Mudik 2022 Jadi Pertaruhan Besar, Faskes Disiapkan untuk Antisipasi Covid

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 28 April 2022 | 10:20 WIB
Mudik 2022 Jadi Pertaruhan Besar, Faskes Disiapkan untuk Antisipasi Covid
BBC

Suara.com - Juru bicara Satgas Covid-19 menyebut mudik lebaran tahun ini sebagai 'suatu pertaruhan besar' saat situasi pandemi di Indonesia semakin membaik.

Hery Trianto, ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19, mengatakan pemerintah berharap kemungkinan kenaikan kasus setelah periode mudik tidak begitu besar dan tingkat keparahannya tidak terlalu berat karena sebagian besar masyarakat sudah divaksinasi.

"Ini memang suatu pertaruhan besar bagi bangsa Indonesia terkait dengan pelaksanaan mudik. Dan kemudian kita lihat apa yang terjadi - apakah akan terjadi kenaikan atau pelandaian seperti sekarang. Semua orang berharap terjadi pelandaian," kata Hery kepada BBC News Indonesia, Rabu (27/04).

Sekitar 80 juta orang diperkirakan akan pulang kampung pada Idulfitri tahun ini, setelah pemerintah untuk pertama kalinya dalam dua tahun membolehkan masyarakat untuk mudik.

Baca juga:

Langkah tersebut diambil seiring kondisi pandemi di Indonesia semakin terkendali, dengan jumlah kasus dan angka kematian yang terus menurun.

Antisipasi kenaikan kasus

Peningkatan mobilitas selama mudik juga berarti peningkatan risiko penularan, yang dapat berujung pada kenaikan kasus.

Namun kenaikan kasus diharapkan tidak separah tahun-tahun lalu karena sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi - dari infeksi maupun vaksinasi.

Survei serologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI pada akhir tahun lalu menemukan hampir 90 persen penduduk Indonesia memiliki antibodi terhadap virus SARS-CoV 2, penyebab Covid-19.

Hery mengatakan, pemerintah mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi kenaikan jumlah kasus setelah mudik.

"Rumah sakit wisma atlet masih siaga, dan tempat-tempat isolasi terpusat maupun tempat-tempat karantina memang untuk sementara ini dihentikan operasionalnya tetapi mereka dalam posisi siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai tempat karantina atau tempat perawatan atau tempat isolasi pasien-pasien yang tidak bergejala," ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat lebih dari 130.000 tempat tidur di rumah sakit di seluruh Indonesia yang bisa digunakan untuk perawatan pasien Covid. Jumlah tersebut adalah 30% dari total tempat tidur di seluruh rumah sakit. Saat ini tingkat keterisiannya kurang dari 4%.

Menurut catatan Satgas, pada puncak gelombang Omicron, ketika jumlah kasus harian mencapai hampir 64.000, tingkat perawatan tidak lebih dari 30%. Sebagai perbandingan, pada puncak gelombang Delta, ketika jumlah kasus harian 56.000, keterisian rumah sakit hampir 100%.

"Ketika nanti kita dihadapkan pada risiko itu ya kita berharap itu tidak terjadi lagi, bahkan lebih rendah. Artinya rumah sakit yang ada sekarang ini masih cukup memadai untuk mengakomodasi kenaikan kasus dan kebutuhan perawatan dari pasien," kata Hery.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono juga memperkirakan bahwa kenaikan kasus setelah lebaran tidak sebesar gelombang-gelombang sebelumnya.

"Kalau sekarang kasusnya ada 500-an, atau 1000-an karena banyak yang tidak terdeteksi, seminggu kemudian akan meningkat 1,5 kali lipat, dan minggu-minggu berikutnya 1,5 kalinya," kata Miko.

"Peningkatan itu memang tidak tinggi, tidak seperti biasanya, tapi tetap saja kalau lama itu akan menimbulkan kasus yang sama."

Namun demikian, ia mengatakan pemerintah jangan sampai mengendorkan surveilans kasus Covid-19, baik itu surveilans aktif berupa penelusuran kontak dan pengurutan genom maupun surveilans pasif berupa tes.

Hal itu supaya pemerintah bisa mendeteksi kenaikan kasus, serta adanya mutasi atau varian baru yang masuk ke Indonesia.

Miko sebetulnya tidak setuju dengan langkah pemerintah meniadakan syarat tes Covid bagi pemudik yang sudah mendapatkan vaksin booster. Menurutnya, antibodi tidak menjamin bebas dari infeksi.

Ia mencontohkan selama gelombang ketiga Januari-Maret 2022, jumlah kasus lebih banyak dari gelombang-gelombang sebelumnya padahal saat itu cakupan vaksinasi nasional untuk dosis pertama sekitar 80%, dosis kedua 70%, dan dosis ketiga 10%. "Tapi itu tidak bisa mencegah gelombang ketiga," ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane berpendapat meski mudik kemungkinan besar akan meningkatkan jumlah kasus, namun itu tidak akan sampai menjadi lonjakan gelombang baru.

Menurut Masdalina, lonjakan kasus Covid-19 tidak langsung disebabkan oleh mobilitas, tapi oleh kemunculan variant of concern yang lebih menular.

"Pada kondisi normal pun, bukan mudik atau libur panjang, kasus bisa naik kalau ada variant of concern," ujarnya.

Transisi pandemi ke endemi

Presiden Joko Widodo menganggap relaksasi aturan mudik tahun ini sebagai bagian dari masa transisi pandemi Covid-19 ke endemi, yang akan berlangsung selama enam bulan.

Ia mengatakan pemerintah Indonesia tidak ingin langsung mencabut sama sekali protokol kesehatan seperti pemerintah di sejumlah negara lain.

"Saya tidak ingin kayak negara-negara lain, buka masker. Enggak," kata Presiden Jokowi usai meninjau Sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/04).

"Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa. Karena apapun kita punya pengalaman, saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan tetap harus," imbuh Presiden.

Pemudik mengaku masih khawatir tertular

Sebagian masyarakat Indonesia bersiap untuk melakukan mudik pertama mereka dalam dua tahun. Salah satunya adalah Yesie, 30 tahun, yang akan mudik dari Lampung ke Jambi dengan menyewa mobil dan kembali dengan kendaraan umum.

Yesie mengaku masih menyimpan khawatir akan penularan Covid-19 namun di sisi lain merasa sudah punya antibodi.

"Kekhawatiran tertular masih ada walaupun aku sudah vaksin sampai dosis ketiga, dan dulu sudah pernah kena juga. Jadi kalau khawatir tertular itu, bukan khawatir sakitnya akan parah sih," ujarnya.

Jajak pendapat litbang Kompas kepada 506 warga di 34 provinsi menemukan sebagian besar responden menyatakan tidak khawatir akan penularan Covid-19 baik dalam perjalanan maupun saat berkumpul bersama keluarga. Namun sekitar sepertiganya masih khawatir karena menyadari risiko penularan virus corona masih ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:41 WIB

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:39 WIB

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:37 WIB

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:35 WIB

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:34 WIB

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Kurban Melejit, Irfan Hakim Kebanjiran Pesanan Sapi dari Raffi Ahmad hingga Maia Estianty

Bisnis Kurban Melejit, Irfan Hakim Kebanjiran Pesanan Sapi dari Raffi Ahmad hingga Maia Estianty

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Kabar Terkini Calvin Dores usai Alami Serangan Jantung, Masih Gunakan Oksigen

Kabar Terkini Calvin Dores usai Alami Serangan Jantung, Masih Gunakan Oksigen

Entertainment | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:41 WIB

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:39 WIB

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:37 WIB

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:35 WIB

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?

Studi: Model Iklim Saat Ini Dinilai Kurang Akurat Baca Dampak Perubahan Iklim di Perkotaan, Kenapa?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

Viral Duel Maut WNA Brunei di Blok M, Korban Tewas Setelah 10 Hari Kritis di ICU

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:20 WIB

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:19 WIB

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB