facebook

Subvarian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Jokowi Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Erick Tanjung | Ummi Hadyah Saleh
Subvarian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Jokowi Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (Suara.com/Novian)

"Bapak Presiden memberikan arahan ke kami bahwa lebih baik kita waspada, lebih baik kita hati-hati," ujar Budi.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada menghadapi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di tanah air. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas.

"Bapak Presiden memberikan arahan ke kami bahwa lebih baik kita waspada, lebih baik kita hati-hati. Karena kewaspadaan kita, konservatifnya kita, kehati-hatian kita sudah memberikan hasil bahwa kondisi penanganan pandemi di Indonesia termasuk yang relatif baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia," ujar Budi dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Namun pemerintah kata Budi akan terus berupaya mengantisipasi lonjakan kasus. Yaitu dengan mengimbau masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi booster dan disiplin dalam penggunaan masker.

"Bapak Presiden juga memberikan arahan agar booster ini bisa mudah diterima oleh teman-teman, setiap acara-acara besar kalau bisa diwajibkan untuk menggunakan booster. Sehingga bisa memastikan teman-teman yang mengikuti acara dengan kerumunan besar itu relatif aman," ujar dia.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin: Kehati-hatian Kunci Penanganan Pandemi yang Baik di Indonesia

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan juga akan kembali melakukan sero survei sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk ke depannya.

"Tidak ada ruginya kita bersikap hati-hati dan waspada, malah itu benar-benar bisa melindungi kita dan orang lain dan bisa menjaga kesinambungan dari pertumbuhan ekonomi kita," tutur dia.

Budi memaparkan Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 menyebabkan kenaikan kasus di berbagai negara.

Namun, varian tersebut memiliki tingkat kenaikan kasus, hospitalisasi, dan angka kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan varian Omicron awal.

"Kasus hospitalisasinya juga 1/3 dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya 1/10 dari kasus kematian di Delta dan Omicron," jelas dia.

Baca Juga: Menkes Budi Ungkap Kronologi Masuknya Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ke Indonesia, Dari Mana?

Selanjutnya, Budi mengonfirmasi bahwa terdapat delapan kasus Omicron subvarian terbaru di Indonesia.

Komentar