Megawati dan Lutfi Paling Banyak Tuai Sentimen Negatif di Medsos

Siswanto, BBC

Jum'at, 22 April 2022 | 10:36 WIB
Megawati dan Lutfi Paling Banyak Tuai Sentimen Negatif di Medsos
BBC

Suara.com - Pernyataan sejumlah politisi dan pejabat publik yang menyindir bahkan menyalahkan masyarakat di tengah tekanan hidup akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dikritik pengamat karena dianggap tidak menunjukkan empati dan simpati.

Pengamat mengatakan, para politisi dan pejabat publik semestinya bisa memecahkan persoalan tersebut melalui jabatan yang dipegang.

Sementara itu, data yang diperoleh Evello -platform pemantauan dan analisis digital- soal percakapan warganet terkait meroketnya harga minyak goreng di pasaran mencapai 1,3 juta komentar dengan jumlah interaksi lebih dari 22 juta.

Hasil itu menggambarkan bahwa isu kebutuhan pokok terutama minyak goreng adalah hajat hidup warga sehingga "wajar jika pernyataan apapun yang dianggap tidak empati terhadap permasalahan mereka menjadi sangat sensitif".

Baca juga:

Kelangkaan hingga tak terkendalinya harga minyak goreng menjadi salah satu isu paling besar yang menarik perhatian publik Indonesia sejak Februari lalu hingga saat ini.

Penelusuran Evello -platform pemantauan dan analisis digital- melalui kanal media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, menemukan jumlah tayangan menyangkut minyak goreng telah 220 juta kali ditonton.

Jumlah percakapan warganet di tiga kanal medsos tersebut mencapai 1,3 juta komentar dengan jumlah interaksi sebanyak 22 juta.

"Tingginya perhatian publik menunjukkan jika minyak goreng adalah soal hajat hidup warga. Wajar jika pernyataan apapun yang dianggap tidak empati terhadap persoalan mereka (rakyat) menjadi sangat sensitif," ujar pendiri Evello, Dudy Rudianto, kepada wartawan Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (21/4).

baca juga

Dudy mengatakan Evello menangkap setidaknya ada lima narasi yang paling banyak menuai sentimen negatif dari pernyataan pejabat publik terkait persoalan minyak goreng.

Sentimen negatif tertinggi berasal dari komentar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat berdialog dengan ibu-ibu dan melontarkan kalimat, "jadi mending mana murah tapi barangnya tidak ada, atau sedikit mahal tapi stok banyak".

Sentimen tertinggi kedua dari pejabat Kementerian Perdagangan yang mengatakan, "adanya panic buying sehingga warga menimbun minyak goreng di rumah".

Perkataan itu, menurut Dudy, meramaikan media sosial lantaran pemerintah seakan menuduh rakyatnya sendiri. Narasi tersebut menyumbang sentimen negatif sebanyak 60%.

Baca juga:

Penilaian negatif ketiga terbesar saat Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, menginginkan adanya riset mengapa banyak ibu-ibu belanja baju baru tapi di lain sisi mengantre minyak goreng. Kalimat itu dilontarkan Mega dalam acara Kick Off & Talkshow Pembentukan BRIDA, secara daring, Rabu (20/4).

"Skor sentimen negatif dari pernyataan itu mencapai 56 persen," imbuh Dudy.

Evello juga mencatat ada dua narasi yang paling membuat publik sedih.

Kedua narasi itu yakni saat Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku bingung dan heran minyak goreng mendadak melimpah di pasaran, dan pertanyaan kepada ibu-ibu untuk memilih antara barangnya murah tapi langka atau mahal tapi stok melimpah.

"Kedua narasi ini mencapai skor sedih hingga 55% dan 40%."

'Harusnya bisa lebih simpati'

Pengamat komunikasi politik dari lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio, mengatakan komentar-komentar pejabat publik yang tak bersimpati dan berempati atas kesusahan rakyat bertujuan untuk menaikkan popularitas mereka dengan cara mendompleng isu yang sedang hangat diperbincangkan.

Pantauan BBC News Indonesia, selain Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, beberapa politisi juga melontarkan sindiran serupa.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, misalnya, pernah menyindir aksi mahasiswa yang akan berdemonstrasi pada 11 April lalu dengan mengatakan agar mereka "tidak salah alamat ketika menyampaikan tuntutan".

Kader PDIP, Ruhut Sitompul, bahkan mengolok-olok mahasiswa yang akan berdemo sebagai "pendukung barisan sakit hati kadrun".

"Karena tujuannya ingin dompleng isu dan naikin popularitas. Jadi asal ngomong aja, meski saya nggak melihat ada niat yang tidak baik dari apa yang disampaikan," kata Hendri Satrio kepada BBC News Indonesia, Kamis (21/4).

Sayangnya komentar itu ditangkap buruk oleh publik karena pejabat publik maupun politisi dinilai tak sensitif.

https://twitter.com/IiiZahrah/status/1517010131376287744

Hendri menilai sebagai pejabat publik dan politisi, mereka semestinya memiliki empati lebih ke masyarakat. Apalagi jika berasal dari partai yang lekat dengan citra rakyat kecil.

"Harusnya bisa lebih simpati, minimal nggak usah ngomong daripada bikin repot."

Dia juga berkata daripada berkomentar nyinyir, lebih baik pejabat publik maupun politisi turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan.

Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto, sebelumnya menegaskan apa yang disampaikan Megawati memiliki maksud dan tujuan yang baik.

Menurutnya, Megawati sedang mengajarkan masyarakat menyiasati kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

"Inilah, mohon izin, yang berkomentar belum belajar ini. Orang belum belajar cara berpikirnya Ibu Mega. Ibu ketum sering memakai statement yang unlearn. Di sosmed yang berkomentar itu belum faham cara berpikir ibu ketum saya," jelas Bambang seperti dilansir Suara.com.

https://twitter.com/deklibs/status/1516935478624534530

https://twitter.com/capeksihtpyauds/status/1517023619435872256

Evaluasi pernyataan para pejabat publik

Sementara itu pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, meminta Presiden Jokowi mengevaluasi pernyataan-pernyataan para menteri maupun pejabat publik lain yang memicu kontroversi di masyarakat.

Hal itu, kata dia, penting sebagai bahan refleksi dalam mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan lain yang dikeluarkan pemerintah.

"Jangan malas untuk melakukan media analisis sekaligus menjadi bahan tindak lanjut pada bentuk komunikasi publik lainnya atau kebijakan lain yang akan dikomunikasikan ke khalayak publik," ucap Gun Gun Heryanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT

Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:19 WIB

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP

Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Millwall di Liga Inggris, Timnas Indonesia Naik Kelas

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Dhuha dengan Benar?

Bagaimana Cara Melaksanakan Shalat Dhuha dengan Benar?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Unggah Foto Gaya Takbir Picu Polemik Isu Penistaan Agama

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT

Flores Utara Paling Parah Terdampak Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Daftar Harga HP Samsung Agustus 2026 Lengkap Beserta Varian Tablet

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI,  BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:13 WIB

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

5 Rekomendasi Cushion Full Coverage untuk Acara Kondangan, Ada yang Awet sampai 30 Jam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:05 WIB

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

6 Solusi Baru Shopee untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Produk Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:01 WIB

×