Panti Jompo Australia Masih Didominasi Perempuan, Ini Pendapat Pekerja Asal Indonesia

Siswanto, ABC

Rabu, 08 Juni 2022 | 15:18 WIB
Panti Jompo Australia Masih Didominasi Perempuan, Ini Pendapat Pekerja Asal Indonesia
Ilustrasi panti jompo (Shutterstock)

Suara.com - Industri perawatan lansia atau 'aged care' di Australia masih didominasi pekerja perempuan di tengah banyaknya stereotip dan hal lain yang menyebabkan laki-laki enggan menggelutinya.

Menurut ahli sosial, hampir 90 persen pekerja perawatan lansia adalah perempuan.

Hal ini benar adanya menurut Wirawan Tanamas, pekerja paruh waktu di panti jompo Baptcare yang berlokasi di Kew, 5km dari pusat kota Melbourne, Australia.

Wirawan memperkirakan bahwa jumlah pekerja laki-laki di tempat kerjanya hanyalah sekitar 15 persen.

Padahal, menurutnya, pekerja laki-laki dibutuhkan untuk beberapa hal yang memerlukan kekuatan fisik.

"Sebenarnya dibilang lebih banyak membutuhkan tenaga lelaki sih enggak, cuma perlu tenaga lelaki," katanya.

"Mengingat laki-laki lebih kuat dan mungkin diperlukan dalam kondisi emergency [mendesak], semisal ada residen yang jatuh, ada penyusup, ada kerusakan minor di fasilitas, atau pekerjaan di gudang untuk mengisi barang-barang yang habis dipakai."

Rendahnya minat kerja di bidang perawatan lansia menurut Wirawan dipicu pemikiran tentang bagaimana industri tersebut dianggap "jorok dan menggelikan".

"Kebanyakan laki-laki [yang bekerja di panti jompo] sudah seumur saya, karena banyak yang tidak mau kotor, tidak mau jorok," kata Wirawan yang berusia 63 tahun.

baca juga

"Perempuan muda juga kebanyakan punya latar belakang lain seperti mengajar atau akuntansi... enggak punya latar belakang lokal dan sementara bekerja seperti ini dulu untuk hidup."

Dari sisi upah, Wirawan juga berpandangan bahwa jumlahnya tidak sepadan dengan pekerjaan yang "memerlukan kesabaran".

"Khususnya anak-anak muda, sudah jelas mereka tidak mau karena gajinya average saja," katanya.

Upah sebagian besar perawat panti jompo lebih rendah dari upah rata-rata nasional yang adalah sekitar A$1.260 (Rp13 juta) per minggu.

Di tempat kerja Wirawan, pekerja tetap digaji A$26 (Rp271 ribu) per jam, sementara pekerja tidak terikat kontrak (kasual) digaji A$32 (Rp334 ribu) per jam.

Menyukai pekerjaan di panti jompo

Sementara itu, warga Indonesia lain bernama Fransi Hartono mengaku suka dengan pekerjaannya di panti jompo Ozcare yang berlokasi di Queensland.

"Saya menikmati pekerjaan saya sekarang. Tiap hari tantangan yang kita hadapi berbeda. Bahkan kadang tiap menit bisa berubah," katanya.

Selain itu, ia juga merasa senang karena bisa membantu para lansia menghabiskan sisa-sisa terakhir dalam masa hidup mereka.

"Kadang kita kasihan melihat keadaan mereka, misalnya yang perlu mendapatkan perawatan intensif karena sudah tidak bisa melakukan kegiatan sendiri," ujarnya.

"Kalau tidak ada yang kerja membantu mereka ya kasihan juga."

Tadinya, Fransi bekerja sebagai insinyur di perusahaan eksplorasi minyak internasional selama 30 tahun yang membuatnya "jenuh" dengan dinamika kerjanya, ditambah "faktor usia".

Ia mengatakan bahwa pekerjaan di rumah perawatan lansia yang sudah ditekuninya selama hampir tiga tahun terakhir ini ia dapatkan secara tidak sengaja.

"Kami pernah membantu satu pasangan warga asal Indonesia di sini yang tidak memiliki anak. Mereka hanya berdua, dan karena sudah sepuh, kami sering datang memberikan bantuan kepada mereka," katanya.

"Kami sempat membantu mengurus dana agar ada perawat yang datang membantu memandikan ... dari situ, saya kemudian melihat bahwa bidang ini bisa saya jalankan."

Sejak itu, Fransi mengikuti kursus dan mendapatkan sertifikat untuk bisa bekerja di sektor perawatan lansia tersebut.

Kini, Fransi yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Australia bekerja rata-rata delapan hari dalam dua minggu.

Stereotip pekerja laki-laki di panti jompo

Stereotip terhadap pekerja laki-laki di panti jompo memang masih ada, terutama tentang bagaimana pekerjaan merawat selalu diasosasikan dengan perempuan.

Padahal menurut Wirawan, gender tidak mempengaruhi kinerja seseorang di panti jompo.

"

"Menurut saya telaten atau enggak, itu tidak tergantung gender," katanya.

"

"Kalau carer walaupun perempuan banyak saya lihat kerjanya asal ... baik perempuan atau laki-laki mungkin sekitar tiga persen saja yang kerja rapi, selebihnya asal.

"Jadi tergantung individu masing-masing pekerjanya."

Tapi, pada kenyataannya, Fransi mengatakan bahwa di panti jompo, terkadang ada residen yang "tidak suka dibantu oleh pekerja pria".

"Mungkin juga karena dia pernah punya pengalaman buruk sebelumnya karena pekerja pria dianggap terlalu kasar," kata Fransi.

Silviani Sehardjo mengatakan hal ini juga seringkali terjadi di 'residential aged care' atau rumah panti jompo tempat kerjanya dulu di Adelaide, Australia Selatan.

Kini, ia masih bekerja di perusahaan yang sama, namun di bidang 'community aged care'.

"Menurut saya pribadi ini hal yang wajar karena umumnya para lansia sebagai orang dewasa mungkin dalam hidupnya tidak pernah telanjang di depan orang lain selain pasangannya sendiri," ujarnya.

"Dan bayangkan kalau mereka harus menerima segala care yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal, atau carer, apalagi yang lawan jenis."

Namun menurutnya, bila seorang residen misalnya menolak untuk dimandikan oleh laki-laki, hal ini bukanlah diskriminasi.

"Semua itu kembali lagi kepada bagaimana kita sebagai carer bisa memberikan penerima kontrol dan kebebasan untuk memutuskan bagaimana mereka mau menerima perawatan yang diberikan carer," ujarnya.

Masalah industri panti jompo di Australia

Dengan populasi Australia yang terus menua, diprediksi bahwa negara tersebut akan mengalami kekurangan setidaknya 110.000 pekerja panti jompo dalam beberapa puluh tahun ke depan.

Di tahun 2031, hampir 20 persen populasi diperkirakan berusia di atas 65 tahun, sekitar 16 persen lebih tinggi dari populasinya sekarang, sehingga permintaan perawat akan terus meningkat.

Temuan ini tertulis dalam laporan Komite Pembangunan Ekonomi Australia (CEDA) pada tahun 2021 yang juga menyebutkan bagaimana hal ini butuh perhatian lebih dari pemerintah federal Australia.

Krisis ini dialami oleh Silviani, yang pernah harus mengurus puluhan residen lansia seorang diri.

"Ketika masih kerja di residential aged care, saya harus mengurus 80 klien yang tinggal di dua lantai berbeda sendiri," katanya.

"Dengan jumlah klien sebanyak itu, jujur saja jumlah staf yang bekerja hanya ada 10 orang per-shift. Ditambah waktu itu sedang COVID, di mana jumlah tenaga kerja yang harus diisolasi atau sakit mengakibatkan krisis yang lebih dahsyat."

Peneliti CEDA Cassandra Winzar mengatakan penambahan tenaga kerja di panti jompo juga harus memperhatikan timpangnya jumlah gender di industri tersebut.

"Jika kita ingin menambah tenaga kerja, kita perlu memperhatikan beberapa kelompok yang kurang terwakili itu," kata Cassandra.

"Dan kelompok yang paling kurang terwakili dalam tenaga kerja perawatan lanjut usia sebenarnya adalah laki-laki."

Kembali kepada 'keterampilan dan kompetensi'

Silviani mendukung pentingnya keberagaman gender di panti jompo "untuk mencegah diskriminasi dan meningkatkan kolaborasi dan inovasi di perusahaan".

Ia juga berpendapat bahwa baik atau tidaknya kinerja pekerja panti jompo kembali kepada pribadi masing-masing.

"Semua itu balik lagi tergantung apakah mereka memang punya passion dan suka dengan pekerjaan di bidang aged care ini," katanya.

"

"Dan apakah mereka punya kemampuan dan cukup berkompetensi untuk bekerja sama dengan lansia karena ini bukan pekerjaan yang mudah."

"

Fransi mengutamakan niat baik dalam melakukan pekerjaannya di panti jompo.

Ini tetap harus dilakukannya meski sempat mengalami penolakan dari residen panti jompo yang sebagian besar adalah warga Australia dengan keturunan Eropa, karena latar belakang etnisnya.

"[Mereka] mulanya enggan. Namun pendekatan saya adalah kita berusaha tetap membantu, dan lama-lama mereka akan terbiasa dan menerima.

"Manusia itu selalu bisa beradaptasi di tempat kerja, baik penghuni maupun kita pekerja, kalau memang niatnya mau bekerja."

Simak artikel lainnya dari ABC Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Tips Bikin Konten AI di Medsos Biar Lebih Bijak

Tips Bikin Konten AI di Medsos Biar Lebih Bijak

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:50 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×