Infeksi COVID-19 di Korea Utara Diduga Capai 2 Juta Kasus

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 20 Mei 2022 | 10:36 WIB
Infeksi COVID-19 di Korea Utara Diduga Capai 2 Juta Kasus
DW

Suara.com - Korea Utara melaporkan lebih dari 200.000 kasus baru COVID-19 pada hari Kamis (19/05), sehingga total kemungkinan infeksi menjadi 1,98 juta. Pyongyang juga belum menanggapi tawaran bantuan dari WHO dan negara lain.

Korea Utara meningkatkan produksi pasokan medis di tengah wabah virus corona yang tengah menghantam negara ini, kantor berita negara Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan pada hari Kamis (19/05).

Outlet berita Korea Utara itu melaporkan 262.270 kasus tambahan dengan gejala demam dan satu kasus kematian pada hari Rabu (18/05).

Namun, pihaknya tidak melaporkan jumlah kasus yang dinyatakan positif COVID-19. KCNA melaporkan setidaknya 740.160 orang telah dikarantina. Angka ini menandai dugaan infeksi corona yang mendekati dua juta kasus, karena jumlah total kasus saat ini mencapai 1,98 juta.

Setidaknya 63 orang dilaporkan telah meninggalakibat infeksi virus corona ini. Kekhawatiran atas kurangnya tes dan vaksin Korea Utara secara resmi melaporkan wabah COVID-19 pada pekan lalu dan menghubungkan salah satu kematian dengan varian virus Omicron.

Pakar kesehatan mengatakan, Korea Utara tidak memiliki cukup alat tes untuk memastikan jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut. Sejauh ini, Pyongyang juga belum menanggapi tawaran bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara lain.

Wakil Penasihat Keamanan Nasional Seoul mengatakan pada hari Rabu (18/05), bahwa Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menawarkan untuk mengirim bantuan medis, tetapi belum ada tanggapan dari Pyongyang.

Pyongyang menggunakan obat-obatan tradisional KCNA melaporkan pada hari Kamis (19/05), bahwa otoritas kesehatan meningkatkan produksi obat-obatan tradisional yang digunakan untuk mengurangi demam dan rasa sakit karena "efektif dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit berbahaya."

Sejumlah pabrik telah meningkatkan produksi alat suntik, obat-obatan, alat sterilisasi, dan termometer dengan "cara kilat". "Ribuan ton garam segera diangkut ke Pyongyang untuk menghasilkan larutan antiseptik," lapor KCNA, Kamis (19/05).

baca juga

Pemerintah juga telah mengimbau masyarakat untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit dan mengonsumsi obat rumahan yang tidak diverifikasi - seperti berkumur air garam atau minum teh daun willow.

Warga Shanghai diizinkan keluar rumah Kondisi yang berbeda terjadi di Cina, di mana Shanghai yang memiliki penduduk 25 juta, mencatat tidak ada infeksi baru di luar area karantina selama lima hari berturut-turut.

"Saya merasa sangat senang, pencabutan lockdown dimulai," kata Zhong Renqiu di supermarket Carrefour di distrik pusat Changning yang baru saja dibuka kembali. "Kami terutama mengandalkan aturan pemerintah,” kata Zhong, yang membeli telur, goji berry, wijen hitam, dan gandum.

Namun, pemerintah tetap waspada terhadap bahaya penyebaran infeksi baru di tengah pelonggaran aturan yang dilakukan secara bertahap.

Mereka juga berencana untuk meminta sebagian besar penduduk untuk tetap berada di dalam rumah pada bulan ini. Wakil Wali Kota Shanghai Zhang Wei mengatakan, kegiatan ekonomi telah pulih, bisnis dapat kembali beroperasi, dan pihak berwenang akan mengizinkan lebih banyak lagi perusahaan untuk melanjutkan operasi normal mulai awal Juni mendatang.

Kota itu "berusaha untuk memulai kembali aktivitas dan produksi sepenuhnya sesegera mungkin,” katanya. Shanghai melaporkan kurang dari 800 kasus baru.

Tidak ada yang berasal dari luar area karantina, untuk hari kelima berturut-turut. Sementara itu, ibu kota Beijing belum memberlakukan lockdown seluruh kota, tetapi secara bertahap memperketat pembatasan selama sebulan terakhir.

Berdasarkan data, ada 55 kasus baru pada Rabu (18/05), turun dari 69 kasus. ha/yf (Reuters, AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko

Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:47 WIB

5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer

5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:34 WIB

Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026

Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?

Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:20 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar

Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB