El Salvador, Negara yang Legalkan Mata Uang Kripto Sebagai Alat Bayar Sah

Siswanto, BBC

Minggu, 19 Juni 2022 | 11:28 WIB
El Salvador, Negara yang Legalkan Mata Uang Kripto Sebagai Alat Bayar Sah
BBC

Suara.com - Mata uang kripto terus jatuh pada pekan ini, dengan nilai token seperti Bitcoin anjlok sampai miliaran dolar.

Kejatuhan ini berdampak pada investor di seluruh dunia, termasuk pemerintah El Salvador.

Negara di Amerika Tengah itu sudah menggelontorkan jutaan dolar ke bitcoin dan menjadikannya alat pembayaran yang sah sembilan bulan lalu, mendorong masyarakat untuk menggunakannya dalam transaksi sehari-hari.

Dari pernak-pernik, makanan, hingga bensin dan bahkan rumah - Anda dapat membeli hampir semua barang di El Salvador dengan Bitcoin.

Anda bisa bertransaksi dengan mata uang kripto di banyak tempat, dari pedagang kali lima sampai rantai supermarket besar, adalah pengalaman yang luar biasa.

Ini menunjukkan betapa jauh perkembangan Bitcoin sejak digagas dalam sebuah forum internet pada tahun 2008.

Baca juga:

Keputusan Presiden Nayib Bukele untuk menjadikan mata uang kripto sebagai alat pembayaran yang sah berarti secara teori ia harus diterima oleh semua bisnis, selain mata uang El Salvador lainnya, dolar AS.

Tetapi kejatuhan terbaru mata uang kripto telah memunculkan lebih banyak pertanyaan tentang kebijakan tersebut, terutama penggunaan dana publik sebesar hampir US$100 juta (Rp1,4 triliun) untuk membeli Bitcoin - setiap pembeliannya dirayakan oleh sang presiden dengan sebuah twit.

baca juga

https://twitter.com/nayibbukele/status/1523742670044413954?s=20&t=hjOJxeCbC0bBZTvQvNRsuw

Sekarang, 2.300 bitcoin milik El Salvador bernilai setengah dari harga belinya, tetapi menteri keuangan menepis berbagai kritik, dengan mengatakan "risiko fiskal sangat minimal".

Pantai Bitcoin

Gerakan Bitcoin di El Salvador dimulai di El Zonte, sebuah kota kecil di pantai selatan tempat berselancar dan memancing. Pada tahun 2019, seorang donor anonim memberi sekelompok penggemar mata uang kripto di sana yang pertama dari banyak sumbangan besar dalam bentuk Bitcoin.

Tidak ada yang tahu siapa dia, tetapi kesepakatannya ialah bahwa El Zonte dapat menyimpan koin digital tersebut dengan syarat mereka tidak diubah menjadi dolar.

Idenya adalah menciptakan ekonomi sirkular berbasis Bitcoin pertama di dunia, di mana orang dapat dibayar dalam Bitcoin - sistem uang internet peer-to-peer - dan hidup dengan itu.

Itu ide yang radikal. Di seluruh dunia Bitcoin dapat digunakan untuk jual-beli online, namun kecuali di sejumlah kecil kafe trendi atau proyek-proyek sementara, bitcoin belum bisa digunakan di jalanan.

El Zonte sejauh ini telah menerima sekitar US$350.000 (Rp5,1 miliar) dari sang dermawan anonim, jumlah yang signifikan untuk kota yang kumuh namun indah ini. El Zonte sekarang juga dikenal dengan nama Pantai Bitcoin.

Katerina Contreras termasuk orang-orang pertama yang merasakan manfaatnya.

Dua tahun lalu, saat pandemi, ia ditawari untuk mengikuti pelatihan menjadi penjaga pantai, dan ia berpikir itu ide yang bagus. Penyelenggara membayar transportasi dan makanan peserta pelatihan dalam bentuk Bitcoin.

"Kemudian selama enam bulan kami bekerja sebagai penjaga pantai dan dibayar dengan Bitcoin," katanya.

Beberapa bisnis di kota mengatakan mereka telah melihat peningkatan 30% dalam perdagangan berkat para Turis Bitcoin, yang datang ke sana setelah menonton kanal-kanal YouTube tentang mata uang kripto. Mereka tertarik pada kebaruan membelanjakan koin digital mereka saat liburan.

Namun, belum semua usaha mengadopsi Bitcoin.

Dalam perjalanan saya, saya menyimpulkan bahwa semakin jauh Anda dari Pantai Bitcoin, semakin kecil kemungkinan Anda dapat membeli barang-barang dalam mata uang digital itu.

Di Pantai Bitcoin lebih dari setengah bisnis yang saya temui menerima Bitcoin, tetapi di ibu kota San Salvador, 80 menit perjalanan ke utara, jumlahnya hanya seperempat.

Dompet bersubsidi

Pemerintah mengatakan mereka tidak berencana untuk memaksa bisnis agar menerima Bitcoin, meskipun seharusnya mereka melakukannya berdasarkan Undang-Undang Bitcoin negara itu. Sejauh ini langkah pemerintah sebatas menawarkan insentif.

Uang tunai masih berkuasa di sini, dengan lebih dari setengah warga El Salvador tidak punya rekening bank, tetapi Presiden Bukele telah menyalurkan US$200 juta (Rp2,9 triliun) dana publik ke dalam aplikasi dompet Bitcoin yang disubsidi, bernama Chivo.

Siapa pun yang mengunduh aplikasi tersebut mendapatkan US$30 (Rp450.000) dalam bentuk Bitcoin ketika mendaftar, yang dapat menjelaskan mengapa aplikasi tersebut telah diunduh empat juta kali di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa.

