Pulau Energi Pertama Dunia, Proyek Revolusioner Denmark untuk Listrik Eropa

Siswanto, BBC

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
Pulau Energi Pertama Dunia, Proyek Revolusioner Denmark untuk Listrik Eropa
BBC

Suara.com - Proyek pembangunan pulau buatan dalam ukuran besar guna menyediakan energi bagi tiga juta rumah tangga mendapatkan lampu hijau dari para politisi Denmark.

Proyek ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada gas Rusia.

Pemerintah negara Skandinavia itu mengumumkan minggu lalu bahwa mereka akan mempercepat pembangunan proyek yang pertama kali diungkap pada 2020 itu dengan nama "pulau energi."

Pulau energi pertama di dunia itu luasnya sekitar 18 kali lapangan sepak bola atau sekitar 120.000 meter persegi, dan diperkirakan luasnya tiga kali ukuran itu.

Pulau itu akan difungsikan sebagai penghubung bagi 200 turbin angin raksasa lepas pantai.

Proyek terbesar dalam sejarah Denmark itu bernilai sekitar 210 miliar kroner atau US$34 miliar. Terletak sekitar 80 kilometer dari daratan, pulau itu akan dimiliki setengah oleh negara dan setengahnya oleh swasta.

Energi yang disalurkan tidak hanya untuk Denmark namun juga untuk negara-negara tetangga.

Belum dirinci negara-negara mana yang akan merasakan keuntungan, namun Profesor Jacob Ostergaard dari Universitas Teknik Denmark mengatakan kepada BBC bahwa Inggris, Jerman dan Belanda dapat menikmati listrik dari pulau energi ini.

Baca juga:

baca juga

Hidrogen hijau juga akan tersedia untuk industri perkapalan, penerbangan dan transportasi.

Berdasarkan undang-undang iklim, Denmark berkomitmen untuk mengurangi 70% emisi gas rumah kaca pada 2030 dan akan menjadi netral CO2 pada 2050. Desember lalu, pemerintah Denmark mengumumkan diakhirinya semua eksplorasi baru minyak dan gas di Laut Utara.

Kepada BBC, Ostergaard mengatakan ini adalah "proyek raksasa".

"Ini merupakan langkah besar lanjutan bagi industri turbin angin Denmark. Kami unggul di darat, sudah mengambil langkah di lepas pantai, dan sekarang membangun pulau-pulau energi. Ini semua menempatkan Denmark sebagai pionir," kata Ostergaard.

Proyek ini direncanakan selesai pada 2030, namun menyusul serangan Rusia ke Ukraina, pemerintah Denmark mengumumkan akan dipercepat sebagai alternatif energi bagi Eropa untuk mengganti pasokan gas dan minyak dari Rusia.

"Denmark dan Eropa harus terbebas dari bahan bakar fosil Rusia secepat mungkin," kata Menteri Iklim dan Energi Denmark, Dan Jorgensen.

Ia menjamin pulau-pulau energi semacam ini adalah "cara hijau" untuk memotong sumber uang yang dipakai Vladimir Putin melancarkan perang.

Menurutnya, Laut Utara memiliki potensi angin yang bisa dikonversasi sebagai energi bagi jutaan rumah tangga di Eropa.

"Potensi angin lepas pantai ini harus dimanfaatkan dan karenanya pemerintah Denmark menyiapkan pulau-pulau energi lain," kata Jorgensen.

Energi besar

Berdasarkan data resmi, hampir 49% dari keseluruhan energi yang dihasilkan Denmark berasal dari angin.

Sementara itu, Badan Energi Internasional memperkirakan sekitar 16% kebutuhan energi Denmar tergantung dengan pasok dari Rusia. Pada 2016, angkanya sekitar 34%.

Denmark sudah sejak lama memanfaatkan angin dari laut untuk menghasilkan listrik.

Baca juga:

Kelompok energi bersih, Dansk Energi, mengatakan ragu apakah pulau energi di Laut Utara bisa dioperasikan pada 2033 seperti yang direncanakan.

Namun para politisi lintas partai mendukung rencana pemerintah.

Mantan menteri energi, Rasmus Helveg Petersen, dari Partai Liberal Sosial, menggambarkannya sebagai "rencana radikal" tetapi akan menjadi kenyataan.

Satu pulau energi lain, dengan ukuran lebih kecil, Bornholm, sudah direncanakn untuk dibangun di Laut Baltik, di timur Denmark.

Sudah dicapai kesepakatan bahwa energi dari pulau ini akan dipakai untuk memasok kebutuhan di Jerman, Belgia, dan Belanda.

November lalu, Uni Eropa mengumumkan rencana meningkatkan kapasitas energi dari angin lepas pantai hingga 25 kali pada 2050.

Energi terbarukan memasok sepertiga kebutuhan listrik Uni Eropa:

  • Menurut Uni Eropa, pasok angin lepas pantai mencapai 12 gigawatt
  • Denmark memasok 1,7 gigawatt
  • Pulau baru pada tahap awal akan memasok 3 gigawatt, dan akan bertambah menjadi 10 gigawatt
  • Pulau energi Bornholm akan memasok 2 gigawatt.

Untuk lokasi pulau energi baru, belum ada keterangan resmi, namun diperkirakan ada di Laut Utara, sekitar 80 kilometer dari daratan.

Televisi Denmark mengatakan tahun lalu Badan Energi Denmark sudah menandai dua lokasi di barat kawasan pantai Jutland dan keduanya merupakan perairan dangkal dengan kedalaman antara 26-27 meter.


Lebih jauh soal pembangkit energi tenaga angin Denmark:


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:42 WIB

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:36 WIB

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:32 WIB

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Pasar Saham AS Rontok! Wall Street Berdarah Akibat Rekor Terburuk Sejak 2007

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 06:04 WIB

Prospek Bisnis Retail 2026, Transformasi Inovasi atau Makin Tertinggal

Prospek Bisnis Retail 2026, Transformasi Inovasi atau Makin Tertinggal

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 05:25 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Terkini

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Berapa Harga Nissan Pixo? Ini si Penantang Honda Super-One

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:06 WIB

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Buruh Geruduk Bundaran HI, Desak RUU Ketenagakerjaan

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:05 WIB

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

4 Rangkaian Skincare Pink Salt yang Bisa Samarkan Pori-pori Besar

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 17:04 WIB

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Poret Pendidikan di Pinggiran Kuala Mesuji dalam Novel Anak-Anak Kuala

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:00 WIB

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:59 WIB

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Hamza Choudhury Sesumbar Bangladesh Tak Takut Timnas Indonesia: Insyaallah Kami Bisa Menang

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:55 WIB

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:51 WIB

×