5 Sindiran Pedas Najwa Shihab pada Pemerintah, Prediksi Tiga Tahun Lalu Kini Terjadi?

Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 24 Maret 2022 | 17:50 WIB
5 Sindiran Pedas Najwa Shihab pada Pemerintah, Prediksi Tiga Tahun Lalu Kini Terjadi?
Potret Najwa Shihab (Instagram/najwashihab)

Suara.com - Najwa Shihab kerap menuai atensi dari publik berkat deretan sindiran pedasnya ke berbagai pihak khususnya pejabat dan pemerintah. Jurnalis sekaligus aktivis sosial berdarah Arab tersebut kerap memberikan sindiran terhadap isu-isu publik yang menyeret kinerja para pejabat negara. Tentu, sindiran-sindiran pedasnya kerap memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. 

Simak deretan 5 sindiran pedas jurnalis yang akrab disapa Mbak Nana berikut ini

1. Kritik terhadap mantan Menkes RI Terawan, Wawancara dengan Kursi Kosong

Mbak Nana mewawancarai kursi kosong yang seharusnya diduduki oleh Terawan (Youtube/Najwa Shihab)
Mbak Nana mewawancarai kursi kosong yang seharusnya diduduki oleh Terawan (Youtube/Najwa Shihab)

Pertama ada sindirian Najwa Shihab terhadap kinerja mantan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto. Sindiran tersebut berawal ketika Najwa merilis sebuah wawancara yang mengundang Terawan yang saat itu masih menjabat sebagai Menkes.

Uniknya, pada wawancara tersebut, Najwa Shihab melayangkan pertanyaan kepada sebuah kursi kulit berwarna hitam yang tidak diduduki oleh siapapun.

Wawancara dengan kursi kosong tersebut diberi judul #MataNajwaMenantiTerawan dan menjadi sebuah aksi yang baru pertama kali terjadi di Indonesia. Kursi kosong tersebut melambangkan absennya Terawan dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang tengah melanda Indonesia. 

Dalam wawancara tersebut, Najwa melontarkan segudang pertanyaan kepada kursi kosong tersebut. Salah satu di antaranya mengenai respon Terawan yang meremehkan virus tersebut saat awal pandemi. Najwa juga menuntut klarifikasi mengenai pernyataan yang beredar bahwa Terawan adalah sosok yang menyarankan tidak perlu adanya karantina wilayah. 

Sayangnya, sindiran Najwa tersebut ditanggapi secara negatif oleh segelintir pihak. Arteria Dahlan, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan beserta beberapa pihak Relawan Jokowi menuntut permintaan maaf dari Najwa Shihab karena telah merendahkan kehormatan presiden Joko Widodo sekaligus melaporkannya melalui jalur hukum. Najwa Shihab bersikap kooperatif dan akan mengikuti prosedur hukum. 

Hingga saat ini, video wawancara tersebut masih bisa diakses publik dan Najwa Shihab belum terlibat kasus hukum yang terkait pelaporan tersebut. 

2. Sindiran kepada para anggota Dewan, Apa kabar tuan dan 'Puan' terhormat?

Cuplikan video sindiran Najwa Shihab kepada para anggota dewan (Youtube/Najwa Shihab)
Cuplikan video sindiran Najwa Shihab kepada para anggota dewan (Youtube/Najwa Shihab)

Sindiran berikutnya dilayangkan kepada para anggota dewan dalam video yang bertajuk "Kepada Tuan dan Puan Anggota DPR yang Terhormat." Dalam video tersebut, Najwa Shihab tampak ramah menyapa para anggota dewan dan menanyakan kabar.

Najwa juga mengungkit kinerja anggota dewan terutama selama pandemi. Salah satu sindirian nylekit yang Najwa layangkan adalah soal kursi kosong di dalam gedung DPR akibat kebijakan dari rumah. Ia menyindir bahwa memang biasanya kursi tersebut sering kosong sejak dahulu kala. 

Isi utama video sindiran tersebut menyoroti kebijakan parlemen yang tidak fokus pada penanganan virus Corona. Alih-alih, kebijakan yang baru-baru diteken adalah menyoal RUU Cipta Kerja, RUU Pemasyarakatan, dan RUU KUHP yang dinilai tidak ada hubungannya dengan penanganan pandemi. 

3. Sindiran Jamu Impor Tiongkok

Potret Najwa Shihab (Instagram/najwashihab)
Potret Najwa Shihab (Instagram/najwashihab)

Selain soal memprioritaskan pengesahan RUU Cipta Kerja, Najwa Shihab juga menyindir prioritas kinerja Satgas COVID DPR yang dinilai tidak bijak. Najwa Shihab menyoroti keputusan mereka mengimpor jamu ilegal dari Tiongkok.

"Bikin ribut juga jelas tak seharusnya jadi prioritas. Satgas COVID-19 DPR kemarin dikabarkan mengimpor jamu ilegal dari Tiongkok secara besar-besaran untuk pasien positif virus Corona. Satgas kemudian membantah itu, katanya ini diproduksi di Jakarta kemudian dibagikan secara gratis ke rumah sakit. Dikabarkan juga jamunya mengandung bahan berbahaya yang belum teruji klinis. Satgas lagi-lagi membantah katanya sedang proses mendapatkan izin di BPOM. Sedang itu berarti belum ya?," sindir Najwa dalam video yang sama.

Najwa juga melanjutkan dengan sindiran yang berbunyi "Niat yang baik pun perlu proses yang baik proses yang semrawut hanya akan disusul polemik."

4. Sindir penggunaan APD oleh DPR, APD itu Alat Pelindung Dewan?

Potret para anggota DPR memakai pakaian menyerupai APD (Youtube/Najwa Shihab)
Potret para anggota DPR memakai pakaian menyerupai APD (Youtube/Najwa Shihab)

Masih dalam video yang sama seputar kinerja DPR saat pandemi, Najwa juga menyoroti para anggota dewan yang mengenakan APD (Alat Pelindung Diri). Baginya, tindakan tersebut melukai hati rakyat karena para tenaga medis yang seharusnya mengenakan perlengkapan tersebut kehabisan stok APD. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Aktivis 98 Unpad Sebut Pendukung Ide Penundaan Pemilu 2024 sebagai Begal Demokrasi

Tegas! Aktivis 98 Unpad Sebut Pendukung Ide Penundaan Pemilu 2024 sebagai Begal Demokrasi

Jabar | Kamis, 24 Maret 2022 | 15:52 WIB

Wacana Presiden Tiga Periode Hingga Tunda Pemilu Ternyata Sudah Lama Diprediksi Najwa Shihab, Ini Buktinya!

Wacana Presiden Tiga Periode Hingga Tunda Pemilu Ternyata Sudah Lama Diprediksi Najwa Shihab, Ini Buktinya!

News | Kamis, 24 Maret 2022 | 12:30 WIB

Ungkit soal Elite Parpol Gaungkan Masa Jabatan Jokowi 3 Periode, Munarman di Sidang: Mengapa Tak Dipidana?

Ungkit soal Elite Parpol Gaungkan Masa Jabatan Jokowi 3 Periode, Munarman di Sidang: Mengapa Tak Dipidana?

News | Senin, 21 Maret 2022 | 15:49 WIB

Ramai Wacana Tunda Pemilu Hingga Presiden 3 Periode, PDIP Gelar Pentas Wayang Orang, Ingatkan Elite Taat Konstitusi

Ramai Wacana Tunda Pemilu Hingga Presiden 3 Periode, PDIP Gelar Pentas Wayang Orang, Ingatkan Elite Taat Konstitusi

News | Minggu, 20 Maret 2022 | 06:33 WIB

Terkini

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:46 WIB

Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:32 WIB

Viral! Gadis 12 Tahun Tewas Bunuh Diri Korban Cyberbullying, Sang Ibu Ungkap Fakta Miris

Viral! Gadis 12 Tahun Tewas Bunuh Diri Korban Cyberbullying, Sang Ibu Ungkap Fakta Miris

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:14 WIB

Rudal Iran Bongkar Borok Orang Yahudi! Saling Tuding Antisemit Demi Masuk Bunker

Rudal Iran Bongkar Borok Orang Yahudi! Saling Tuding Antisemit Demi Masuk Bunker

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:05 WIB

Menhub Prediksi Ada 285 Ribu Kendaraan Saat Puncak Arus Balik Lebaran Hari Ini

Menhub Prediksi Ada 285 Ribu Kendaraan Saat Puncak Arus Balik Lebaran Hari Ini

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:00 WIB

KA Lokal Ikut Jadi Primadona Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026

KA Lokal Ikut Jadi Primadona Selama Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:57 WIB

Momen SBY, Anies Baswedan dan AHY Ngobrol Santai Saat Halalbihalal di Cikeas

Momen SBY, Anies Baswedan dan AHY Ngobrol Santai Saat Halalbihalal di Cikeas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:54 WIB

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:23 WIB

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

Gangguan Mesin, 61 Penumpang Kapal Motor Sempat Terombang-Ambing di Kepulauan Seribu

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:23 WIB