Candi Borobudur Hadapi Kerentanan dan Ancaman, Pemerintah Bakal Wajibkan Turis Pakai Sendal Upanat

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 06 Juni 2022 | 16:26 WIB
Candi Borobudur Hadapi Kerentanan dan Ancaman, Pemerintah Bakal Wajibkan Turis Pakai Sendal Upanat
Pemerintah bakal wajibkan turis pakai sendal upanat saat naiki candi Borobudur. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Suara.com - Pemerintah tengah berupaya untuk lebih menjaga Candi Borobudur yang telah menjadi warisan budaya dunia. Selain akan menerapkan sistem reservasi online, pemerintah juga tengah mengatur kewajiban para pengunjung untuk menggunakan sandal khusus.

Sendal khusus 'upanat' wajib digunakan para turis yang hendak menginjak bangunan dari Candi Borobudur. Sendal upanat nantinya akan diproduksi oleh warga dan UMKM di sekitar Candi Borobudur.

"Sebagai bangsa yang kaya dengan budaya, kita tentu tidak mau dianggap tidak bisa menjaga kelestarian warisan budaya kita sendiri. Jadi memang diperlukan treatment khusus untuk mewujudkan upaya itu," kata Luhut dalam keterangan pers yang dikutip Suara.com, Senin (6/6/2022).

Kemudian, Luhut mengungkapkan kalau warga lokal juga bakal diajak untuk lebih berkontribusi. Para turis nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Candi Borobudur.

Lebih jauh, Luhut menuturkan kalau rencana pembatasan kuota pengunjung dan kenaikan tarif untuk naik ke area stupa Candi Borobudur merupakan upaya Pemerintah untuk menjaga Warisan Budaya Dunia tersebut.

Menurutnya, sebagai situs sejarah, Candi Borobudur memiliki berbagai kerentanan dan juga ancaman. Berdasarkan kajian dari berbagai ahli yang memberikan masukan kepada Pemerintah, kondisi situs bersejarah itu saat ini mulai mengalami pelapukan.

Candi Borobudur (pixabay.com/Saesherra)
Candi Borobudur (pixabay.com/Saesherra)

Selain itu, perubahan iklim, erupsi gunung berapi, gempa bumi, juga menjadi tantangan tersendiri.

"Silahkan cek atau tanya ke teman-teman pengelola di sana. Belum lagi perilaku pengunjung yang suka melakukan vandalisme, menyelipkan benda tertentu di sela-sela batu candi, membuang sampah sembarangan, dan yang lebih parah adalah tidak bisa menghargai Candi Borobudur sebagai situs umat Buddha. Ini semua kan perlu penanganan khusus," lanjutnya.

Karena itu, pemerintah mengatur pembatasan turis yang hendak mengunjungi Candi Borobudur.

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah ialah dengan menaikkan harga tiket masuk khusus untuk yang ingin naik ke area stupa Candi Borobudur.

Harga yang ditetapkan untuk turis lokal itu Rp 750 ribu. Ia mengatakan kalau rencana tarif yang muncul itu belum bersifat final, karena masih akan dibahas dan diputuskan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pekan depan.

"Saya mendengar banyak sekali masukan masyarakat hari ini terkait dengan wacana kenaikan tarif untuk turis lokal. Karena itu nanti saya akan minta pihak-pihak terkait untuk segera mengkaji lagi supaya tarif itu bisa diturunkan. Saya sampaikan terima kasih kepada semuanya atas perhatian yang begitu besar kepada warisan budaya kebanggaan kita semua ini,” jelasnya.

Kendati begitu, Luhut memastikan bahwa rencana kenaikan tarif untuk turis asing menjadi USD100 tidak akan berubah. Begitu pula tarif untuk pelajar tetap sesuai rencana yang sebelumnya disampaikan, yakni Rp 5 ribu.

Sementara untuk sekedar masuk ke kawasan Candi, tarifnya juga tetap di angka Rp 50 ribu seperti saat ini. Luhut juga mengatakan berdasarkan masukan yang diterima, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menyediakan tarif khusus bagi warga Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nah Lho! Turis Asing Keberatan Tiket Naik Candi Borobudur Jadi US$100: Terlalu Mahal

Nah Lho! Turis Asing Keberatan Tiket Naik Candi Borobudur Jadi US$100: Terlalu Mahal

Jawa Tengah | Senin, 06 Juni 2022 | 16:16 WIB

Mengenal Candi di Indonesia dan Macam-macam Fungsinya

Mengenal Candi di Indonesia dan Macam-macam Fungsinya

Your Say | Senin, 06 Juni 2022 | 15:52 WIB

Kurangnya Sosialisasi Pengelola Candi Borobudur Disayangkan Pengusaha Wisata

Kurangnya Sosialisasi Pengelola Candi Borobudur Disayangkan Pengusaha Wisata

Bisnis | Senin, 06 Juni 2022 | 15:27 WIB

Harga Tiket Candi Borobudur Rp 750.000, YLKI: Hanya Orang Kaya yang Bisa Masuk

Harga Tiket Candi Borobudur Rp 750.000, YLKI: Hanya Orang Kaya yang Bisa Masuk

Bisnis | Senin, 06 Juni 2022 | 15:22 WIB

Mengenal PT Taman Wisata Candi, Perusahaan BUMN Pengelola Borobudur

Mengenal PT Taman Wisata Candi, Perusahaan BUMN Pengelola Borobudur

News | Senin, 06 Juni 2022 | 15:21 WIB

Benarkah Tiket Masuk Candi Borobudur Lebih Mahal DIbanding Angkor Wat? Triawan Munaf Kasih Penjelasan Begini

Benarkah Tiket Masuk Candi Borobudur Lebih Mahal DIbanding Angkor Wat? Triawan Munaf Kasih Penjelasan Begini

Lifestyle | Senin, 06 Juni 2022 | 15:35 WIB

Terkini

Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:49 WIB

Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah

Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:22 WIB

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:53 WIB

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:35 WIB

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:34 WIB

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:21 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB