Pastikan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir jadi Endemi, Menkes Budi: Tapi Kapan Waktunya Masih Abu-abu

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 23 Maret 2022 | 15:58 WIB
Pastikan Pandemi Covid-19 Segera Berakhir jadi Endemi, Menkes Budi: Tapi Kapan Waktunya Masih Abu-abu
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim bahwa pandemi pada waktunya pasti akan beralih menjadi endemi. Termasuk menyoal pandemi Covid-19 yang kini masih melanda.

Budi menegaskan hal tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR. Di mana salah satu agendanya terkait penjelasan singkat pihak pemerintah terkait masa transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.

"Kami mengamati dari sejarah pandemi umat manusia ini, kesimpulan nomor satu dia pasti berubah menjadi endemi. Tidak ada pandemi yang terus-terusan menjadi pandemi, dia pasti berubah menjadi endemi," kata Budi, Rabu (23/3/2022).

Kendati pandemi pasti akan beralih menjadi endemi, diakui Budi mengenai kapan waktu peralihan tersebut tidak ada yang bisa memprediksi. 

"Perubahan atau transisi dari pandemi ke endemi itu tidak terlalu struktur, tidak terlalu sistematis, tidak benar-benar ilmiah ditentukan seperti apa. Tapi itu sangat blur, sangat abu-abu," kata Budi.

Walau begitu, Budi menekankan pentingnya peta jalan atau roadmap dari sisi kesehatan mengenai masa transisi pandemi menuju endemi. Dengan begitu diharapkan Indonesia memiliki target secara konkret sekaligus menyiapkan masyarakat untuk menghadapi transisi endemi.

"Nah yang kami usulkan ke bapak presiden dan sudah diterima, itu ada lima yang kami sarankan. Jadi transisi pandemi menjadi endemi itu terjadi, kalau dari sektor kesehatan, masih ada sektor sosial politik ekonomi budaya nanti akan dipertimbangkan oleh beliau," kata Budi.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu berulang kali melemparkan wacana agar pandemi Covid-19 bisa berubah menjadi endemi. Tapi, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pandemi COVID-19 dan endemi hanya berbeda nama. Ia menegaskan virusnya akan tetap ada.

"Kalau buat saya pribadi ya sebagai orang yang di kesehatannya baru. Endemi sama pandemi hanya beda nama. Tapi penyakitnya tetap ada, virusnya tetap ada," kata Budi Gunadi seusai seminar "Recover Together, Recover Stronger: G20 dan Agenda Strategis Indonesia" di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Jumat, (18/3/2022).

baca juga

Budi Gunadi juga menegaskan bahwa dalam fase endemi nanti, penularan virus juga diperkirakan akan tetap terjadi. Meski, lanjut dia, tingkat derajat keparahannya lebih rendah dibandingkan dengan pandemi.

Ia menegaskan, bahwa fase endemi akan tercapai jika masyarakat sudah memahami mengenai risiko penyakitnya serta sudah melakukan protokol kesehatan secara sadar tanpa dipaksa pemerintah.

"Saya bilang misalnya contoh DBD. Ini masyarakat sudah tahu itu lagi DBD maka disemprotlah, jangan banyak jentik-jentik deh, kalau terjangkit panasnya naik turun, udah tahu dia cek darahnya. Kalau kena langsung masuk rumah sakit tanpa ada pemaksaan intervensi atau dorongan dari pemerintah," ujar Gunadi.

Ia mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta mempersiapkan skenario untuk mengubah pandemi COVID-19 menjadi endemi.

Seluruh fase pandemi di dunia, kata dia, pada akhirnya selalu menjadi endemi hanya saja membutuhkam persiapan.

Merujuk sejarah pandemi di dunia, menurut dia, selalu membutuhkan banyak faktor pertimbangan untuk mengubah menjadi endemi.

"Enggak pernah faktor kesehatan saja. Ada faktor sosial, politik, ekonomi, budaya yang menjadi pertimbangan baik seorang pimpinan negara maupun dunia mengubah itu menjadi pandemi sebagai endemi," kata dia.

Sementara itu, ia menuturkan sesuai masukan para epidemiolog, laju penularan atau reproduction rate (Rt) harus ditekan di bawah 1 dalam rentang tiga hingga enam bulan, serta cakupan vaksinasi dua dosis minimal mencapai 70 persen dari populasi.

"Kalau itu sudah terjadi nah itu dari sisi kesehatan sudah masuk kondisi yang relatif aman kalau misalnya nanti mau di-declair sebagai endemi," kata dia.

Meski demikian, menurut dia, perlu diperhatikan juga bahwa organisasi kesehatan dunia (WHO) hingga kini belum menyatakan situasi saat ini sebagai endemi.

"Walaupun di negara lain seperti Inggris, Denmark itu mengurangi protokol kesehatannya tapi mereka secara resmi belum declair ini sebagai endemi," ucap Gunadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Booster Kedua, Pakar Sarankan Vaksin Covid-19 Diberikan Setiap Tahun Seperti Vaksin Flu

Wacana Booster Kedua, Pakar Sarankan Vaksin Covid-19 Diberikan Setiap Tahun Seperti Vaksin Flu

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:35 WIB

Demi Genjot Pariwisata, Indonesia Bakal Ubah Status Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi

Demi Genjot Pariwisata, Indonesia Bakal Ubah Status Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi

Jatim | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:17 WIB

Waspada! Gejala Omicron Ini Sering Diabaikan

Waspada! Gejala Omicron Ini Sering Diabaikan

Bogor | Rabu, 23 Maret 2022 | 14:42 WIB

AstraZeneca Buat Antibodi untuk Lawan Varian Omicron, Ini Kelebihannya!

AstraZeneca Buat Antibodi untuk Lawan Varian Omicron, Ini Kelebihannya!

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 14:25 WIB

Terkini

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

×