebesar Rp 14.000/liter.

HET minyak goreng ditetapkan naik dari patokan yang sebelumnya. Meskipun demikian, HET minyak goreng menyebabkan harga minyak goreng di pasaran turun dan berlaku mulai tanggal 1 Februari 2022.

Namun, ketika harga minyak goreng di pasaran sudah turun, keberadaan barang tersebut justru menjadi sangat langka. Minyak goreng seharga Rp 11.500 hingga Rp 14.000 per liter di toko ritel, supermarket, hingga pasar tradisional menjadi langka dan selalu cepat habis jika sewaktu-waktu ada pasokan datang.

3. HET Dicabut

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat melakukan peninjauan ke sejumlah pasar tradisional di Makassar terkait harga dan stok kebutuhan pangan khususnya minyak goreng di Makassar, Kamis (17/2/2022). ANTARA/Muh Hasanuddin
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat melakukan peninjauan ke sejumlah pasar tradisional di Makassar terkait harga dan stok kebutuhan pangan khususnya minyak goreng di Makassar, Kamis (17/2/2022). ANTARA/Muh Hasanuddin

Kabar terbaru, pemerintah menetapkan aturan baru tentang minyak goreng, di mana harga minyak goreng kemasan akan disesuaikan dengan harga keekonomian atau harga pasar. Artinya harga minyak goreng kemasan tidak lagi Rp 14.000 dan diprediksi bisa mencapai 2 kali lipatnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan dengan menjual minyak goreng kemasan seharga Rp 14.000 per liter, sebenarnya sudah melawan mekanisme pasar. Menurutnya, para pedagang hingga distributor sudah membeli mahal harga minyak goreng imbas dari harga CPO yang melambung tinggi.

"Iya karena begini bapak dan ibu kan kita mesti lihat kemarin itu memang barangnya tidak ada karena melawan mekanisme pasar, perbedaan antara harga minyak yang bijak yang kita sediakan dan harga internasional," ujarnya seusai menyidak Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Artinya, produsen bebas menetapkan harga minyak goreng kemasan yang dijual ke masyarakat. Namun untuk harga minyak goreng curah HET menjadi Rp 14.000 per liter yang sebelumnya sempat Rp 11.500/liter.

4. Perang Rusia-Ukraina

Mendag Muhammad Lutfi juga menyebut kenaikan harga minyak goreng juga disebabkan oleh perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, Rusia dan Ukraina adalah penghasil minyak bunga matahari, sehingga dengan terjadinya perang, maka produksi minyak bunga matahari agak tersendat

Padahal minya bunga matahari ini dibutuhkan oleh negara-negara Eropa. Nah sebagai gantinya, negara eropa memesan Crude Pal Oil (CPO) dengan permintaan yang masif, sehingga berdampak pada kenaikan harga CPO.

"Nah penggantinya adalah minyak CPO menyebabkan harga CPO loncat dari Rp 14.600 pada awal Februari menjadi Rp 18.000 kemarin dan sekarang sudah turun sedikit, tetapi pada dasarnya naik karena memang mekanisme pasar," ujar Mendag seusai sidak di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Mendag Lutfi lalu meminta Kementerian Perindustrian untuk mengatur CPO di Indonesia agar disalurkan ke pabrik-pabrik minyak goreng dan tidak ada lagi CPO yang diekspor.

Itulah beberapa alasan kenapa minyak goreng sekarang mahal. Semoga harga minyak goreng dapat segera stabil dan terjangkau. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Mendag Putuskan Harga Minyak Goreng Kemasan Ikuti Pasar: Takut Diselundupkan ke Luar Negeri?

Alasan Mendag Putuskan Harga Minyak Goreng Kemasan Ikuti Pasar: Takut Diselundupkan ke Luar Negeri?

Jawa Tengah | Kamis, 17 Maret 2022 | 16:35 WIB

HET Dihapus, Minyak Goreng Kemasan di Pasar Tradisional Gunungkidul Masih Langka

HET Dihapus, Minyak Goreng Kemasan di Pasar Tradisional Gunungkidul Masih Langka

Jogja | Kamis, 17 Maret 2022 | 16:24 WIB

Berapa Harga Minyak Goreng Hari Ini? Harga Eceran Tertinggi Migor Dicabut hingga Capai Rp 50 Ribu

Berapa Harga Minyak Goreng Hari Ini? Harga Eceran Tertinggi Migor Dicabut hingga Capai Rp 50 Ribu

News | Kamis, 17 Maret 2022 | 11:48 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×