-
Kabut asap kebakaran lahan Indonesia memicu krisis kesehatan dan melumpuhkan sekolah di Malaysia.
-
Kasus ISPA di Malaysia melonjak 124 persen akibat paparan polusi asap beracun harian.
-
Ancaman Super El Nino diprediksi memperparah krisis kabut asap lintas batas di ASEAN.
Suara.com - Krisis kesehatan publik melanda Malaysia setelah paparan kabut asap kebakaran hutan dari Kalimantan dan Sumatra memaksa penutupan ratusan sekolah serta memicu lonjakan dramatis kasus ISPA hingga 124 persen. Kombinasi cuaca kering ekstrem dan fenomena Super El Nino memicu eskalasi pencemaran udara ke level berbahaya, mengancam keselamatan warga di kawasan Lembah Klang hingga Sarawak.
Rutinitas harian warga berubah menjadi ancaman kesehatan langsung, seperti yang dialami Shobana Sritharan bersama putranya yang berusia 12 tahun setelah terserang demam dan batuk parah.
Ibu rumah tangga sekaligus penasihat siswa tersebut harus ekstra waspada memantau Indeks Pencemar Udara (IPU) setiap jam setelah anaknya jatuh sakit seusai kegiatan luar ruangan sekolah.
![Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/78266-foto-udara-asap-membumbung-tinggi-dari-kebakaran-hutan-dan-lahan-gambut.jpg)
“Kami sudah terbiasa dengan hal ini karena (menghadapi kabut asap) sudah menjadi kejadian tahunan, namun hal ini tetap sangat merepotkan bagi semua orang,” ujar perempuan berusia 41 tahun tersebut, dikutip dari CNA, Jumat (28/8/2026).
Keresahan Shobana mencerminkan penderitaan jutaan warga Malaysia yang harus menghirup udara beracun akibat pembakaran lahan pertanian musiman di negara tetangga.
Posisi geografis menjadikan Malaysia berada tepat di lintasan pergerakan asap utama dari Sumatra dan Kalimantan, memicu pembatalan berbagai kegiatan publik.
Bagaimana Dampak Kabut Asap Terhadap Sektor Pendidikan dan Acara Nasional?
Lebih dari 100 sekolah di Sarawak terpaksa ditutup sementara setelah angka IPU melonjak melampaui ambang batas sangat tidak sehat yaitu angka 200.
Kementerian Pendidikan merumahkan hampir 200.000 siswa dan melarang keras seluruh aktivitas olahraga di luar ruangan bagi daerah berstatus IPU di atas 100.
Dampak pembatalan jadwal ini berimbas pada kompetisi hoki tingkat nasional anak sekolah yang terpaksa dipindahkan sejauh 130 kilometer dari Kuala Lumpur ke Pahang.
Format pertandingan diubah secara mendadak menjadi sembilan lawan sembilan dengan durasi laga dipangkas dari 60 menit menjadi 15 menit saja.
Seorang wali murid bernama Kelvin menyuarakan kekecewaannya atas keputusan mendadak panitia yang dinilai membuang biaya besar tanpa memikirkan kesiapan atlet muda.
“Mereka bisa saja menunda kompetisi ke waktu lain. Ada banyak biaya yang terlibat, karena sebagian orang tua harus bepergian ke luar kota dan bus tambahan harus dipesan untuk para pemain,” ujar Kelvin.
Seberapa Parah Lonjakan Kasus Penyakit Pernapasan di Fasilitas Kesehatan?
Data Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan dramatis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebesar 124,4 persen dari 1.637 menjadi 3.674 kasus dalam sepekan.