-
Bukit Aman menyelidiki kasus penangkapan warga Malaysia pembawa narkoba di Bandara Juanda Surabaya.
-
Tersangka menyembunyikan hampir satu kilogram sabu dan ribuan ekstasi di balik korset tubuhnya.
-
Polisi Malaysia meningkatkan kerja sama dengan Indonesia guna membongkar jaringan sindikat narkoba internasional.
Suara.com - Kepolisian Kerajaan Malaysia resmi memperluas jangkauan investigasi peredaran narkotika lintas negara setelah otoritas Indonesia kembali meringkus warga negara Malaysia akibat membawa obat-obatan terlarang narkoba. Langkah tegas ini diambil hanya berselang beberapa hari sejak penangkapan seorang pilot Malaysia Airlines di Jakarta atas dugaan kejahatan serupa.
Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, memastikan pihaknya bergerak cepat mendalami rekam jejak tersangka asal Johor yang tertangkap di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Penyelidikan ini difokuskan untuk membongkar jaringan pemasok utama serta jalur penyelundupan yang lolos dari pemantauan udara.
Integrasi pengawasan antarnegara kini menjadi fokus utama Kepolisian Malaysia guna memutus rantai operasional sindikat perdagangan gelap skala internasional tersebut.

"Ya. NCID Bukit Aman juga akan menindaklanjuti kasus ini," kata Hussein kepada New Straits Times.
Tersangka berumur 22 tahun tersebut disergap petugas tak lama setelah mendarat menggunakan maskapai Batik Air penerbangan OD352 dari Kuala Lumpur. Pihak keamanan mengamankan ratusan gram narkotika jenis sabu beserta ribuan butir ekstasi yang disembunyikan langsung pada bagian tubuhnya.
"Paket-paket tersebut dililitkan di sekeliling tubuh tersangka," katanya.
Pemeriksaan menyeluruh di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda membongkar taktik penyelundupan yang tergolong nekat. Petugas menemukan empat kantong berisi sabu seberat 990 gram dan empat kantong berisi 1.089 butir ekstasi yang disembunyikan rapi di balik korset.
Berdasarkan hasil interogasi awal, pemuda tersebut mengaku nekat menjadi kurir sindikat internasional karena terdesak masalah keuangan dan himpitan utang. Tekanan ekonomi dimanfaatkan oleh kelompok kejahatan terorganisir untuk merekrut pelaku sebagai perantara lintas negara.
"Tersangka berusaha menyembunyikan narkotika di balik korset yang dikenakannya untuk menghindari pemeriksaan. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan," kata Komandan Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Kolonel Henoch Nasairus Virzawan kepada wartawan.
Hasil penyitaan barang haram senilai 155.000 dolar AS tersebut berhasil menyelamatkan ribuan nyawa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Pihak berwenang memperkirakan penggagalan ini menghindarkan sedikitnya 6.584 pengguna dari ancaman ketergantungan.
Saat ini Bukit Aman berkoordinasi erat dengan kepolisian Indonesia untuk menelusuri celah keamanan di bandara asal tempat barang haram tersebut berhasil lolos.
Insiden di Surabaya ini menambah panjang daftar keterlibatan warga Malaysia dalam skandal obat terlarang di Indonesia dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, seorang pilot maskapai penerbangan nasional Malaysia dibekuk di Bandara Soekarno-Hatta akibat membawa puluhan ribu butir ekstasi.
Penangkapan beruntun ini memicu evaluasi mendalam terhadap efektivitas sistem pemindaian keamanan bandara di Malaysia. Pihak berwenang bertekad mengusut tuntas keterkaitan antar-kasus demi menghentikan operasional sindikat terselubung ini.