Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Mengapa Gas Fee Ethereum Bisa Sangat Mahal? Ini Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 20 September 2024 | 18:33 WIB
Mengapa Gas Fee Ethereum Bisa Sangat Mahal? Ini Faktor-faktor yang Mempengaruhinya
Kripto Ethereum (Unsplash)

Suara.com - Ethereum adalah salah satu mata uang kripto yang paling populer sekarang. Selain karena harga ethereum yang tinggi, populernya Ethereum kemungkinan terjadi karena Ethereum menawarkan platform blockchain yang mendukung kontrak pintar (smart contracts) serta aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ini memungkinkan pengembang untuk membuat berbagai aplikasi tanpa memerlukan otoritas pusat.

Kendati memiliki kelebihan, Ethereum memiliki biaya transaksi yang dikenal sebagai gas fee. Gas fee sendiri adalah biaya yang harus dibayar pengguna untuk melakukan transaksi di jaringan Ethereum atau menjalankan kontrak pintar (smart contract). Biaya ini sering dikeluhkan investor dan pengguna kripto. Sebab, Gas fee yang tinggi dapat membuat penggunaan Ethereum menjadi kurang efisien. Utamanya bagi mereka yang ingin bertransaksi dalam jumlah kecil.

Lantas, kenapa gas fee ethereum bisa sangat tinggi? Berikut ini adalah pembahasan tentang faktor-faktor utama yang menyebabkan gas fee Ethereum bisa sangat mahal.

Apa Itu Gas Fee dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Gas fee dalam jaringan Ethereum dihitung dalam unit gas yang mewakili sumber daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan transaksi atau kontrak pintar. Ketika pengguna mengirim Ethereum (ETH) atau menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dApps), mereka harus membayar gas fee sebagai insentif kepada penambang untuk memproses transaksi tersebut. Adapun, setiap transaksi membutuhkan sejumlah gas tertentu yang tergantung pada kompleksitas dan ukuran transaksi.

Harga gas ini dinyatakan dalam Gwei. Ini merupakan pecahan kecil dari ETH yang dimana 1 Gwei sama dengan 0,000000001 ETH. Namun, gas fee ini tidak tetap dan dapat berubah-ubah karena beberapa faktor.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi gas fee adalah lalu lintas jaringan. Saat banyak pengguna aktif di jaringan dan ingin memproses transaksi pada saat yang sama, biaya gas akan meningkat. Ini karena adanya persaingan untuk ruang di blok. Ini tentu berbeda pada saat jaringan sepi. Sebab, gas fee cenderung lebih rendah karena jumlah pengguna dan proses transaksi lebih sedikit yang tentu menghilangkan proses persaingan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gas Fee Ethereum
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi gas fee Ethereum. Berikut adalah beberapa diantaranya.
1. Kepadatan Jaringan
Salah satu faktor utama yang menyebabkan gas fee Ethereum melonjak adalah jaringan yang padat. Ketika banyak pengguna ingin melakukan transaksi dalam waktu yang bersamaan, pengguna dengan gas fee lebih tinggi akan diprioritaskan. Hal ini menyebabkan persaingan antar pengguna untuk mendapatkan ruang di blok. Pada akhirnya, meningkatkan biaya transaksi secara signifikan.

2. Kompleksitas Transaksi
Setiap transaksi di Ethereum memerlukan jumlah gas yang berbeda-beda. Jumlah tersebut tergantung pada kompleksitas transaksi tersebut. Semakin kompleks transaksi, semakin banyak sumber daya komputasi yang dibutuhkan. Maka dari itu, jumlah gas yang diperlukan semakin tinggi dan memperbesar biaya gas fee.

3. Harga ETH
Selain faktor internal jaringan, harga Ethereum (ETH) juga berperan dalam besaran gas fee. Ini Karena gas fee dibayar dalam ETH. Sehingga, ketika harga ETH meningkat, biaya gas dalam dolar AS juga akan naik.

Bagaimana Cara Mengurangi Biaya Gas Fee?
Kendati cukup menjadi keluhan banyak investor karena harganya yang tinggi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi biaya gas fee. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Menggunakan Jaringan pada Waktu Sepi
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi gas fee adalah dengan melakukan transaksi pada saat jaringan sepi. Ini karena gas fee cenderung lebih rendah saat lalu lintas jaringan berkurang. Untuk itu, gunakan alat seperti pengukur gas fee dapat membantu pengguna menentukan kapan waktu terbaik untuk melakukan transaksi dengan biaya yang lebih rendah.

2. Menggunakan Solusi Layer 2
Solusi Layer 2 seperti Polygon atau Optimism menjadi alternatif yang lebih murah untuk bertransaksi di Ethereum. Teknologi Layer 2 dirancang untuk menangani transaksi di luar jaringan utama Ethereum namun tetap menjaga keamanan yang ditawarkan oleh blockchain Ethereum.

Dengan menggunakan Layer 2, pengguna dapat mengurangi gas fee yang harus dibayar. Sebab, transaksi yang dilakukan pada Layer 2 biasanya lebih murah dibandingkan dengan transaksi di Layer 1 yang merupakan jaringan utama Ethereum.

3. Memanfaatkan Fitur Batch Transaction
Beberapa aplikasi dan platform memungkinkan pengguna untuk menggabungkan beberapa transaksi menjadi satu. Istilah ini dikenal sebagai batch transaction. Dengan melakukan ini, pengguna dapat menghemat biaya gas karena hanya membayar satu kali gas fee untuk beberapa transaksi sekaligus. Ini sangat berguna bagi mereka yang sering melakukan banyak transaksi kecil.

Meskipun Ethereum masih menghadapi tantangan dengan gas fee yang tinggi dalam beberapa situasi, ini sebenarnya mencerminkan ekosistem Ethereum yang terus berkembang dan diminati banyak pihak. Dengan semakin banyaknya aplikasi, proyek, dan pengguna yang bermigrasi ke Ethereum, hal ini menunjukkan bahwa platform ini terus menjadi pilihan utama untuk berbagai solusi berbasis blockchain. Tingginya permintaan terhadap jaringan juga menunjukkan kepercayaan besar dari para pengembang dan pengguna terhadap potensi jangka panjang Ethereum.

Upgrade ke Ethereum 2.0 merupakan langkah penting yang sudah diambil untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan mengurangi gas fee. Walaupun belum sepenuhnya menyelesaikan masalah ini, solusi seperti Layer 2 scaling terus dikembangkan untuk mengoptimalkan transaksi dengan biaya lebih rendah. Ini adalah bukti komitmen Ethereum dalam menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan efisien, sehingga pengguna dapat terus bertransaksi dan berinovasi di platform ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Indodax, Dikabarkan Kena Hack Hingga Merugi Ratusan Miliar

Profil Indodax, Dikabarkan Kena Hack Hingga Merugi Ratusan Miliar

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 15:31 WIB

Pasar Altcoin Merosot: Ethereum Turun Lebih Dari 10%

Pasar Altcoin Merosot: Ethereum Turun Lebih Dari 10%

Bisnis | Senin, 09 September 2024 | 17:06 WIB

Efisiensi Biaya Transaksi, Ethereum Jadi Ekosistem Menjanjikan di Masa Depan

Efisiensi Biaya Transaksi, Ethereum Jadi Ekosistem Menjanjikan di Masa Depan

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 21:45 WIB

Dorong Investasi Properti di Indonesia, BTN Terapkan Tokenisasi DIRE

Dorong Investasi Properti di Indonesia, BTN Terapkan Tokenisasi DIRE

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2024 | 18:21 WIB

Bitcoin dan Ethereum Naik, Intip Analisis Pasar Crypto dan Prospek ETF Spot

Bitcoin dan Ethereum Naik, Intip Analisis Pasar Crypto dan Prospek ETF Spot

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2024 | 07:25 WIB

Combo Harian Hamster Kombat 23 Juli 2024, Raih Koin Gratis untuk Tingkatkan Level

Combo Harian Hamster Kombat 23 Juli 2024, Raih Koin Gratis untuk Tingkatkan Level

Tekno | Selasa, 23 Juli 2024 | 12:32 WIB

Terkini

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB