Suara.com - Warga Jogja baru-baru ini digemparkan dengan pemberitaan mengenai meninggalnya seorang pelajar akibat tindakan para pelaku klitih yang beraksi di daerah Gedongkuning pada Minggu (3/4/2022).
Fenomena klitih sudah sekian lama menghantui masyarakat kota pelajar tersebut lantaran tiap tahun kembali bermunculan. Kini, tagar #YogyaTidakAman dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih kembali mencuat di Twitter setelah sekian lama.
Lantas, seperti apa itu klitih dan bagaimana fakta yang menyelimutinya? Simak deretan 5 fakta seputar klitih berikut ini.
1. Mengenal apa itu klitih
Kata klitih sendiri awalnya merupakan sebuah istilah yang berkonotasi positif. Klitih sendiri merujuk pada aktivitas yang sering disebut orang Jogja sebagai klitah-klitih. Istilah tersebut berarti berjalan bolak-balik yang menunjukkan kebingungan atau mondar-mandir berkeliling karena iseng.
Setelah maraknya aksi kriminalitas yang menyasar masyarakat di jalanan, istilah klitih tersebut mengalami pergeseran makna. Kini istilah klitih identik dengan tindakan kekerasan.
2. Lahir dari geng siswa
Pergeseran makna tersebut tidak terlepas dari eksistensi geng siswa yang gemar melakukan tindakan kekerasan terhadap orang-orang di jalanan secara membabi-buta.
Beberapa geng siswa tersebut tercatat telah melakukan aksi sejak 1990 silam. Lantas, aksi tersebut mendapat atensi dari kepolisian setempat yang akhirnya menyoroti eksistensi geng pelajar tersebut.
3. Sudah terjadi sekian lama
Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, fenomena ini sudah mulai bermunculan sejak tahun 90-an. Tindakan klitih yang memakan korban tidak hanya terjadi pada bulan Ramadan tahun ini, melainkan juga muncul di tahun 2021 silam yang menyasar seorang pelajar berusia 15 tahun di Kotagede. Pemuda tersebut ditimpuk batu oleh orang tidak dikenal hingga terluka dan dilarikan ke rumah sakit.
4. "Daerah rawan" klitih ternyata hanya hoaks
Berkat ramainya tagar #YogyaTidakAman dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih , masyarakat sontak memberikan respon dan informasi di media sosial Twitter. Salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @Azharceria10 mengunggah cuitan yang berisi daftar daerah rawan klitih.
Daerah yang disebutkan di dalam daftar tersebut terbilang mengejutkan, karena ada daerah Jalan Kaliurang, Daerah Ringroad, Daerah Condongcatur, dan Selokan Mataram yang notabene ramai oleh mahasiswa.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, kepolisian Sleman membantah adanya daerah rawan tersebut. Daftar tersebut dibuat tanpa adanya penelusuran sebelumnya, sehingga sumbernya tidak valid.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Periksa 9 CCTV di TKP, Polda DIY Temukan Fakta Lain di Balik Penganiayaan di Gedongkuning yang Tewaskan Seorang Pelajar
Jogja | Selasa, 05 April 2022 | 14:46 WIB
5 Fakta Seputar Klitih Pascatewasnya Pelajar di Gedongkuning, Dejavu Awal Ramadhan hingga Rekruitmen Geng Pelajar
Jogja | Selasa, 05 April 2022 | 13:49 WIB
Beli Puluhan Konten Video Syur Dea OnlyFans, Komedian M Bakal Diperiksa Polisi
Sumsel | Selasa, 05 April 2022 | 13:40 WIB
Syaratnya Mudah! Ulang Tahun di Bulan Ramadan Bisa Nikmati Buffet Buka Puasa Gratis di The Rich Jogja Hotel
Jogja | Selasa, 05 April 2022 | 13:53 WIB
Ayang Utriza Lapor Soal Klitih di Jogja ke Kapolri: Banyak Korban Mati dan Luka Parah
Jogja | Selasa, 05 April 2022 | 13:21 WIB
CEK FAKTA: Beredar Kabar Kemunculan Alquran Terjemahan Palsu, Benarkah?
News | Selasa, 05 April 2022 | 13:28 WIB
Terkini
Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?
News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:56 WIB
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:15 WIB
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:07 WIB
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:43 WIB
Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:31 WIB
Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar
News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB