Bayi-bayi Lahir Prematur Berjuang Hidup di Kota yang Dibombardir Rusia

Siswanto, BBC

Senin, 28 Maret 2022 | 14:27 WIB
Bayi-bayi Lahir Prematur Berjuang Hidup di Kota yang Dibombardir Rusia
BBC

Suara.com - Para dokter mulai melihat peningkatan tajam dalam jumlah kelahiran prematur di sejumlah wilayah Ukraina, saat konflik memasuki bulan kedua.

Klinik-klinik pralahir di Kharkiv dan Lviv mengatakan kepada BBC bahwa tingkat kelahiran prematur meningkat dua atau tiga kali lipat dalam beberapa pekan terakhir, akibat tres dan persoalan medis terkait perang.

Polina lahir di klinik perinatal regional Kharkiv dengan berat hanya 630g. Sementara, berat rata-rata bayi perempuan yang lahir normal adalah lima kali lipat.

Viktoria, yang memiliki berat 800g, lahir di rumah sakit perinatal Lviv pada awal Maret bersama dengan saudara kembarnya, Veronika, setelah ibunya kabur dari Kyiv.

Dua gadis kecil ini, satu adalah pengungsi, dan lainnya berjuang untuk bertahan hidup di sebuah kota yang dibombardir pasukan Rusia, mengungkapkan pilihan melelahkan yang dihadapi ibu-ibu dan tim dokter di sini.

Iryna Kondratova, direktur medis yang bertanggung jawab atas perawatan Polina, mengatakan kepada saya bahwa kelahiran prematur melonjak tiga kali lipat dari angka normal di kliniknya, dan saat ini merupakan 50% dari semua persalinan.

"Infeksi, kurangnya bantuan medis, gizi buruk: perang telah menciptakan risiko kelahiran prematur," kata Dr Kondratova.

"Angka kelahiran prematur kami sudah tinggi, karena kami memiliki banyak pasien dari Donetsk dan Luhansk.

"Di zona konflik, kaum perempuan menghabiskan banyak waktu di ruang bawah tanah yang hiruk-pikuk, di mana terjadi infeksi aktif. Dan juga lebih sulit bagi perempuan untuk mendapatkan bantuan medis jika mereka membutuhkannya."

baca juga

Baca juga:

Sementara persentase kelahiran prematur di kliniknya telah meningkat, Iryna mengatakan jumlah total pasiennya menyusut draktis, lantaran para perempuan melarikan diri dari pertempuran di Kharkiv.

Di kawasan pedesaan di Lviv, jauh dari garis depan, mereka melihat gelombang pengungsi.

Ibu Viktoria, Iryna Zelena, melarikan diri ke Lviv dari Kyiv tepat sebelum dia melahirkan.

"Kami pergi karena ada penembakan massal," katanya. "Kami sudah berada di tempat penampungan selama ini."

Dia meyakini stres akibat menghabiskan hari-hari pertama perang di dalam bunker berpengaruh pada kelahiran Viktoria - dan saudara kembarnya Veronika - lebih dari tujuh minggu lebih awal.

Di bagian koridor bangunan klinik, di unit pra-kelahiran, Olga Bogadiza tengah hamil enam bulan dan juga mengharapkan anak kembar.

Dia juga melarikan diri dari Kyiv, dan didera frustasi saat mencari tempat aman untuk melahirkan bayinya, jauh dari penembakan dan jam malam.

Butuh tiga hari untuk mencapai Lviv, katanya, dan selama itu dia tidak bisa makan atau minum karena takut.

"Pernahkah Anda mendengar pepatah, 'ketakutan terhadap binatang'?" dia bertanya padaku.

"Ini tidak seperti takut atas rasa sakit, atau melahirkan - ketakutan yang membuat kulit Anda sakit.

"Anda sangat takut tidak bisa makan atau berpikir. Ketika saya tiba di Lviv, dokter mengatakan saya telah kehilangan 3,5 kg, dan kehidupan bayi saya dalam bahaya karena perkembangan mereka berhenti."

Baca juga:

Anak kembarnya sekarang sudah mulai tumbuh lagi. Putranya yang berusia lima tahun bertanya padanya di setiap kunjungan kapan saudara laki-lakinya akan datang.

Olga adalah orang Rusia, suaminya orang Ukraina. Anak-anak mereka adalah simbol perlindungan cinta ketika negara mereka saling berperang.

Tetapi ketika rudal-rudal Rusia menghantam sasarannya di Lviv, muncul tantangan untuk merawat bayi-bayi yang rapuh seperti Viktoria dan Polina yang dibawa pulang.

Di Kharkiv, Dr Kondratova mengatakan para staf kesehatan telah memutuskan untuk tinggal di bangsal perawatan intensif dengan bayi-bayi yang lahir prematur, bahkan setelah ada peringatan serangan udara.

"Anda tidak bisa membawa anak seberat 600 gram ke ruang bawah tanah," katanya.

"Itu akan menjadi perjalanan satu arah. Jadi kami tinggal bersama anak-anak dan hidup bersama mereka selama serangan bom."

Bagi ibu Viktoria, Iryna, raungan sirene serangan udara menimbulkan dilema yang sulit.

Adik Viktoria, Veronika, telah meninggalkan perawatan intensif dan tinggal bersama ibunya di bangsal umum.

Ketika sirene berbunyi, Iryna membawanya ke tempat perlindungan bom - tetapi harus meninggalkan Viktoria di inkubatornya, karena dia terlalu rapuh untuk bergerak.

"Secara emosional, itu sangat sulit," kata Iryna. "Ini seperti merobek hatiku menjadi dua. Satu bayi datang bersamaku, yang lain dirawat oleh dokter.

"Aku selalu berpikir, 'apakah semuanya baik-baik saja? Bagaimana perasaannya?' Tetapi dalam situasi ini, kami hanya harus kuat."

Rumah sakit di Lviv - kota yang pernah dilihat sebagai tempat berlindung yang aman dari konflik - telah menutup beberapa jendela, tetapi sekarang juga membangun bunker bawah tanah khusus untuk menampung para pasien yang paling rapuh di inkubator.

Berbagai rumah sakit telah menjadi target serangan dalam perang ini, dan staf di sini khawatir.

Dalam konflik yang mencengkeram dunia ini, bayi seperti Viktoria dan Polina berjuang sendiri untuk bertahan hidup.

Iryna membelai tangan putrinya di dalam inkubator.

"Dia orang Ukraina," kata Iryna, "dan dia akan menang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:07 WIB

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat

Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Terkini

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI,  BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:13 WIB

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:05 WIB

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

×