facebook
bbc

Pompeii: Kura-kura Hamil Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Reruntuhan Kota

Siswanto | BBC
Pompeii: Kura-kura Hamil Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Reruntuhan Kota
BBC

Sisa-sisa tubuh kura-kura berusia 2.000 tahun, yang tengah hamil dengan telurnya, ditemukan terkubur dalam abu vulkanik dan bebatuan.

Suara.com - Ketika Gunung Vesuvius meletus hampir 2.000 tahun silam, warga Pompeii kuno terabadikan di sana akibat terkubur abu vulkanik.

Begitu juga yang dialami flora dan fauna di kota itu - termasuk seekor kura-kura hamil dengan telurnya.

Para arkeolog menemukan sisa-sisa reptil itu terkubur di bawah abu dan bebatuan.

Sejak Vesuvius meletus pada 79 Masehi, para arkeolog belum menemukan kura-kura seperti ini.

Baca Juga: Rahasia Korban Pompeii yang Terkubur 2.000 Tahun Terungkap Berkat DNA Kuno

Kura-kura itu berlindung di bawah bangunan yang sudah luluh lantak ketika bencana gunung berapi itu melanda.

Para arkeolog menemukan sisa-sisanya ketika menggali area kota yang dibangun kembali oleh penghuninya setelah gempa bumi sebelumnya menghancurkan Pompeii pada 62 Sebelum Masehi.

Sekitar 2.000 tahun silam, kura-kura berukuran 14 sentimeter itu menggali ke dalam sarang bawah tanah berukuran kecil di bawah sebuah toko yang hancur akibat gempa.

Para ahli mengatakan fakta bahwa hewan itu ditemukan dengan telurnya menunjukkan bahwa dia mati ketika mencoba mencari tempat yang aman untuk masa depan keturunannya.

Baca juga:

Baca Juga: Temuan Artefak Ini Ungkap Ada Menu Cepat Saji Di Zaman Kuno Kota Pompeii

Arkeolog Universitas Oxford, Mark Robinson, yang menemukan sisa-sisa kura-kura lain di situs Pompeii terdekat pada 2002, mengatakan kepada BBC bahwa ada dua penjelasan tentang bagaimana binatang itu sampai di sana.

"Salah satunya adalah kura-kura peliharaan yang mungkin melarikan diri dan menuju ke reruntuhan gempa besar," katanya.

Kemungkinan lain yang lebih masuk akal adalah bahwa itu adalah kura-kura dari pedesaan terdekat yang mengembara ke kota kuno itu, ujarnya.

"Pompeii secara substansial hancur lebur dan tidak ada satu tempat pun dapat dibangun kembali setelah gempa. Flora dan fauna dari pedesaan sekitarnya [akhirnya] pindah ke kota."

Baca juga:

Para ahli mengatakan penemuan itu menggambarkan kekayaan ekosistem alam Pompeii pada periode setelah gempa.

"Seluruh kota adalah lokasi konstruksi, dan ternyata beberapa ruang sangat tidak digunakan sehingga hewan liar bisa berkeliaran, masuk dan mencoba bertelur," kata Direktur Jenderal Taman Arkeologi Pompeii, Gabriel Zuchtriegel.

Seorang pengunjung Pompeii, seorang mahasiswa tingkat doktoral asal Finlandia, yang kebetulan sedang melewati situs itu ketika penemuan tersebut diungkap, menggambarkan apa yang dia lihat kepada BBC sebagai "spektakuler."

"Mereka baru saja mengeluarkan cangkang hewan itu, jadi yang terlihat adalah kerangka dan telurnya," kata Joonas Vanhala. "Warnanya coklat muda, mirip warna pasir."

"Saya tidak akan mengenalinya sebagai telur jika mereka tidak memberi tahu saya," tambahnya.

Anda mungkin tertarik dengan liputan ini:

Komentar