facebook

Kronologis Lion Air Tabrak Burung Saat Terbang dari Surabaya ke Makassar

Pebriansyah Ariefana
Kronologis Lion Air Tabrak Burung Saat Terbang dari Surabaya ke Makassar
Ilustrasi Pesawat Lion Air (Antara)

Insiden itu membuat pilot memutuskan kembali ke asal atau return to base (RTB) ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Suara.com - Kronologis Lion Air tabrak burung saat terbang dari Surabaya ke Makassar, Rabu kemarin. Pesawat Lion Air tabrak burung bernomor JT 800 rute Surabaya - Makassar.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menjelaskan kronologi inisiden itu, dimulai dari awal keberangkatan hingga kembali mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Insiden itu membuat pilot memutuskan kembali ke asal atau return to base (RTB) ke Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Lion Air penerbangan JT-800 telah dipersiapkan secara tepat. Sebelum keberangkatan, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHR dinyatakan layak dan aman dioperasikan melalui pengecekan awal (pre flight check)," kata Danang dalam keterangan resminya, Kamis 19 Mei 2022, dikutip dari AyoIndonesia.

Baca Juga: Satu Pasien Kecelakaan Bus PO Ardiansyah di Tol Mojokerto Meninggal, Jadi Korban Tewas ke-15

Lebih lanjut ia merinci, Lion Air penerbangan JT-800 dijadwalkan lepas landas pukul 16.20 WIB dengan membawa 7 kru dan 222 penumpang.

Fase mengudara (take off) berjalan normal. Berkisar 15 menit, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali. Pilot memutuskan kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda (return to base/ RTB). Pesawat mendarat secara normal. Setelah pesawat parkir dengan sempurna pada tempatnya, seluruh penumpang diarahkan ke ruang tunggu.

Dari hasil pengecekan diketahui bahwa pesawat bagian depan sebelah kanan mengalami bird strike. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail.

Lion Air mempersiapkan penerbangan JT-800 dengan pesawat pengganti yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGQ. Pesawat berangkat pukul 20.13 WIB dan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.19 WITA.

"Insiden bird strike akan terus dipelajari dalam operasional penerbangan, dinilai sangat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi gangguan burung di sekitar wilayah penerbangan, sebagai keseriusan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan," kata Danang.

Baca Juga: Cuaca Hari Ini, Sejumlah Kota Besar di Indonesia Cerah Berawan, Termasuk Surabaya

Komentar