Larangan Ekspor CPO Resmi Dicabut, Bisakah Harga Jadi Murah dan Stabil?

Siswanto, BBC

Selasa, 24 Mei 2022 | 10:08 WIB
Larangan Ekspor CPO Resmi Dicabut, Bisakah Harga Jadi Murah dan Stabil?
BBC

Suara.com - Pencabutan larangan ekspor minyak nabati dari kelapa sawit (crude palm oil) mulai berlaku Senin (23/05), meski harga minyak goreng curah di seluruh Indonesia belum turun ke target pemerintah sebesar Rp14 ribu per liter dan masih pada kisaran rata-rata Rp18.000.

Namun Kementerian Perdagangan menyebut akan menyalurkan minyak goreng curah dengan harga itu ke 10.000 titik di berbagai daerah dalam kurun dua pekan ke depan.

Pengamat ekonomi menilai pemerintah semestinya mengambil solusi yang terbaik untuk kepentingan pengusaha dan konsumen agar harga bisa murah dan tetap stabil.

Adapun asosiasi produsen CPO ragu pemerintah akan bisa benar-benar menahan kenaikan harga minyak goreng curah karena pihak swasta memainkan peran signifikan dalam industri ini.

Belum ada satu pun provinsi yang mencatat harga minyak goreng curah di kisaran Rp14.000 per liter saat pengusaha kelapa sawit kembali bisa menjual CPO ke luar negeri.

Menurut data di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata harga minyak goreng curah di pasar tradisional berkisar antara Rp15.000-28.000 per liter.

Harga terendah komoditas minyak goreng yang ditujukan untuk kelompok ekonomi bawah itu tercatat di Riau, sebesar Rp15.700 per liter. Sementara yang termahal tercatat di Papua.

Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut harga minyak goreng curah di 17 ribu pasar sudah mendekati Rp14.000. Nominal ini adalah harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Dalam wawancara kepada sejumlah televisi nasional, Lutfi berkata bahwa stok minyak goreng untuk kebutuhan domestik terus bertambah ke angka 120 juta liter setelah ekspor CPO sempat dilarang akhir April lalu. Stok itu disebutnya cukup untuk menjaga kebutuhan dalam negeri hingga 15 hari ke depan.

baca juga

Walau harga minyak goreng curah belum turun ke target pemerintah, Lutfi menyebut pemerintah akan segera menyalurkan komoditas itu dengan harga Rp14.000 per liter ke 10.000 titik penjualan.

"Program bernama Minyak Goreng Rakyat ini akan menyentuh 18.000-30.000 pengecer di seluruh Indonesia. Ini diperuntukan untuk 40 juta keluarga atau setara 150 juta orang," kata Lutfi.

"Masyarakat bisa membeli minyak goreng curah ini tidak lebih jauh dari lima kilometer dari rumah mereka. Dalam dua minggu 10.000 titik itu akan tercapai," tuturnya.

Bisakah harga terus turun dan stabil?

Walau begitu, pemerintah mesti mengambil cara lain untuk memastikan harga minyak goreng, terutama yang curah, turun dan stabil hingga Rp14.000, menurut Rusli Abdullah, peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Menurut Rusli, pemerintah harus menyediakan solusi agar pengusaha tetap bisa untung walau mengedepankan pasokan dalam negeri. Apalagi, harga CPO global yang tinggi membuat pengusaha cenderung mengekspor produk mereka ke luar negeri demi meraup profit.

Solusi terbaik, kata Rusli, pemerintah mesti membeli harga minyak goreng dalam harga yang mencakup profit wajar untuk produsen, lalu menjualnya ke masyarakat dalam harga yang lebih rendah.

Rusli menyebut pemerintah bisa menggunakan dana pungutan ekspor CPO untuk mengimplementasikan strategi itu. Pemasukan negara dari pungutan ini naik Maret lalu, setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan pungutan ekspor sawit secara progresif.

"Pemerintah tanya ke produsen, berapa harga produksi mereka. Kalau Rp18.000, mereka bayar segitu, tapi disalurkan ke masyarakat dalam harga eceran tertinggi, yaitu Rp14.000," ujar Rusli.

"Dengan cara itu, produsen menjual dengan harga pasar sementara masyarakat membeli dengan lebih murah.

Apa prediksi pengusaha?

Solusi yang dikatakan Rusli tadi urung dilakukan pemerintah. Dalam peraturan ekspor CPO yang dikeluarkan Menteri Perdagangan, pengusaha dapat kembali menjual komoditi itu jika sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pasokan itu pun harus disalurkan pengusaha ke dengan harga penjualan domestik.

Namun Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia, Sahat Sinaga, mengaku pihaknya tidak dilibatkan pemerintah dalam pencabutan larangan ekspor dan pembahasan strategi stabilisasi harga dalam negeri.

Yang jelas, kata Sahat, pasar dalam negeri tidak dapat menyerap seluruh hasil produksi industri kelapa sawit.

Pemerintah pun disebut Sahat tidak akan mampu mengontrol perbedaan harga produksi aktual dan harga tertinggi minyak goreng. Menurutnya, ekses berupa aktivitas perdagangan secara gelap pasti akan muncul jika perbedaan harga terjadi.

"Kalau regulasi diserahkan ke produsen, stabilisasi harga tidak mungkin terwujud, kecuali pemerintah memegang urusan dari hulu ke hilir seperti Pertamina dalam hal bahan bakar minyak.

"Di sektor kelapa sawit kan tidak seperti itu, pemerintah menyerahkan ke swasta yang memiliki kepentingan berbeda-beda," ujar Sahat.

Pedagang sulit dapatkan pasokan

Sementara itu, kelompok pedagang menyebut distribusi pasokan minyak goreng curah ke pasar tradisional belum merata di setiap daerah. Padahal, menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri, harga dapat turun jika distribusi dari produsen ke penjual lancar.

Mansuri mencontohkan, pasokan minyak goreng curah di pasar beberapa kota di Jawa Barat tidak sebanyak di Jawa Tengah. Setiap pekan biasanya 12 ton minyak goreng curah disalurkan ke satu pasar di Jawa Barat, tapi saat ini jumlahnya rata-rata hanya dua ton.

"Kalau barangnya tidak ada dan tidak banyak, beberapa pihak mungkin masih akan masuk untuk mengambil keuntungan mereka sendiri," ujarnya.

Mansuri berpendapat, pedagang selama ini terbebani jika harus mengeluarkan biaya untuk mengambil minyak goreng curah langsung dari pabrik. Dia berkata, pola distribusi ini membutuhkan pihak yang tidak mengambil keuntungan besar.

"Kalau memungkinkan asosiasi pedagang melalui koperasi diberi akses langsung ke pabrik sehingga bisa langsung mendistribusikan minyak ke anggota mereka.

"Selama ini menjual tidak sulit, yang susah adalah mendapatkan pasokan minyaknya," kata Mansuri.

Bagaimanapun, saat ini pemerintah mengaku sudah menyiapkan pola pengawasan berbasis digital untuk melihat bagaimana pengusaha memenuhi kuota pasokan minyak goreng dalam negeri. Ini disebut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sebagai salah satu siasat yang akan mereka ambil.

Total kuota domestik yang ditetapkan pemerintah sebesar 10 juta ton minyak goreng, dua juta ton di antaranya merupakan cadangan pasokan. Masing-masing produsen nantinya akan memiliki jumlah minimum pasukan yang harus dipenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Flores Gempa 7,0, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Flores Gempa 7,0, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:44 WIB

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan

Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:23 WIB

Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat

Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran

Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:09 WIB

Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami

Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia

Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:15 WIB

4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda

4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:51 WIB

×