facebook

Acara Pertemuan Ikatan Alumni GP Ansor dan Banser Jawa Timur Ricuh

Pebriansyah Ariefana
Acara Pertemuan Ikatan Alumni GP Ansor dan Banser Jawa Timur Ricuh
Acara pertemuan Ikatan Alumni GP Ansor dan Banser Jawa Timur ricuh, Jumat (17/6/2022). (Antara)

Acara itu digelar di halaman gedung Museum Nahdlatul Ulama Kota Surabaya.

Suara.com - Acara pertemuan Ikatan Alumni GP Ansor dan Banser Jawa Timur ricuh, Jumat (17/6/2022).

Acara itu digelar di halaman gedung Museum Nahdlatul Ulama Kota Surabaya. Kericuhan itu didiga didalangi dari puluhan anggota Ansor dan Banser setempat.

Kericuhan terjadi saat para pengurus GP Ansor Surabaya melepas sejumlah atribut yang mengatasnamakan Ansor dan Banser dalam Silaturahmi Ikatan Alumni GP Ansor dan Banser Jawa Timur dan deklarasi Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyyah (PPKN).

"Kami tidak mempermasalahkan acara tersebut, tapi jangan membawa nama Ansor dan Banser. Coba kalau tidak ada kata-kata Ansor dan Banser tidak akan kami bubarkan," kata Ketua Pimpinan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya H.M. Faridz Afif saat mendatangi kegiatan tersebut.

Baca Juga: Ricuh Deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor Jatim di Gayungsari Surabaya

Kedatangan anggota Ansor dan Banser tersebut sempat mendapat reaksi dari panitia dan peserta kegiatan.

Sempat terjadi adu mulut di antara kedua belah pihak, namun kemudian kegiatan tersebut berhasil dibubarkan.

Selain itu, lanjut Afif, silaturahmi Ikatan Alumni Ansor tersebut juga tidak izin Pimpinan Pusat GP Ansor maupun Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim.

"Kami mendapatkan perintah dari pimpinan pusat dan wilayah untuk menertibkannya," ujar dia.

Dia juga menjelaskan dalam PD PRT Ansor, istilah ikatan alumni dalam kepengurusan tidak pernah ada.

Baca Juga: Sejumlah Rumah Rusak Akibat Terjangan Banjir Rob di Situbondo

Bagi pengurus Ansor yang telah purna tugas di atas usia 40 tahun, maka mereka akan berkhidmat langsung pada NU.

Komentar