Seberapa Tahan Banting Gen Z dalam Hadapi Inflasi?

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:05 WIB
Seberapa Tahan Banting Gen Z dalam Hadapi Inflasi?
DW

Suara.com - Generasi Z menghadapi rekor tingkat inflasi tinggi untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Apakah mereka bisa bertahan lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya?

"Saya selalu membayangkan bahwa pada saat mencapai usia ini, saya sudah bisa membeli mobil bekas berukuran kecil, jadi saya bisa ke rumah nenek di Bayern dan lebih sering mengunjunginya."

Begitulah impian Alia Hudeib, mahasiswa di Berlin berusia 23 tahun. Dia berharap bisa membeli mobil dengan uang yang ia terima dari pekerjaannya.

"Jelas itu tidak akan terwujud dalam waktu dekat," ujar Hudeib kepada DW. Dengan biaya hidup yang terus merangkak naik, Hudeib mengatakan dia harus lebih banyak berkompromi.

Saat ini Hudeib melakukan pelatihan kejuruan di bidang administrasi kesehatan dan menerima tunjangan bulanan sekitar €600 atau sekitar Rp9,2 juta.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia juga bekerja paruh waktu di sebuah kafe. "Penghasilan saya tidak cukup untuk membeli jenis makanan yang saya inginkan, seperti makanan organik yang sehat dari produsen lokal," katanya.

"Dengan harga seperti sekarang ini, orang seperti saya harus memilih produk yang termurah di supermarket."

Di Jerman, inflasi telah mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Data Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan bahwa tingkat inflasi di seluruh dunia pada Maret 2022 hampir tiga kali lipat sejak tahun sebelumnya.

Dimulai dari macetnya rantai pasokan akibat pandemi virus corona, kini perang di Ukraina kini telah mendorong lonjakan harga barang-barang pokok, seperti bahan bakar dan makanan, ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

baca juga

Bagi Gen Z yang berusia 18 hingga 25 tahun, ini adalah kali pertama mereka mengalami kenaikan harga yang begitu cepat dalam hidup mereka.

Lantas, bagaimana inflasi berdampak bagi mereka?

Inflasi memukul semua orang, tapi efeknya tidak sama "Dampak inflasi berbeda pada setiap individu," kata Profesor Enzo Weber, peneliti senior di Institut Penelitian Ketenagakerjaan Jerman (IAB), kepada DW.

"Tergantung pada berbagai faktor seperti gaya hidup, kebiasaan konsumsi, dan status keuangan."

Misalnya, penelitian oleh badan internasional seperti Bank Dunia menunjukkan bahwa tingkat inflasi yang tinggi biasanya berdampak lebih besar pada rumah tangga dengan pendapatan lebih rendah.

Namun di sisi lain, ini bisa malah menguntungkan para pemilik aset. Kelompok usia juga dapat memengaruhi pengaruh inflasi.

Dalam tiap level usia memang akan selalu ada individu yang sangat menderita akibat pukulan inflasi, tapi kaum muda pada umumnya lebih fleksibel daripada orang dewasa yang lebih tua.

Kondisi ini memungkinkan mereka untuk bisa lebih beradaptasi dalam menghadapi pukulan ekonomi. Muda dan tahan banting Valerie Lorraine, mahasiswi berusia 24 tahun, baru saja pindah ke apartemen baru di Berlin beberapa minggu lalu.

Dia berbagi apartemen dengan dua orang lainnya. "Pemilik apartemen lama, tempat saya dulu tinggal, menaikkan harga sewa flat," katanya kepada DW.

"Saya beruntung menemukan apartemen yang lebih kecil, yang sesuai dengan kantong saya." Banyak teman kuliah Lorraine juga terpaksa kembali tinggal dengan orang tua mereka atau tinggal di tempat yang lebih jauh dari pusat kota, imbuhnya.

"Kebanyakan orang berusia 30 dan 40-an tidak bisa mengurangi pengeluaran seperti yang dilakukan orang-orang muda," kata Profesor Enzo Weber.

"Misalnya, mereka yang sudah berkeluarga tidak dapat dengan mudah pindah ke flat yang lebih murah, atau pindah ke tempat lain untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik."

Lagipula, "orang-orang muda umunya tinggal di rumah yang lebih kecil, dan mengonsumsi lebih sedikit energi dibandingkan dengan orang paruh baya," kata Weber.

"Di beberapa negara seperti Jerman, banyak dari mereka yang tidak punya mobil sehingga dampak langsung kenaikan harga energi tidak terlalu terasa bagi mereka. Pendapatan yang mereka habiskan lebih sedikit untuk energi."

Dalam beberapa bulan terakhir, di negara-negara industri, kekurangan jumlah tenaga kerja saat mulai dibukanya kegiatan bisnis setelah wabah corona telah mendorong kenaikan gaji. Itu berarti orang yang ingin memasuki pasar kerja dapat memilih pekerjaan dengan gaji terbaik, kata Weber.

"Utamanya jika Anda ingin mempelajari keterampilan baru dan mencoba pekerjaan baru." "Jauh lebih mudah bagi seseorang di awal usia 20-an untuk beralih pekerjaan dan mencari pekerjaan yang lebih baik, bila dibandingkan dengan seseorang yang telah menghabiskan satu atau dua dekade dalam karier tertentu," tambahnya.

Bisakah pekerjaan dan gaji lebih selamatkan ekonomi Gen Z?

Pelajar dan lulusan sekolah menengah di negara-negara industri dapat menghadapi inflasi dengan mengurangi sebagian pengeluaran mereka dan menegosiasikan gaji, tapi bukan hanya itu.

Di negara-negara dengan ekonomi yang lebih besar seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, ada keraguan serius tentang apakah kenaikan upah akan cukup dalam mengimbangi kenaikan harga-harga.

Menurut data resmi Jerman, upah riil rata-rata atau nilai pembelian dari gaji, telah menurun meskipun ada kenaikan jumlah upah minimum. Data AS menunjukkan pola serupa.

Anggota Gen Z yang lebih tua juga masih menghadapi kerugian yang mereka alami selama pandemi corona. Pandemi yang berlangsung selama dua tahun telah merugikan sebagian besar lulusan muda di seluruh dunia dengan menunda mereka untuk dapat segera memasuki pasar kerja.

Dan, memulai bekerja lebih lambat ternyata juga dapat mengurangi penghasilan. Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa menganggur selama satu bulan pada usia 18-20 menyebabkan hilangnya pendapatan permanen sebesar 2% sepanjang kehidupan kerja seseorang.

"Kita sedang menjalani masa transisi mendasar. Teknologi, pekerjaan, dan syarat-syarat pekerjaan kita berubah," kata Weber. "Ini sama-sama memberikan ancaman dan menawarkan peluang."

"Saran saya kepada orang-orang muda adalah: carilah peluang yang berbeda dan tetaplah berpikiran terbuka," katanya.

"Semakin Anda kurang fleksibel, semakin rentan menjadi lebih terpuruk akibat setiap krisis." ae/yf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

Bri | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 04:38 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Event Internasional Diproyeksikan Tarik 20 Ribu Wisatawan Luar Negeri, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Event Internasional Diproyeksikan Tarik 20 Ribu Wisatawan Luar Negeri, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Hilirisasi Nikel Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda

Hilirisasi Nikel Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Terkini

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

Bri | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 04:38 WIB

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×