Namun banyak orang menggunakan aplikasi ini untuk transaksi dalam dolar, bukan Bitcoin. Cara ini sering digunakan, misalnya, oleh orang-orang yang bekerja di luar negeri dan mengirim uang ke keluarga mereka di rumah, karena tidak ada komisi atau biaya transfer.

Dan ada pertanda bahwa setelah lonjakan minat di awal, orang-orang semakin jarang menggunakan Chivo.

Insentif lain untuk menggunakannya muncul pada akhir Februari, dengan pembukaan rumah sakit hewan paling canggih di negara itu.

Banyak orang dan hewan peliharaan mereka mengantre di bawah gazebo untuk janji temu mereka. Dan itu karena semua perawatan hewan, bahkan operasi yang kompleks, dihargai hanya 25 sen - selama dibayar dengan aplikasi Chivo, dan terutama dalam Bitcoin.

Staf mengatakan rumah sakit itu dibayar dengan "keuntungan Bitcoin", tetapi pejabat pemerintah tidak menjawab permintaan untuk menjelaskan bagaimana keuntungan ini dihasilkan.

Uang publik

Dana Moneter Internasional (IMF) telah mendesak El Salvador untuk membalikkan keputusannya membuat Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah, dengan alasan bahwa itu terlalu tidak stabil untuk tujuan ini, dan ekonom lokal seperti Tatiana Marroquin semakin khawatir.

Ia mengatakan pemerintah tidak punya cukup uang untuk membantu orang-orang yang rentan, jadi seharusnya mereka tidak mengambil risiko dengan menggelontorkan dana publik ke dalam mata uang kripto.

Perempuan itu juga mengatakan pemerintah kurang transparan.

"Kita tidak tahu persis kapan atau dengan uang apa mereka membeli Bitcoin."

Namun, Menteri Pariwisata Morena Valdez bersikeras warga Salvador tetap percaya kepada Presiden Bukele, meskipun nilai Bitcoin terus turun.

"Kita tahu bahwa setiap keputusan presiden dibuat pada saat yang tepat. Orang-orang sangat percaya pada keputusannya dan arah ekonomi negara ini," katanya.

Negara-negara lain agaknya sedang mempertimbangkan untuk mengikuti langkah El Salvador, sebelum kejatuhan terbaru dimulai pada bulan Mei, meskipun Republik Afrika Tengah adalah satu-satunya yang telah melakukannya. Presiden negara itu, Faustin-Archange Touadra, mengumumkan langkah tersebut di Twitter, menyebut Bitcoin sebagai "uang universal".

https://twitter.com/FA_Touadera/status/1519360822853926914

El Salvador sekarang ingin melangkah lebih jauh.

Presiden Bukele telah mengumumkan rencana untuk membangun kota baru - Bitcoin City - yang berlokasi di kaki gunung berapi yang akan menyediakan energi panas bumi dan menggerakkan tambang Bitcoin raksasa.

Dia berharap untuk mengumpulkan uang dengan menjual obligasi yang disebut Volcano Bonds senilai $1 miliar (Rp14,7 triliun), yang rencananya dijual pada bulan Maret tetapi sampai sekarang belum muncul.

Para pejabat mengatakan mereka yakin mereka akan dapat mengumpulkan dana - dan membayar tagihan utang luar negeri yang membengkak sebesar $800 juta (Rp11,8 triliun).

Tetapi kejatuhan mata uang kripto menambah tekanan pada pemerintah selama mereka terus bertaruh besar pada Bitcoin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin dan Aset Digital Lainnya Merosot ke Level Terendah dalam Lima Bulan Terakhir

Bitcoin dan Aset Digital Lainnya Merosot ke Level Terendah dalam Lima Bulan Terakhir

News | Senin, 07 April 2025 | 16:19 WIB

Riset: Masyarakat Indonesia Makin Melek Kripto, Tertinggi Kedua di Asia

Riset: Masyarakat Indonesia Makin Melek Kripto, Tertinggi Kedua di Asia

Tekno | Rabu, 11 Desember 2024 | 11:32 WIB

Mengapa Gas Fee Ethereum Bisa Sangat Mahal? Ini Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Mengapa Gas Fee Ethereum Bisa Sangat Mahal? Ini Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Bisnis | Jum'at, 20 September 2024 | 18:33 WIB

Dogeverse ($DOGEVERSE), Koin Meme Multichain Pertama di Dunia Mendekati $1 Juta dalam 2 Hari Setelah Dimulainya Presale

Dogeverse ($DOGEVERSE), Koin Meme Multichain Pertama di Dunia Mendekati $1 Juta dalam 2 Hari Setelah Dimulainya Presale

Bisnis | Selasa, 23 April 2024 | 16:11 WIB

Mengenal Metode Faucet Kripto, Salah Satu Cara Mendapat Mata Uang Kripto

Mengenal Metode Faucet Kripto, Salah Satu Cara Mendapat Mata Uang Kripto

Press Release | Sabtu, 16 Desember 2023 | 09:10 WIB

Proyek Kripto Worldcoin Menarik Masyarakat Dunia, Bagaimana Indonesia?

Proyek Kripto Worldcoin Menarik Masyarakat Dunia, Bagaimana Indonesia?

Press Release | Rabu, 20 September 2023 | 10:05 WIB

Penjara 'Raksasa' El Savador: Tempat Gangster Level Tinggi

Penjara 'Raksasa' El Savador: Tempat Gangster Level Tinggi

Video | Selasa, 18 Juli 2023 | 16:00 WIB

Bahaya Mengintai dari Spam Baru di Media Sosial, Mencuri Mata Uang Kripto Pengguna

Bahaya Mengintai dari Spam Baru di Media Sosial, Mencuri Mata Uang Kripto Pengguna

Tekno | Kamis, 05 Januari 2023 | 15:04 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×