Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan
Di balik klaim manis Gedung Putih tentang kemajuan negosiasi, Iran justru memberikan jawaban dingin. Mengapa jurang komunikasi antara AS dan Iran masih sulit dijembatani?
baca 10 detik
  • Iran diprediksi mampu bertahan dari sanksi ekonomi baru AS terkait pemblokiran Selat Hormuz.

  • AS mengalihkan strategi dari militer ke perang ekonomi akibat menipisnya stok amunisi jarak jauh.

  • Iran telah terbiasa menghadapi sanksi dan status negara terisolasi dari AS sejak 1979.

Suara.com - Gempuran sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat diprediksi tidak bakal efektif memaksa Iran membuka kembali akses penerobosan di Selat Hormuz. Ketahanan Tehran terhadap tekanan finansial Barat telah teruji secara historis selama puluhan tahun.

Direktur Program Reformasi Keamanan Nasional di Stimson Center, Dan Grazier, menilai langkah sanksi Washington tak akan mendikte keputusan politik Tehran. Pengalaman panjang menghadapi isolasi global menjadi benteng utama ketahanan negara Timur Tengah tersebut.

"Orang-orang Iran kemungkinan besar dapat bertahan dari hal ini. Orang Iran, setidaknya sejauh yang menyangkut Amerika Serikat, telah menjadi negara paria sejak 1979, dan mereka telah dikenai banyak sanksi selama bertahun-tahun," kata Grazier kepada Al Jazeera.

Perubahan taktik Washington dari konfrontasi senjata ke embargo ekonomi menandai fase baru pergeseran strategi Gedung Putih. Langkah finansial ini diambil setelah kampanye militer intensif selama setengah tahun gagal mencapai sasaran strategisnya.

"Jadi, sangat menarik untuk berpikir bahwa pemerintah percaya bahwa bentuk perang ekonomi sekarang akan menghasilkan jenis hasil yang tidak dapat dicapai oleh serangan militer selama enam bulan," tutur Grazier.

Mengapa AS Memilih Perang Ekonomi Daripada Militer?

Peralihan fokus Amerika Serikat menuju tekanan ekonomi diduga kuat dipicu oleh kelangkaan cadangan amunisi tempur milik armada militernya. Keterbatasan persediaan senjata tajam memaksa pengambil kebijakan di Washington merombak kalkulasi tempur di lapangan.

"Ada pernyataan yang bertentangan keluar dari pemerintah. Namun dari bukti yang ada, tampaknya militer Amerika Serikat kekurangan jenis amunisi jarak jauh yang Anda butuhkan untuk bertempur dari jarak jauh, yang persis merupakan jenis strategi militer yang telah digunakan Amerika Serikat sejauh ini dalam kampanye ini," ujar Grazier yang juga mantan perwira Korps Marinir AS.

Pentagon harus memperhitungkan pembagian cadangan logistik tempur agar tidak habis total di satu wilayah konflik saja. Amerika Serikat memikul kewajiban menjaga stabilitas keamanan di berbagai belahan dunia lain secara mendesak.

baca juga

"Dan militer AS memiliki kewajiban lain, kewajiban keamanan di seluruh dunia, jadi penting agar kita tidak ... benar-benar kehabisan amunisi. Jadi, jenis kekurangan seperti itu memerlukan perubahan strategi. Saya pikir itulah mengapa pemerintah beralih ke jenis perang ekonomi seperti ini," ucap Grazier.

Krisis di Selat Hormuz bermula saat eskalasi militer meningkat dan mengancam jalur pelayaran minyak internasional di kawasan tersebut. AS sempat mengerahkan kekuatan militer jarak jauh selama enam bulan untuk menekan Iran sebelum akhirnya terbentur kendala stok amunisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat

Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:13 WIB

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Iran Jadi Negara Pertama Ucapkan HUT RI ke-81: Semoga Allah SWT Limpahkan Kebahagiaan

Iran Jadi Negara Pertama Ucapkan HUT RI ke-81: Semoga Allah SWT Limpahkan Kebahagiaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Modus Dokumen Fiktif, Eks Pegawai Bank BJB Banten dan Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Rp8,7 Miliar

Modus Dokumen Fiktif, Eks Pegawai Bank BJB Banten dan Rekannya Jadi Tersangka Korupsi Rp8,7 Miliar

Banten | Sabtu, 05 September 2026 | 09:50 WIB

5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui

5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 09:47 WIB

Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami

Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:46 WIB

Kelebihan dan Kekurangan LG webOS Dibanding Google TV, Mana yang Lebih Bagus?

Kelebihan dan Kekurangan LG webOS Dibanding Google TV, Mana yang Lebih Bagus?

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 09:46 WIB

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:30 WIB

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 09:25 WIB

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 09:21 WIB

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 09:18 WIB

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:13 WIB

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 09:12 WIB

×