Perjuangan Irpin, Kota Pahlawan yang Porak-poranda Menahan Pasukan Rusia

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 06 April 2022 | 15:16 WIB
Perjuangan Irpin, Kota Pahlawan yang Porak-poranda Menahan Pasukan Rusia
BBC

Suara.com - Kota Irpin yang luluh lantak akibat perang saat ini menjadi contoh perlawanan Ukraina dan kekalahan Rusia. Pasukan Rusia berhasil masuk ke kota itu namun tidak berhasil menembusnya. Bila mereka berhasil menerobos, Kyiv menjadi perhentian berikutnya, karena ibu kota Ukraina itu hanya berjarak sekitar 21 kilometer.

Menahan laju serangan Rusia sangatlah penting.

Kami masuk ke pusat kota didampingi pengawal bersenjata, melalui jalan-jalan yang penuh puing-puing, tanpa listrik dan tanda-tanda kehidupan.

Pasukan Ukraina mengantar kami dengan menghindar jalan-jalan utama. Kami diberitahu bahwa pasukan Rusia kemungkinan masih berada di hutan-hutan di luar kota. Namun Wali Kota Oleksandr Markushyn menekankan kota ini sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Ukraina.

Pasukan Ukraina dengan bangga memperlihatkan kendaraan lapis baja Rusia yang luluh lantak. Kendaraan Rusia lain yang terbakar terlihat di salah satu jalan. Namun kami bergerak cepat dari satu tempat ke tempat lain karena risiko pengeboman Rusia.

Sebagian besar dari sekitar 70.000 warga yang tinggal di kota itu telah menyelamatkan diri dalam satu bulan terakhir. Mereka menyelamatkan diri dan keluar dari ruang bawah tanah, tempat persembunyian mereka dari gempuran Rusia.

Baca juga:

Banyak yang kehilangan rumah. Presiden Putin mengklaim ia tidak menargetkan daerah perumahan namun kenyataan di lapangan menunjukkan banyak apartemen yang hancur.

Kami menyaksikan kerusakan besar di daerah perumahan, termasuk gedung tingkat tinggi yang berlubang karena pengeboman. Ada mainan mobil berwarna merah yang tergeletak, di dekat tempat bermain. Ada mobil-mobil dengan kaca jendela yang penuh tembakan, dan rumah-rumah yang hangus dan atap runtuh.

Sebagian korban meninggal masih ada di reruntuhan gedung. Sebagian korban tewas lain dimakamkan secara cepat di pekarangan atau di lapangan tanpa pemakaman layak yang tidak mungkin dilakukan.

Wali kota Irpin memperkirakan sekitar 200-300 warga sipil meninggal, sebagian memang menjadi sasaran saat mereka mencoba melarikan diri. Jumlah kematian yang sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Pasukan Rusia menguasai sekitar 20-30% kota namun perlawanan tetap bertahan. Kementerian pertahanan Ukraina mengakui "perlawanan dan jiwa kepahlawanan massal para penduduk" dengan gelar kehormatan, "Kota Pahlawan Ukraina."

Gelar ini sebenarnya berasal dari Perang Dunia II, gelar dari rezim Uni Soviet untuk beberapa kota.

Di dalam kota, di tengah penjagaan ketat polisi dan tentara bersenjata, ketegangan masih terasa.

Kemenangan di kota itu diraih dengan susah payah, namun pasukan Ukraina mengatakan Rusia bisa saja kembali lagi.

"Ya, saya percaya itu," kata Serhiy Smalchuk, yang bekerja sebagai presenter TV. "Mereka perlu Kyiv karena Putin akan kalah bila tidak mengambil alih Kyiv. Jadi, mungkin mereka akan mencoba namun kami siap bila mereka kembali dan kami akan kalahkan mereka."

"Kami tak tahu apa yang mereka pikirkan," kata Ivan Kolehin, tentara perlawanan rakyat. "Saya rasa mereka tak akan datang lagi segera. Pasukan darat mereka telah kami usir namun artileri mereka tetap dapat menghantam kami."

Ivan bekerja di bidang pemasaran sebelum memanggul senjata untuk melawan Rusia. Ia masih tak terbayang mengapa ia bisa selamat dalam perjuangan mempertahankan Irpin.

"Saya tak pernah menyangka bisa hidup," katanya. "Dalam hari ketiga kami mendengar ada bunyi peluit dan mereka mulai membom kami secara langsung. Kami duduk di ruang bawah tanah dan atap gedung mulai runtuh. Kami sangat takut."

Namun saat ini ia khawatir atas masa depan Irpin.

"Di sini masih belum aman, namun pada waktunya kami akan membangun kembali," katanya.

"Mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun, karena kerusakannya besar. Saya mencoba untuk tidak memikirkan fakta bahwa setiap rumah yang hancur dibangun sendiri oleh seseorang."

Ia dulu memiliki teman dari Rusia namun kini tak lagi.

"Saya benci orang Rusia dari lubuk hati paling dalam," katanya.

Moskow mengatakan mereka akan mengurangi serangan di seputar Ibu Kota Kyiv secara drastis dan memusatkan pada kawasan Donbas di Ukraina timur. Pada kenyataannya, Kremlin tidak memiliki pilihan karena serangan di seputar ibu kota telah berhenti.

Namun pasukan Rusia kemungkinan mengorganisir serangan dan menyasar ibu kota lagi. Bila mereka melakukan itu, "Kota Pahlawan" akan kembali menjadi penghalang langkah mereka ke Kyiv.

Ketika kami meninggalkan Irpin, sejumlah warga sipil mengungsi dengan berjalan kaki, menyeberangi sungai dan melewati jembatan yang rubuh yang dihancurkan pasukan Ukraina sendiri agar pasukan Rusia tidak melaju ke ibu kota - pengorbanan lain yang dilakukan Irpin.

Satu ambulans menunggu dua perempuan tua, yang dibawa dengan tandu, mereka yang selamat dari serangan Rusia.

Di ujung jalan, pasukan Ukraina bergerak meninggalkan kota itu dengan langkah kemenangan dan makian terhadap Presiden Putin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar

L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 22:33 WIB

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Jaga Stabilitas Nasional, POM TNI dan Propam Polri Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

Jaga Stabilitas Nasional, POM TNI dan Propam Polri Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Global

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:10 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB