facebook

Dijagokan untuk Gantikan Anies Baswedan, Kasetpres Heru Budi: Aduh, Belum Kepikiran

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari
Dijagokan untuk Gantikan Anies Baswedan, Kasetpres Heru Budi: Aduh, Belum Kepikiran
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kasetpres Heru Budi Hartono dianggap menjadi sosok yang paling tepat untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta untuk mengisi kursi yang kosong

Suara.com - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono dianggap menjadi sosok yang paling tepat untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta untuk mengisi kursi yang kosong, lantaran masa jabatan Anies Baswedan akan berakhir akhir 2022 nanti.

Saat ditanya perihal itu, Heru mengaku belum terpikirkan untuk menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

"Aduh, belum kepikiran ke arah sana," kata Heru saat dikonfirmasi, Selasa (17/5/2022).

Heru menegaskan, belum ada pembicaraan terkait hal tersebut di Istana. Lagipula menurutnya masih banyak kandidat lainnya yang dianggap Heru lebih baik dari dirinya.

Baca Juga: Taufik Gerindra: Dari 3 Nama Calon Pj Gubernur DKI, Heru yang Paling Tepat

"Ya, memang saya berkarir lama di Pemda DKI. (Tetapi) belum ada pembicaraan ke arah itu dan masih banyak kandidat yang lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya, Politisi Gerindra Mohamad Taufik menilai, Heru menjadi sosok yang paling cocok untuk menjabat sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta sepeninggal Anies Baswedan nanti.

Menurut Taufik ada tiga faktor yang membuat Heru unggul ketimbang dua kandidat lainnya.

Diketahui selain Heru, dua calon lainnya adalah Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga eks Timses Presiden Jokowi, Juri Ardiantoro dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Marulah Mattali.

"Dari tiga nama calon pejabat Gubernur DKI, Heru yang paling tepat," ujar Taufik kepada wartawan, Selasa (18/5/2022).

Baca Juga: Mohamad Taufik Ungkap 3 Alasan Kasetpres Heru Sosok Tepat Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta Gantikan Anies

Taufik menjelaskan, faktor pertama yang membuat Heru unggul ketimbang calon lainnya, yakni pernah berkarir di lingkungan Pemprov DKI. Heru pernah menjadi staf hingga pejabat eselon dua atau Wali Kota di Jakarta.

Komentar