Suara.com - Istilah deportasi menjadi naik daun baru-baru ini. Adapun latar belakang deportasi menjadi perbincangan publik setelah sosok penceramah kondang Ustad Abdul Somad (UAS) mengaku dideportasi saat tiba di Singapura, Senin (16/5/2022).
Sontak, publik mulai bertanya-tanya mengenai alasan di balik pendeportasian UAS yang bikin heboh tersebut.
Alasan tersebut sedang ditelusuri oleh pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham.
"Informasi terkait UAS masih sedang kami gali atau telusuri," terang Kepala Bagian Humas Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/5/2022).
Berkaca dari pengalaman UAS, apa saja yang menjadi alasan seseorang dideportasi?
Pelanggaran yang membuat seseorang dideportasi
Umumnya, pihak imigrasi suatu negara dapat mendeportasi orang asing kembali ke negaranya jika ditemukan beberapa pelanggaran selama orang tersebut berkunjung.
Adapun pelanggaran tersebut dapat berupa pelanggaran administratif yakni yang terkait dengan berkas-berkas imigrasi.
Pelanggaran administrasi yang umum terjadi meskipun karena ketidaksengajaan adalah ketidaksesuaian visa.
Seseorang dapat dideportasi jika tujuan kunjungannya tidak sesuai dengan visa yang ia peroleh.
Jika ia ingin berkunjung ke suatu negara untuk berbisnis, maka ia harus mendapatkan visa bisnis.
Mengambil contoh Indonesia, WNA asing yang bekerja dan menerima upah di dalam wilayah kedaulatan Indonesia harus mampu menunjukkan visa kerja (KITAS).
Pelanggaran lain dapat berupa kesengajaan, seperti melanggar nilai maupun norma yang berlaku di Indonesia.
WNA yang didapati berkelakuan tidak baik dan mengganggu ketentraman publik dapat kena deportasi dan dikembalikan ke negara asalnya, meskipun sisa durasi visa yang ia miliki masih panjang.
Selain itu, WNA yang masuk ke dalam daftar penjahat atau buronan internasional berhak ditolak izin masuknya.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Apa Itu Not to Land Notice? Ini Penyebab UAS Dideportasi dari Singapura
News | Selasa, 17 Mei 2022 | 18:01 WIB
Tak Bisa Intervensi Singapura Tolak UAS, Kemenkumham: Hal Lazim Dilakukan Demi Jaga Kedaulatan Negara
News | Selasa, 17 Mei 2022 | 17:30 WIB
UAS Dideportasi Singapura, Fadli Zon: UAS Adalah WNI Terhormat, Ini Penghinaan
Sumsel | Selasa, 17 Mei 2022 | 17:05 WIB
Mengaku Dideportasi, Ada Perlu Apa UAS ke Singapura?
News | Selasa, 17 Mei 2022 | 17:05 WIB
5 Fakta UAS Dideportasi dari Singapura, Ternyata Ditolak Izinnya?
News | Selasa, 17 Mei 2022 | 17:02 WIB
Ustaz Abdul Somad Dideportasi dari Singapura, Begini Kronologinya
Jogja | Selasa, 17 Mei 2022 | 16:30 WIB
Kenapa UAS Ditolak di Singapura Padahal Berkas Lengkap? Kemenkumham Beri Tanggapan Begini
Sumsel | Selasa, 17 Mei 2022 | 16:22 WIB
Sebut Deportasi Singapura Sudah Dirancang Rezim untuk Menjegal Pengaruh UAS, Novel Bamukmin: Ada yang Panik
News | Selasa, 17 Mei 2022 | 16:02 WIB
UAS dan Rombongan Ditolak Masuk Singapura, KBRI Beri Penjelasan Ini
Sumsel | Selasa, 17 Mei 2022 | 15:55 WIB
Terkini
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
News | Senin, 01 Juni 2026 | 23:46 WIB
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:41 WIB
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB