Daftar Bahaya Gelombang Tinggi Air Laut di Sejumlah Wilayah, Bisa Mencapai 6 Meter

Rifan Aditya

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:46 WIB
Daftar Bahaya Gelombang Tinggi Air Laut di Sejumlah Wilayah, Bisa Mencapai 6 Meter
Ilustrasi Gelombang Tinggi (Pixabay)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahaya gelombang tinggi air laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia mulai tanggal 24 hingga 25 Mei 2022.

BMKG juga mengingatkan adanya banjir pesisir (rob) yang berpotensi merendam beberapa wilayah. Simak informasi lengkap bahaya gelombang tinggi air laut berikut. 

Diketahui banjir rob telah menerjang kawasan kota Semarang dan beberapa kawasan pantai utara Jawa Tengah (Jateng) pada Senin, (23/5/2022) kemarin. BMKG menyebutkan penyebab dari banjir rob ini akibat adanya fenomena alam puncak pasang tinggi. Bahkan jalur Pantura Demak menuju Semarang sempat mengalami kemacetan panjang akibat banjir rob. 

Akibat terjadinya fenomena ini, hampir 75 persen wilayah Pelabuhan Tanjung Emas terendam air laut. Sehingga seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sementara dihentikan. Banjir di pesisir Jateng ini dilaporkan  melanda Semarang, Demak, Kota Pekalongan, Rembang, hingga Brebes. 

Melansir dari laman maritim.bmkg.go.id, berikut ini kami sajikan daftar wilayah yang berpotensi mengalami bahaya tinggi gelombang air laut. 

Area Perairan dengan Gelombang Sedang (1,25 - 2,50 M) 

  • Selat Malaka bagian utara 
  • Selat Sumba bagian timur 
  • Laut Sawu bagian utara 
  • Selat Karimata bagian selatan 
  • Laut Jawa 
  • Perairan utara Jawa Barat hingga Jawa Timur 
  • Selat Makassar bagian selatan 
  • Perairan Kep. Sabalana-Selayar 
  • Laut Flores 
  • Laut Banda 
  • Laut Sulawesi bagian barat 
  • Perairan Kep. Kai-Aru 
  • Perairan Kep. Babar-Tanimbar 
  • Perairan Kep. Sermata-Leti 
  • Laut Arafuru 
  • Samudera Pasifik utara Papua

Area Perairan Dengan Gelombang Tinggi (2.50 - 4.0 m) 

  • Perairan utara Sabang 
  • Perairan barat Aceh 
  • Perairan barat P.Simeulue - Kep. Mentawai 
  • Teluk Lampung bagian selatan 
  • Selat Sumba bagian barat 
  • Perairan P. Sawu-P.Timor 
  • Laut Sawu bagian selatan 
  • Samudera Hindia selatan NTT. 

Area Perairan Dengan Gelombang Sangat Tinggi (4.0 - 6.0 m) 

  • Perairan Enggano-Bengkulu 
  • Perairan barat Lampung 
  • Samudera Hindia barat Sumatera 
  • Selat Sunda bagian barat - selatan 
  • Perairan selatan Banten hingga P.Sumba 
  • Selat Bali - Lombok - Alas bag.Selatan 
  • Samudera Hindia selatan Banten hingga P. Sumba. 
Gelombang laut melewati batu pemecah ombak sehingga menghantam daratan pesisir pantai wisata Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (27/5/20210). ANTARA FOTO/Rahmad
Gelombang laut melewati batu pemecah ombak sehingga menghantam daratan pesisir pantai wisata Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (27/5/20210). ANTARA FOTO/Rahmad

Jenis Gelombang Laut 

baca juga

BMKG menyebut terdapat 4 jenis gelombang laut, diantaranya yaitu: 

1. Gelombang Kapiler

Gelombang kapiler terbentuk karena adanya getaran serta tiupan angin yang lembut di permukaan air. Gelombang ini sangat kecil, hanya berukuran beberapa sentimeter saja. Sehingga potensi bahaya dari gelombang ini cenderung kecil bahkan tidak ada. 

2. Gelombang Angin atau Wind Wave 

Sesuai dengan namanya, gelombang ini tercipta karena adanya angin. Gelombang angin memiliki ketinggian beberapa puluh sentimetet hingga 10 meter saja. 

3. Gelombang Alun atau Swell 

Serupa dengan gelombang angin, hanya saja gelombang alun terbentuk akibat tiupan angin persisten dalam jangka waktu panjang dan gelombangnya cukup jauh dari area pembangkitannya. 

4. Gelombang Pasang atau Tidal Wave 

Gelombang pasang terlihat saat ketinggian air bervariasi di tiap tempat. Ketinggian gelombang bisa bervariasi dalam jangka waktu satu hari, dan biasanya terjadi selama periode yang cukup lama atau sekitar 5 sampai 24 jam. Gelombang ini disebabkan adanya fluktuasi gravitasi bulan dan matahari. 

Ketinggian Gelombang Air Laut yang Bahaya untuk Beberapa Jenis Kapal 

1. Kapal Nelayan 

Ketinggian gelombang air laut yang berbahaya untuk kapal nelayan yakni berkisar 1,25 meter dengan kecepatan angin lebih dari 25 kilometer per jam. 

2. Kapal Tongkang 

Ketinggian gelombang lebih dari 1,5 meter dan kecepatan angin lebih dari 30 kilometer per jam berbahaya untuk kapal tongkang. 

3. Kapal Ferry dan Sejenisnya 

Bahaya ketinggian gelombang untuk jenis kapal ferry yaitu lebih dari 2,5 meter dan kecepatan angin lebih dari 49 km per jam 

4. Kapal Kargo 

Potensi bahaya untuk jenis kapal kargo dengan ketinggian gelombang lebih dari 4 meter dan kecepatan angin lebih dari 50 kilometer per jam. 

Atas terjadinya fenomena gelombang tinggi air laut tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat terutama mereka yang tinggal fi pesisie pantai selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi adanya dampak dari gelombang tinggi dan pasang maksimum air laut. 

Sekian informasi mengenai peringatan bahaya gelombang tinggi air laut. Tetap waspada dan siaga di tengah cuaca yang tidak menentu. Dianjurkan untuk tidak berlibur ke pantai terlebih dahulu, mengingat adanya peningkatan gelombang air laut disejumlah wilayah di Indonesia.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Palembang Dilanda Hujan Deras Disertai Petir, Berikut Wilayah Sumsel Diguyur Hujan Malam Ini

Palembang Dilanda Hujan Deras Disertai Petir, Berikut Wilayah Sumsel Diguyur Hujan Malam Ini

Sumsel | Selasa, 24 Mei 2022 | 18:34 WIB

Waspada! Potensi Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Pantai Selatan Yogyakarta

Waspada! Potensi Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter di Pantai Selatan Yogyakarta

Jogja | Selasa, 24 Mei 2022 | 18:22 WIB

Puncak Ketinggian Banjir Rob Pantura Jateng Diprediksi Hingga 25 Mei 2022, Ini Penjelasan BMKG

Puncak Ketinggian Banjir Rob Pantura Jateng Diprediksi Hingga 25 Mei 2022, Ini Penjelasan BMKG

Jawa Tengah | Selasa, 24 Mei 2022 | 17:55 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB