Terdampak Covid-19, Pekerja Seni Ini Sempat Jual Kue Teman hingga Dapat Rp1,5 Juta per Hari

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 30 Maret 2022 | 06:00 WIB
Terdampak Covid-19, Pekerja Seni Ini Sempat Jual Kue Teman hingga Dapat Rp1,5 Juta per Hari
Hartati, seorang pekerja seni. (tangkap layar)

Suara.com - Sejumlah orang termasuk kaum hawa harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Dampak pandemi Covid-19 pun dirasakan Hartati, seorang pekerja seni.

Sebagai seorang koreografer, Hartati juga sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Ia mengatakan pekerja seni merupakan profesi yang sangat terdampak seperti sektor pariwisata lainnya.

Seorang seniman kata dia, tergantung dengan pertunjukan yang merupakan bagian dari mata pencahariannya. Namun ketika awal pandemi harus terhenti.

"Kalau seniman itu kan memang tergantung dengan pertunjukan, apalagi seniman pertunjukan seperti saya, selalu membutuhkan ruang panggung dan itulah salah satu mata pencarian kita juga, bukan besar kecilnya proyek, tapi yang membuat kita bisa berjalan sehari-hari atau menghidupi kita," ujar Hartati dalam diskusi bertajuk "Ketangguhan Perempuan Menghadapi Dua Tahun Pandemi" secara virtual, Selasa (29/3/2022).

Menurutnya pemerintah selama ini hanya mengumumkan sektor perhotelan dan pariwisata yang paling banyak terdampak pandemi Covid-19. Terkait itu kemudoan ia menganggap pemerintah tak memperhitungkan pekerja seni yang juga terdampak.

"Jadi seni pertunjukan itu masih dianggap biasa aja, tidak terlalu diperhitungkan, jadi tidak dihitung apakah para seniman terdampak. Jadi seni pertunjukan dianggap biasa saja, saya merasa tidak terlalu diperhitungkan juga. Sehingga tidak dikaji secara detil," papar Hartati.

Saat awal pandemi membuat Hartati harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan selain dari pertunjukan. Terlebih ia harus menghidupi dua anak yang masih sekolah.

"Pengalaman saya itu shock banget, kalau dihitung berapa sih tabungan, hidup harus terus berjalan setiap hari uang harus keluar, apalagi seperti saya punya anak 2, ada yang kuliah yang masih SMA. Nah itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," ucap Hartati.

Singkat cerita Dosen seni tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu sempat mencoba menjual kue buatan rekannya demi bertahan hidup di masa pandemi.

baca juga

"Pertama-tama itu memang bingung untuk saya personal serius mau ngapain, saya juga mencoba jualan kue, saya bilang ke teman boleh nggak jualan kue," kata Hartati.

Dari kue yang ia jual sehari bahkan mendapatkan keuntungan Rp1.500.000.

"Banyak teman-teman relasi orang-orang yang aku kenal, gampang banget aku sehari itu bisa sampai puluhan box bisa laku. Sampai sehari aku dapat Rp1.500.000," kata Hartati.

"Tapi aku nggak bertahan lama, karena aku malu terlalu banyak untungnya, aku bilang aku stop aku nggak mau kalian rugi," tuturnya.

Lebih lanjut, sebagai seorang seniman tidak mempunyai penghasilan tetap setiap waktu. Ia kemudian mencontohkan jika bulan ini dapat uang besar, belum tentu bulan berikutnya akan mendapatkan hasil yang sama.

"Kalau kita tahu ada saatnya yang kita dapat membuatnya dapat uang besar, tapi uang besarnya kita tidak terima setiap waktu atau tidak setiap bulan," katanya.

Selain itu kata dia, yang membuat pekerja seni bisa depresi bukan persoalan uang saja, melainkan adanya pembatasan dalam kegiatan interaksi. Diketahui di masa pandmei Covid-19 pemerintah membatasi kegiatan masyarkat.

"Persoalan yang tidak bisa ngapa-ngapain ini yang menjadi persoalan. Tidak bisa interaksi, tidak bisa ada diskusi, berpikir merancang sesuatu membuat sesuatu, itu malah yang membuat kita depresi," kata dia.

"Jadi memang harus bagaimana memaintenance positive thinking itu tadi di itu yang paling berat sih sebetulnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Bagi Para Pemudik, Pengamat: Proteksi Optimal Kepada Masyarakat

Vaksin Booster Jadi Syarat Wajib Bagi Para Pemudik, Pengamat: Proteksi Optimal Kepada Masyarakat

Jawa Tengah | Selasa, 29 Maret 2022 | 16:08 WIB

Inspiratif, Mengenyam Pendidikan di Atas Rel Kereta Bersama Relawan FIlipina

Inspiratif, Mengenyam Pendidikan di Atas Rel Kereta Bersama Relawan FIlipina

Video | Selasa, 29 Maret 2022 | 11:05 WIB

Menkeu Sri Mulyani Bersyukur Inflasi Tanah Air Masih Terkendali, Negara Lain Mengkhawatirkan

Menkeu Sri Mulyani Bersyukur Inflasi Tanah Air Masih Terkendali, Negara Lain Mengkhawatirkan

Bisnis | Senin, 28 Maret 2022 | 16:40 WIB

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Menkes Budi Minta IDI dan Terawan Bicara Baik-Baik

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Menkes Budi Minta IDI dan Terawan Bicara Baik-Baik

News | Senin, 28 Maret 2022 | 15:55 WIB

Terkini

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB