Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 08 Maret 2026 | 11:48 WIB
Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya
Ilustrasi WhatsApp. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Pakar IT Untag Surabaya, Supangat, mewanti masyarakat waspada penipuan digital menjelang Idul Fitri karena aktivitas transaksi memuncak.
  • Masyarakat diimbau tidak mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh file APK yang berpotensi menjadi malware penyadap ponsel.
  • Selalu verifikasi nomor asing melalui aplikasi identifikasi dan konfirmasi ulang informasi darurat kepada kontak asli.

Suara.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat diminta untuk memperketat keamanan digital mereka. Pakar Teknologi Informasi sekaligus Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, memberikan peringatan serius terkait maraknya modus penipuan melalui WhatsApp dan SMS yang kian beragam.

Dalam keterangannya di Surabaya pada Minggu (8/3/2026), Supangat menyoroti bahwa para pelaku kejahatan siber kini semakin mahir memainkan sisi psikologis korban.

Momen menjelang Lebaran dipilih karena pada periode ini aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat sedang berada di titik puncak.

Untuk menghindari kerugian materiil maupun kebocoran data, Supangat membagikan beberapa langkah preventif yang bisa diterapkan oleh masyarakat:

  • Jangan Asal Klik: Masyarakat dilarang keras membuka tautan atau mengunduh dokumen dari pengirim misterius, khususnya file dengan format aplikasi (APK). File jenis ini sering kali merupakan malware yang dapat menyadap isi ponsel.
  • Gunakan Aplikasi Identifikasi: Memanfaatkan platform seperti GetContact atau Truecaller sangat disarankan untuk memverifikasi identitas pemilik nomor. Jika sebuah nomor sudah ditandai sebagai "penipu" oleh banyak pengguna, sebaiknya segera diblokir.
  • Verifikasi Dua Arah: Jika menerima pesan darurat yang mengaku sebagai kerabat atau teman, jangan langsung panik. Matikan telepon, lalu hubungi nomor asli orang yang bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sebelum memberikan bantuan apa pun.

Supangat menekankan bahwa data rahasia seperti kode OTP, PIN, dan kata sandi (password) adalah tanggung jawab pribadi sepenuhnya.

Ia mengingatkan bahwa instansi resmi, baik perbankan maupun platform e-commerce, tidak akan pernah meminta data sensitif tersebut melalui aplikasi percakapan atau telepon.

"Apabila ada pihak yang mendesak Anda untuk memberikan OTP atau PIN melalui pesan singkat, dapat dipastikan itu adalah skenario penipuan," tegas Supangat, dikutip dari Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI