Kisah Orang-orang Rusia yang Tidak Percaya Kejahatan Perang di Ukraina

Siswanto, BBC

Senin, 18 April 2022 | 16:59 WIB
Kisah Orang-orang Rusia yang Tidak Percaya Kejahatan Perang di Ukraina
BBC

Suara.com - Di sebuah pemakaman di kota Stavropol, di barat daya Rusia, terdapat barisan kuburan baru.

Gundukan tanah segar ditutupi hamparan kembang. Bendera-bendera berlambang unit elite militer Rusia berkibar tertiup angin, menghiasi kuburan itu.

Pada salib kayu terdapat potret para tentara, nama mereka, dan tanggal kematian mereka.

Para prajurit yang dimakamkan di sini kehilangan nyawa mereka setelah 24 Februari lalu.

Itu adalah tanggal dimulainya "operasi militer khusus ke Ukraina" yang diperintahkan Presiden Rusia, Valdimir Putin.

Baca juga:

Di kuburan itu saya bertemu Dmitry. Dia meletakkan anyelir merah di makam mantan komandannya, yang dulu sama-sama sebagai anggota pasukan terjun payung, seorang perwira bernama Sergei Tysyachny.

"Dia seperti ayah kedua bagi saya dan anak-anak," kata Dmitry kepada saya. "Kami mencintainya, kami menghormatinya dan kami berduka untuknya."

Pujian untuk tentara Rusia seperti itu berbeda dengan kenyataan yang yang terjadi di Ukraina. Rusia bersikeras bahwa serangan militer mereka di Ukraina diperlukan dan dibenarkan. Namun Sekjen PBB menyebutnya sebagai "invasi skala penuh... yang melanggar piagam PBB".

baca juga

Ada juga kemarahan publik internasional atas laporan kekejaman militer Rusia dan dugaan kejahatan perang di Ukraina.

"Saya tidak percaya kabar bohong ini," kata Dmitry tentang tuduhan kejahatan perang yang ditujukan terhadap beberapa tentara Rusia.

"Saya tidak akan pernah mempercayai mereka. Saya mengenal komandan saya, Sergei, yang mengajari kami untuk mengambil tindakan. Saya percaya rekan-rekan dan militer saya. Mereka tidak akan pernah melakukan hal seperti itu," ujar Dmitry.

"Namun penyelidikan tentang dugaan kejahatan perang itu sedang berlangsung," ujar saya kepadanya.

"Bagaimana jika Anda diperlihatkan bukti kuat bahwa kejahatan telah terjadi? Apakah Anda akan mempercayainya?" kata saya.

"Saya yakin tidak akan ada bukti. Saya yakin," jawabnya.

Baca juga:

Pemahaman bahwa Rusia benar dan negara Barat salah berakar pada informasi selama bertahun-tahun di Rusia. Informasi ini disebarkan media milik pemerintah.

Kremlin memanfaatkan kendali mereka atas stasiun televisi untuk meyakinkan warga Rusia bahwa mereka tinggal di benteng yang terkepung, dikelilingi oleh musuh, antara lain NATO, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

Narasi itu menyebut bahwa "musuh-musuh itu" merencanakan kekacauan di Rusia dari pagi hingga malam.

Monopoli media oleh pemerintah Rusia juga meyakinkan banyak orang di negara ini bahwa pasukan mereka di Ukraina sedang memerangi "Nazi", "neo-Nazi", "ultra-nasionalis" dan "membebaskan Ukraina dari fasisme".

Narasi itu menciptakan realitas paralel di sekitar peristiwa di Ukraina.

Karena semua sumber berita independen Rusia telah diblokir atau ditutup, mengakses pandangan alternatif di Rusia menjadi semakin sulit.

Istri almarhum Sergei Tysyachny, Lada, setuju untuk menemui saya di pusat kota Stavropol.

"Saya tidak ingin mempercayainya. Saya masih belum bisa sepenuhnya mempercayainya," kata Lada tentang saat dia diberitahu bahwa suaminya telah terbunuh.

Dia juga menolak untuk percaya bahwa tentara Rusia telah melakukan kekejaman.

"Saya tahu bahwa seluruh dunia menentang kita sekarang," kata Lada. "Mereka akan menuduh Rusia apa pun."

Dan Rusia pun menuduh Barat, termasuk jurnalis dari negara Barat, melakukan berbagai cara untuk menyudutkan negara mereka.

Di penghujung hari itu di Stavropol, kami pun mendapati diri kami sebagai bahan berita, bukan hanya meliputnya.

Sebuah situs berita lokal yang populer menerbitkan artikel tentang kedatangan kru BBC. Berita itu mengabarkan tentang saya dan dengan juru kamera saya yang mewawancarai Lada di bangku taman umum.

Berikut kutipannya: "Sangat mudah untuk menebak bagaimana perasaan warga Stavropol yang baru saja menjanda saat berbicara dengan wartawan dari negara yang menjadi pendukung kematian suaminya."

Upaya untuk menghubungkan Inggris dengan kematian tentara Rusia di Ukraina menunjukkan bagaimana jurnalis Barat di Rusia semakin dipandang sebagai musuh.

Narasi itu juga menunjukkan bagaimana pihak berwenang di Rusia mencari kambing hitam untuk kengerian yang terjadi di Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laptop REDMI Book 16 2027 Hadir dengan Numeric Keypad,Baterai 72Wh, dan Layar 120Hz

Laptop REDMI Book 16 2027 Hadir dengan Numeric Keypad,Baterai 72Wh, dan Layar 120Hz

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:50 WIB

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:14 WIB

5 Sepatu Jalan Anti Air untuk Outdoor, Nyaman Dipakai saat Musim Hujan

5 Sepatu Jalan Anti Air untuk Outdoor, Nyaman Dipakai saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Anime Made in Abyss Umumkan Produksi Film Kedua dan Lima Pengisi Suara Baru

Anime Made in Abyss Umumkan Produksi Film Kedua dan Lima Pengisi Suara Baru

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop

Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Terkini

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:29 WIB

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisa jadi Bencana! Hashim Ingatkan Utang Luar Negeri RI Bisa Bengkak Jika Rupiah Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:25 WIB

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

DPR Mandul Awasi Pemerintah, Pakar Peringatkan Ledakan Aksi Massa

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:24 WIB

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Absen Dua Pertandingan Gladbach, Ada Apa dengan Kevin Diks?

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:20 WIB

×